Lagi-lagi Israel, Pembuat Onar, dan Pembunuh

Januari 19, 2009 oleh t724626



Sebenarnya, seluas apakah wilayah Israel? Dalam berbagai manuskrip keagamaan yahudi digambarkan bahwa tanah yang dijanjikan bagi keturunan israel adalah seluas kerajan Sulaiman yang (katanya) mencakup wilayah Palestina saat ini, Lebanon, Suriah, Jordan, dan

sebagian Mesir. Dan bahkan kalau perlu, apabila populasi keturunan mereka telah mencapai kepadatan ditanah-tanah itu, maka akan dilakukan perluasaan ke wilayah-wilayah negara lain di sekitarnya sampai sedunia kalau perlu dijadikan tanah Israel seluruhnya. Teks-teks agama dijadikan dasar dan pengesahan atas penyerobotan tanah Palestina, pembunuhan, dan kekejian terhadap manusia lain.

Memang demikianlah sifat orang yahudi semenjak masa awal mula kemunculannya, egois, keras kepala, serakah, licik, maunya menang sendiri. Namun, mereka diberikan otak yang cerdas oleh Tuhan. Dan dengan karunia itulah maka bani israel banyak melakukan kejahatan, merusak dunia, selalu menyimpang dari ajaran agamanya. Beratus nabi telah diutus Tuhan kepada mereka, namun setiap kali kenikmatan dunia telah mereka peroleh, maka hilanglah ajaran para nabi. Otak cerdas tanpa agama, jadilah mereka berotak licik, egois, keras kepala, maunya menang sendiri, dan juga serakah.

Karena itu pulalah Tuhan berkali-kali menurunkan musibah dan kehancuran pada negeri orang yahudi. Setiap kali yahudi berjaya, mereka jadi perusak dan penindas bangsa lain. Kemudian dihancurkan lagi oleh Tuhan dengan ditindas oleh bangsa lain lagi, demikian telah berulang-ulang terjadi, namun mereka tidak pernah mau belajar dari sejarah hidup mereka yang selalu sial itu.

Kini, yahudi berada pada masa jayanya, menikmati dunia dengan menindas bangsa lain. Kini luas kekuasaan yahudi israel secara politik dan ekonomi telah mencapai lebih dari 1/3 (sepertiga) dunia ini. Yaitu mencakup seluruh Palestina, beberapa bagian eropa, dan amerika.

Populasi mereka memang sedikit, namun berkat anugrah otak yang cerdas (dan hati membatu) mengarahkan mereka menjadi serakah dan ambisius, merasa lebih unggul dari bangsa lain dan menyatakan bahwa bangsa lain hanyalah kelas rendah. Saat ini hampir seluruh perekonomian amerika dibawah kendali yahudi, dan sangat jelas menjadi patokan pengendalian israel atas amerika secara ekonomi maupun politik. Artinya, negara super power itu sebenarnya hanya sekedar menang otot saja tapi tidak punya otak, karena seluruh kendali ada dibawah otak yahudi israel. Apapun kehendak israel, itulah yang dilakukan sang preman (amerika). Kita jangan pula berharap terlalu banyak terhadap Obama, karena dia tetap saja akan disetir oleh lobby yahudi. (topik terkait: Obama, Euphoria Semu).

Begitupun wilayah Palestina, secara keseluruhan sebenarnya telah dibawah yahudi israel. Segala gerak dan keputusan Palestina harus sesuai dengan keinginan mereka. Palestina hanya dianggap sebagai otoritas otonom dan bagian dari israel. Hanya saja, israel memang membiarkan sebagian orang palestina hidup untuk dijadikan sasaran latihan tembak, atau dibunuh sebagai uji coba senjata pemusnah massal mereka yang makin dipercanggih seperti yang terjadi dengan warga Gaza awal 2009 ini. Sebagian dibiarkan hidup untuk menderita dan menunggu waktu dibunuh oleh israel di kemudian hari. Atau diblokade persediaan makan dan segala keperluan hidup untuk menderita dan mati pelan-pelan, mengenaskan.

Itulah israel, sejenis manusia yang sama sekali tidak memperlihatkan sisi kemanusiaannya karena hati mereka memang telah membatu tanpa bisa merasakan lagi bagaiman sikap normal manusia terhadap manusia lainnya. Bahkan pengaruh kekerasan hati israel ini telah mempengaruhi sebagian manusia diluar komunitas yahudi. Simpatisan yahudi israel ini bahkan mengatakan bahwa setiap negara perlu melakukan kerja sama sengan israel karena melihat keberhasilan orang-orang yahudi dalam memajukan perekonomian dan mengendalikan dunia.

Mereka yang berpikiran demikian itu benar-benar manusia bodoh karena semua diukur dari materialistik saja, mengesampingkan rasa sebagai manusia dan makhluq ciptaan Tuhan yang seharusnya beradab dan berakhlaq. Ini nampak jelas dari sikap dan tingkah laku mereka yang cenderung arogan dan mengesampingkan perasaan orang lain atau bahkan melecehkan orang lain. Bagi mereka, rasa kemanusiaan dan akhlaq tidak berarti sama sekali, asalkan materi tercukupi dengan cara apapun entah menyiksa orang lain, atau memperbudak bangsa lain, ataupun menyerobot hak-hak orang lain. Mereka manusia yang telah berubah tidak beradab dan tidak berTuhan. Jauh dari Tuhan berarti dekat dengan setan dan jelas menjadi teman seperjuangan setan menyesatkan manusia dan merugikan kehidupan manusia.

Setiap kali israel diberi kesempatan menempati suatu daerah dan mengembangkan aktifitas mereka, maka dapat dipastikan dalam beberapa dekade saja tempat tersebut akan menjadi pendudukan baru israel dan dikendalikan secara politik maupun perekonomian, melalui cara halus maupun kekejaman seperti yang saat ini dinampakkan di tanah Palestina. Dahulu, prosentase yahudi jauh dibawah populasi palestina, namun kini dengan pembunuhan dan pengusiran selain mengambil alih tanah-tanah palestina, mereka juga memperbanyak diri berusaha agar lebih banyak jumlahnya dibanding warga Palestina. Setelah tanah dan perekonomian diambil alih, maka posisi berbalik, yahudi makin banyak dan menyatakan bahwa tanah Palesatina adalah tanah mereka, padahal mereka telah menyerobotnya dengan keji.

Mereka seperti plak atau virus yang menggerogoti dari dalam, sedikit demi sedikit, dimanapun, entah di Palestina maupun di amerika maupun di Eropa ataupun di Asia. Lihat juga amerika, meskipun jumlah orang yahudi sangat sedikit tapi mereka secara penuh menguasai keadaan politik dan perekonomian amerika dengan kelicikan otak mereka. Ini adalah salah satu musibah paling parah yang diderita ummat manusia. Inilah dajjal yang merusak dunia di akhir zaman, menjadikan orang-orang yang tidak menerima kehendaknya seakan menerima api panas membara, sedangkan yang mengikuti kehendaknya, seakan menikmati sejuknya air dingin dan memperoleh kenikmatan. Padahal sebaliknya, manusia yang menentang kehendak mereka itulah sebenarnya yang akan memperoleh kenikmatan yang kekal di akherat kelak setelah mendapat cobaan api membara dari dajjal. Sedangkan pengikut dajjal, mereka itulah yang sebenarnya di akherat akan mendapat balasan api yang panas membara.

Perlu diperhatikan pula, bahwasanya pemboikotan produk-produk berbarcode 729 israel adalah hal yang yang tidak berarti banyak. Produk israel sebagian besar dikelola diluar negeri, modal-modal mereka diputar dalam industri dan perdagangan di berbagai belahan dunia, di Eropa, Asia, maupun amerika. Jadi, penghasilan mereka melalui produk berbarcode diluar israel adalah lebih besar daripada produk dalam negeri mereka sendiri. Oleh karena itu, pemboikotan produk israel seharusnya tidak hanya pada barcode 729 saja, tapi juga produk israel yang dikelola dan dikembangkan di berbagai negara. Akan lebih efektif kiranya jika pemboikotan itu dilakukan berdasar ketegori nama-nama perusahaan yang mendukung israel dan jadi kaki tangan israel. Nama-nama yang jelas merupakan modal israel harus di blacklist dari setiap sendi kehidupan kita. Apabila kita tetap membeli produk-produk itu berarti turut serta mendukung agresi israel dan pembunuhan atas rakyat Palestina. Naudzubillah.

Mari beli produk-produk lain, jangan termakan trend dan iklan yang terkesan nikmat dan memberikan kenyamanan. Akankah kita merasa nyaman diatas penderitaan rakyat Palestina yang dibantai israel? Ini adalah masalah nyawa manusia, peradaban, akhlaq, dan rasa kemanusiaan. Jika hal-hal semacam ini dikesampingkan dan lebih mementingkan nafsu pribadi menikmati materia duniawi, maka sangat jelas membatunya hati seseorang, dan menjauhnya jiwa seseorang dari cahaya Tuhan.

Ada yang punya link gambar produk-produk pendukung israel yang pantas untuk di blacklist? Mari berbagi informasi demi kemaslahatan semua. Semoga bermanfaat. Amiin.

Israel = NAZI (Eng)

Januari 9, 2009 oleh t724626

For some people who still believe with holocaust history (story) against jews at Hitler’s era, better hunt and browse many objectives data which nowadays spread in the internet, also from books and international journal.

For so long, entire world always brainwashed by the jews story about they had been slaughtered by NAZI until million jews death and much more tortured. If any historian experts deny the story, or questioning its authenticity, it is possible that will be litigated directly. The discussion about data validity of holocaust story seem to be illicit to be performed (taboo) or even forbid to be analyze, they afraid if the truth exposed. All people forced to believe about holocaust and jews are as the special victims.

Now, with the reason of holocaust, didn’t have residence in Europe, and also religion reason, the jews today became the slaughterer, hijack Palestine land from the owner. This time, jews are the real terrorists do cruelty to force Palestinian people out of the land. Million of Palestinian have been murdered (even its amount are more big than the victims of NAZI in the past time), people who still alive became refugee, many persons become tortured and abused also persecution by jews Israeli.

Many facts shows that jews Israeli are hungry beast and blood thirsty, but their alliances always give fake opinion to the world which jews as the sheep and victims. While Palestinian people which very suffer, to be colonized, and scorned, always reported and also opinion as dangerous terrorist.

During the time, jews Israeli using their lobby and politics try to control world organization, especially UN through American hand. Besides, various brutal war method of NAZI (which they said have tortured them in past time), is applied at this time by jews Israeli. They are and NAZI is one thing which can not to be dissociated, they completing each other and even according some expert (supported by various valid and objectives data), have proven that NAZI is the part of underground movement supporter of Zionism and there are cooperation conspiracy among them to create situation which was make migration will to Palestine.

Zionism which this time colonize in Palestinian land, have learnt from NAZI movement patterns and nowadays they apply to the people of Palestine. In past time, NAZI wear attack strategy Blitz Krieg, which also practiced by Israel with new combination and model. Israel always attack quickly, killing as much as possible in early attack, even didn’t give much time to world organization to give decision and creates any resolution or deliver peace teamwork, Israel have done their mission and pull back their army to be sent in the next time. The cruelness attitude of NAZI and Israel can be told as result of conspiracy between damn curse brain and damn evil whisper.

Then, what the world have do? What was Islam world do to help their brother in Palestine?

All power of the world and especially Islam nations just cursing without do any real conducting to stop the killing, or we can say as NATO = No Action Talks Only. They just simply give press release curse to Israel, and nothing else. Some countries besides cursing, sends lampooning letter, trying in international lobby. Its all also nonsense or no shit just fart, because in reality life, UN is just property of America which always protect Israel even unashamedly will veto alone against all member of UN.

Some countries also send aid in form of medicines and financial. Yes, it is good things to do, but does it useful? Not much, even it’s more like to kill Palestinian slowly, make Palestinian people forced to feeling more grief and murdered by Israel in other time.

Where are they, all power of Islam countries, which have so many funds, rich, have army, and have strength to browbeating Israel? Why no one delivering army to Palestine? Have to wait until how many more soul became victim because of israel’s cruelty?

Ya Allah, please strengthen my belief and show Your correct path.

Ya Allah, please protect mujahiddin who’s struggling to uphold Islam.

Ya Allah, please give victory to mujahiddin in any places.

Ya Allah, please heighten this ummah with belief and Your guidance.

Amiin.

Obama, A Sham Euphoria

Januari 9, 2009 oleh t724626

Today finally I have opportunity to upload again my writing after almost two months concentrate at workloads and other activities. Victory of Obama forces me to try join in the middle of victory thundering a person which is assumed “different”. With victory of Obama, an early and for the first time a President America, very young, rich of smile, have middle name Hussein?, and have become child of Menteng, Indonesia. Woooow

All hope and wish on Obama is heavy burden for him, expectation from his supporters in every side of earth as well as in his own country. Inside his country, he is expected to make change after failure of previous President which make America have more and more enemy even economic crisis collapse the business.

Entire world societies also expect this new “Police Chief” which is assumed “different” can act as gentleman which directs world police as wise power. People from Europe ’till Asian especially Indonesia which has become residence of Obama in his childhood, hoping full to the chosen of him to give change in the world.

But, are these all expectations become reality? Can Obama give change?

In the case of importance of politics, it is common habit to give expectations and promises to reach for sympathy of masses elector. Changing expectation which is buzzed by Obama is very nice and might possibly be able to happen. But, what a goodness or better if we do not be blinded by its situation “different”, and better if we give more attention and also analyzed carefully. Abundant euphoria will only blind our heart of reality and tendency of politics facts in America.

It was discovered that before commutation of American President, American business and banking are get decline and fell down, even induce to other nations. Are these all situation just coincidence?

In this case there are some analysis and speculations:

  1. Saturation of corporate world which knock over America as is true represent which became the core important trigger and become a kind of “chain reaction” to the various business corporation. Companies which were progressively enlarge production to look for profit more and more bigly, also pattern to make-up of share price which more and higher to multiply dividend. Briefly, until create odd and uneven credit which unbalance between enter and exit so that heap credit stuck, also going worse with bank circling which false, taxes, merchant advertising unfair, until also make investment fall down, etcetera.
  2. The next prediction is the existence of conspiracy among the businessmen, especially between the capital owners, so that they still able to control the chosen president as their puppets. Economics is fulcrums every big governance like America, and we know that almost 70% capital share come from jews businessmen. So, it makes sure that jews lobby in Obama’s governance still strong and powerful like previous president period.

Role of jews lobby besides inside America itself especially in the case of economics, surely induce to overseas politics of America which makes it always creates unfair decision. Double standard will remain to decorate American politics especially about Israel and terrorism. The special issue that Islam is terrorists and Palestinian as the wrong side will fix unchanged.

Compromises which perhaps possible conducted by Obama for sure will be pursued by various importance of jews lobby. We still remember the shooting of Yitzhak Rabin because he was assumed too compromising with Palestinian. Later, the router of Rabin became step of from compromising progressively. The Israel puppet like American president of course impossible to make decision step out from pressure of jews lobby, and he will following an expression which said: if we make decision step out from jews desire and pressure, in the first three-day greeted as world hero, but on its fourth will makes the family cry (because he will be dead).

Do Obama have will to change the world? Do Obama ready to become next Rabin? Or become the second Kennedy?

Israel = NAZI

Januari 8, 2009 oleh t724626

Bagi yang masih mempercayai adanya holocaust terhadap yahudi Eropa pada masa Hitler, sebaiknya berburu data-data obyektif yang kini makin banyak beredar di internet maupun berbagai buku dan journal internasional.

Selama ini dunia selalu dicekoki adanya pembantaian yahudi hingga jutaan nyawa jadi korban oleh NAZI, bahkan jika ada yang menyanggah hal itu atau sekedar mempertanyakan keabsahannya, bisa jadi akan langsung diperkarakan. Pembahasan tentang validitas data holocaust seakan tabu atau bahkan haram untuk diadakan, takut jika kebenaran terungkap. Semua harus percaya bahwa holocaust dan yahudi sebagai korban utama.

Kini, dengan alasan jadi korban holocaust, tidak mendapat tempat tinggal, dan juga alasan agama, para keturunan yahudi merampas tanah Palestina dari pemilik yang sah. Saat ini, yahudi adalah pelaku kekejaman untuk mengusir penduduk Palestina. Jutaan warga Palestina telah dibunuh (bahkan jumlahnya jauh lebih besar daripada korban NAZI pada masa Hitler dahulu), yang masih hidup jadi pengungsi, dan juga menjadi korban pelecehan serta penyiksaan oleh kaum yahudi israel.

Banyak fakta memperlihatkan bahwa yahudi israel adalah srigala lapar haus darah, namun tetap saja dianggap sebagai domba yang jadi korban. Sedangkan rakyat Palestina yang sangat menderita, dijajah, dan dihinakan, tetap dan selalu saja diberitakan serta diopinikan sebagai teroris yang berbahaya.

Selama ini, yahudi israel melalui politik dan lobi-lobi mereka, selalu berusaha menguasai organisasi dunia, terutama PBB melalui tangan Amerika. Selain itu, berbagai metode perang brutal ala NAZI (yang katanya pernah menyiksa mereka) dilaksanakan dan diterapkan dengan lancar oleh yahudi israel. Mereka dan NAZI adalah satu hal yang tidak terpisahkan, mereka saling melengkapi dan bahkan menurut beberapa pihak (didukung berbagai data-data obyektif dan valid), terbukti bahwa NAZI adalah bagian dari gerakan bawah tanah pendukung Zionis dan ada konspirasi kerjasama diantara mereka untuk menciptakan suasana warga yahudi eropa agar mau bermigrasi ke Palestina.

Zionis israel yang saat ini bercokol dan menjajah Palestina, telah belajar dengan baik dari pola-pola gerakan NAZI dan kini hal itu mereka terapkan kepada penduduk Palestina. Dulu, NAZI memakai pola serangan Blitz Krieg, kinipun dipraktekkan israel dengan model baru. Israel selalu menyerang cepat, membunuh sebanyak mungkin diawal serangan, bahkan belum sempat organisasi dunia memberikan resolusi dan ketetapan serta pengiriman pasukan perdamaian, israel telah selesai melakukan misinya dan memundurkan pasukan. Kelicikan dan sikap kejam ala NAZI dan israel yang mau menang sendiri bisa dikatakan sebagai hasil konspirasi antara otak terkutuk dan bisikan setan laknat.

Lantas, apa saja kerja dunia? Apa saja yang dilakukan oleh dunia islam?

Semua penguasa dunia dan terutama negara-negara islam hanya sekedar kutuk-mengutuk tanpa melakukan hal yang nyata, alias NATO = No Action Talk Only. Mereka sekedar memberikan keterangan pers mengutuk serangan israel, kemudian sudah tidak ada tindakan yang lain. Ada pula selain mengutuk, mengirim surat kecaman, berusaha di tataran organisasi dunia. Itu juga nonsense alias sama saja bohong, karena nyata-nyata PBB adalah milik Amerika yang selalu melindungi israel bahkan tanpa malu-malu akan memveto sendirian melawan seluruh anggota PBB jika merugikan israel.

Beberapa negara ada yang sampai tataran bentuk pengiriman bantuan obat-obatan dan finansial. Ya, lumayanlah. Tapi kegunaannya apa? Tidak bermanfaat banyak, bahkan seakan-akan rakyat Palestina dipaksa untuk tetap hidup agar merasakan penderitaan dan dibunuh israel dilain waktu. Apa tidak lebih baik dibunuh sekarang saja sekalian?

Kemana para penguasa negeri-negeri islam yang punya dana, punya tentara, punya kekuatan untuk menggertak israel? Kenapa sama sekali tidak ada yang mengirimkan bantuan perang ke Palestina? Harus menunggu sampai berapa juta nyawa lagi jadi korban kekejaman israel?

Ya Allah, kuatkan imanku dan tunjukkan jalan-Mu.

Ya Allah, lindungilah mereka yang berjuang menegakkan syariat-Mu.

Ya Allah, berikanlah kemenangan kepada pejuang-pejuang-Mu.

Ya Allah, tinggikanlah ummat ini dengan iman dan hidayah-Mu.

Amiin.

Pencarian

Desember 27, 2008 oleh t724626

Cerah pagi itu, sepoi angin mengalir menyambut kicau burung dan kokok ayam pagi, riang mengurai semburat merah cahaya mentari. Alam seakan tidak tahu dengan tingkah polah manusia yang semakin beragam dan variatif dalam kelinglungan. Luas pandanganku terbuai kehijauan pepohonan yang sedang mengeluarkan kucup-kuncup daun muda, dan bunga-bunga mulai pula mekar, harum, penuh warna, exotic katanya, sungguh indah.

Aku semakin menerawang ke atas sisi dunia yang penuh kehiruk-pikukan dan kesenangan ini, sungguh melenakan dan membius jiwa. Hati ini tenang, tentram berkat indahnya alam yang terkoleksi cakupan pandang mata. Ungkapan kekaguman rasanya tak cukup untuk menyatakan rasa ini, sejuk, tentram, indah.

Sejenak aku kembalikan rasa ini, melihat tanah dan timbunan disekitarku. Ya, di sekitar tempatku berdiri sekarang telah berubah menjadi kuburan, tidak seperti masa kecilku yang merupakan tanah kosong tempat anak-anak kecil seusiaku bermain. Tempat di pinggir desa ini kini telah berubah menjadi kuburan. Lokasinya tepat di pinggir sungai besar yang mengalir deras. Keindahan dunia ini pastilah tidak dapat lagi dinikmati oleh mereka yang terkubur disana. Apakah mereka mendapat ketenangan dan kenikmatan tidur di alam barzah, ataukah mendapatkan bermacam siksaan karena hasil tingkah laku mereka di dunia yang dulunya amburadul. Entahlah……….

Hari ini adalah hari penting, kuingat kembali pada tanggal yang sama, pohon di pinggir desa ini pada 25 tahun lalu masih setinggi pinggang, bahkan kuncupnya masih sangat jarang. Tapi kini, pohon itu telah menjulang tinggi melebihi bangunan 5 lantai, subur, dan nampaknya berhasil mengelola nutrisi tanah dan air sungai yang masuk melalui akar-akarnya.

Dulu, 25 tahun lalu, ada suatu kejadian penting yang kemudian merubah situasi lingkungan ini dan hal itu menetap dalam otakku hingga kini, karena aku termasuk salah satu saksi sejarahnya. Tepat sehari sebelum perayaan 1 Muharram atau lebih dikenal dengan 1 Suro, sore hari, beberapa anak kecil bermain air di tepian sungai itu. Saling bercanda dan berebut berbagai hal yang dianggap menarik, atau saling sembunyi-sembunyian di belakang pohon-pohon atau tebing yang menjulang. Tempat itu benar-benar menjadi tempat anak-anak berkumpul dan bermain air menjelang petang. Mereka akan bergembira loncat kesana kemari dari tepian sungai. Namun, hari itu adalah hari naas, air sungai naik mendadak bergemuruh tanda bahwa sungai sedang banjir terkena limpahan air hujan dari hulu. Dua anak kecil terseret arus air dan hilang ditelan sungai. Aku dan teman-teman yang lain segera menghambur panik berlarian pulang menceritakan kejadian besar yang menimpa kami. Ya, pohon di pingggir sungai itu juga menjadi saksi bisu sejarah memilukan itu.

Malam itu bukan lagi malam yang tenang, puluhan pemuda dikerahkan menyusuri sungai mencari kedua anak yang hilang terseret arus air sungai itu. Orang-orang tua sibuk berkoordinasi dengan aparat desa, polisi, dan tim SAR dari kota. Keluarga korban menangis pilumemikirkan nasib anak-anka mereka. Malam itu seharusnya mereka merayakan tradisi leluhur, melaksankan ritual dan acara selamatan desa pada malam 1 Suro. Namun, kali ini bukan hiruk pikuk bahagia, malah sebaliknya, kesedihan yang melanda. Sesepuh desa dan beberapa orang perangkat desa dan warga berusaha untuk tetap menjalankan tradisi mereka. Mereka yang dituakan itu tetap melanjutkan ritual di tengah desa dan beberapa tempat yang dikeramatkan, terutama kuburan Mbah Dipo, seorang yang dianggap sebagai manusia pertama yang membuka lahan desa itu. Mbah Dipo begitu dihormati dan bahkan dipuja-puja sebagai pelindung desa. Maka, mereka minta barakah dan perlindungan pada makamnya, dan itu sudah menjadi semacam kewajiban dan syarat jika ingin desa aman dan terlindungi dan bahaya.

Menjelang tengah malam, desa makin sunyi, kesibukan pencarianpun dihentikan. Rencananya dilanjutkan pagi hari, itupun kalau ada yang mau, karena mengikuti acara ritual dan tradisi bagi sebagian dari penduduk desa ini adalah lebih penting daripada mencari jasad anak-anak yang hilang itu. Menurut mereka, pencarian itu bisa ditunda atau menunggu hingga ada kabar dari hilir yang mungkin telah lebih dahulu menemukan jasad anak-anak itu.

Mbah Karimun, yang paling dituakan pada masa itupun sudah sejak sore mengawali ritual di tengah desa, kemudian menjelang jam 10 malam pindah ke makam Mbah Dipo. Sebuah tempat yang sangat dikeramatkan, angker, dinaungi sebuh pohon besar yang berusia ratusan tahun, seumur dengan pembukaan lahan desa itu. Itu adalah pohon yang ditanam Mbah Dipo semasa hidupnya dahulu. Bahkan pohon itupun diberi sesajen untuk membahagiakan dan menghormati Mbah Dipo. Pohon itu dianggap sebagai wakil keberadaan Mbah Dipo yang terus mengontrol desa dan penduduknya.

Sambil komat-kamit, Mbah Karimun yang juga salah satu keturuna Mbah Dipo duduk bersila tunduk hormat di depan makam. Lama sekali sunyi senyap, namun tiba-tiba Mbah Karimun berteriak bahkan meloncat mengejutkan orang-orang yang duduk melingkar di belakangnya. Suasana yang awalnya sepi dan hanya sedikit disela gemerisik alam, berubah jadi terkejut panik.

“Mereka dijaga Mbah Dipo didekat hutan jati”, sambil terengah-engah Mbah Karimun berusaha menyusun kesadarannya.

“Mereka ditemukan”, sekali lagi Mbah Karimun berujar.

Orang-orang segera paham apa yang dimaksudkan, yaitu bahwa dua anak desa mereka yang sore tadi hanyut telah ditemukan. Lantas beberapa orang segera beranjak mencari para pemuda dan menginstruksikan agar segera mencari lokasi yang ditunjukkan oleh Mbah Dipo melalui Mbah Karimun. Mereka sangat mempercayai kekuatan gaib semacam itu, bahkan akan sangat takut untuk tidak mempercayainya, takut kena musibah.

Ketika malam telah beranjak menjelang subuh, para pemuda itu pulang dengan membopong 2 jasad anak kecil, tak bernyawa lagi. Tangispun menyeruak lagi menghias awal tahun baru itu. Pesta makan-makan yang biasanya diadakan, tidak jadi digelar. Bahkan pagi itu, arak-arakan yang dipimpin perangkat desa dan para sesepuh berubah, tidak seperti biasanya. Atas instruksi Mbah Karimun, arak-rakan itu diikuti pula dengan pemakaman 2 jasad korban keganasan sungai itu. Katanya hal itu atas perintah Mbah Dipo melalui wangsit yang diterimanya. Mbah Dipo menyuruh agar 2 jasad itu dikuburkan di pinggiran sungai tempat mereka terseret arus sungai, yaitu tepat di utara sebuah pohon yang menyendiri. Padahal tempat itu merupakan tempat favorit anak-anak kecil bermain. Maka, setelah hari itu, tempat itu berubah menjadi tempat paling ditakuti anak-anak.

Telah 25 tahun berlalu, kini aku kembali dan mendapati kuburan 2 orang temanku itu telah berubah. Dua kuburan itu kini dicungkup indah bahkan dinaungi rumah-rumahan, disekelilingnya telah banyak kuburan yang turut mengisi area itu. Bisa dibilang telah menjadi pekuburan umum, hanya saja dua kuburan teman-temanku itu saja yang dirawat dan diperindah, serta hanya dua kuburan itu saja yang berada di utara pohon, selebihnya berada di sisi selatan. Area itu kini dikelilingi pagar dan juga dibuatkan gerbang masuk. Pohon itupun jauh berubah, besar, rindang, dan terkesan angker. Di bawah pohon itu bertebaran sesajen seperti juga di sekitar 2 kuburan temanku itu. Kuburan dan pohon itu begitu dipuja dan dihormati, seperti juga kuburan Mbah Dipo. Banyak orang yang sakit mendapatkan kesembuhan setelah bermimpi bertemu dengan Mbah Dipo atau 2 temanku itu. Maka, makin dipujalah 2 kuburan itu, karena mereka telah dianggap sebagai pelindung dan pemberi rasa aman bagi warga desa. Meskipun generasi telah berganti, tapi ritual itu tetap ada dan dilestarikan. Hanya saja, di masa kini, penduduk desa telah hidup modern dan beradaptasi dengan pola hidup kota. Desa telah teraliri listrik, jalan halus, dan transportasi lancar. Perubahan besar telah melanda desa ini dan penduduknya.

Akan tetapi, pada kenyataannya perubahan itu bukan mengarah kepada hal yang lebih baik, namun seperti masuk mulut harimau masuk pula mulut buaya. Belum lepas mereka dari keterpasungan dalam kesyirikan dan kebodohan dengan melaksanakan ritual kesyirikan mengharap pertolongan kepada selain Tuhan yang Maha Kuasa, kini mereka terseret pula dalam kerusakan moral modernisasi dan peradaban baru yang sebenarnya malah tidak beradab.

Kini para pemuda desa ini bergaul dan bertingkah laku sepereti anak kota. Ritual yang dahulu sangat sakral dan tenang, kini berubah menjadi pesta pora. Ritual malam 1 Suro yang diisi dengan mengunjungi makam-makam keramat dan pada pagi harinya dilanjutkan dengan makan-makan bersama di tengah desa, kini jauh berubah. Malam 1 Suro kini sangat ramai dengan orang berjualan di makam-makam dan di tengah keramaian desa, sangat jauh dari kesan sakral dan beradab. Disusul kemudian pagi harinya bukan lagi dengan makan-makan di tengah desa yang di dahului ritual do’a keselamatan, tapi kini diisi dengan acara musik di panggung besar di tengah desa. Konser diadakan dengan mengundang artis-artis seronok yang suka tampil vulgar. Dan memang kevulgaran itu saja yang jadi andalan, karena suaranya ala kadarnya saja alias pas-pasan. Entahlah, mana yang lebih buruk, melaksanakan kegiatan kesyirikan yang dibungkus ritual dan ketaatan adat, ataukah perubahan dengan mengikuti kerusakan moral dan pola pergaulan peradaban baru yang tidak beradab yang merusak akhlaq semua kalangan?.

Kini kedua bentuk kerusakan itu dilaksanakan, dan kondisi semacam ini makin umum terjadi di negeri ini. Di berbagai belahan kota dan desa, orang kaya dan miskin, tua dan muda, tidak mampu menemukan jati diri mereka. Pencarian yang selama ini terus dilakukan tidak menemukan tujuannya. Setiap komunitas kini tergerus zaman, lewat tehnologi diperkenalkan kevulgaran dan kerusakan moral, dan lewat tehnologi pula disebarluaskan kesyirikan dan berbagai bentuk penyelewengan pemahaman keagamaan.

Para dai dan ulama yang mengajak kepada kebaikan pada lemes, kurang semangat, cermin keputus-asaan diri menghadapi zaman. Padahal ummat ini akan terus terbelenggu lingkaran setan kesesatan dan kerusakan moral jika tidak ada ulama dan umara’ yang rajin, getol, serta tekun melakukan perubahan ke arah perbaikan. Dan hal ini wajib berkelanjutan dari generasi ke generasi. Sekali saja kaderisasi terputus dan tergerus arus kemaksiatan lagi, maka usaha perbaikan itu akan kembali dari nol lagi.

Semoga Islam bercahaya dan bersinar terang kembali.

InsyaAllah.

Dulu Saya Islam, Sekarang………

Desember 27, 2008 oleh t724626

Puji Tuhan……….

Puji Tuhan……….

Puji Tuhan……….

Berkat adanya berbagai masukan dan kenyataan yang tersampaikan kepada saya, kini saya telah berubah. Puji Tuhan, dulu saya Islam, sekarang………..hahahahhahaha…..

saya makin menemukan bagaimana Islam sebenarnya, saya makin memahami Islam, dan saya makin mendalami Islam, karena bagi saya Islam adalah agama yang haq (benar).

Alhamdulillah, cahaya Islam tetap menerangi saya, dan insyaAllah menjadikan diri saya makin menyatu dengan Islam. Rasulullah menyatakan bahwa barang siapa yang hari ini lebih jelek dari kemarin, maka orang itu termasuk merugi. Maka, saya selalu berusaha untuk berubah, berusaha meningkatkan kualitas pemahaman saya mengenai agama Islam yang benar. Perubahan ini diantaranya adalah berkat adanya berbagai diskusi dan lancarnya media informasi. Kita dapati banyaknya kenyataan yang menghinakan Islam dan memanipulasi informasi tentang Islam, serta memojokkan perjuangan Islam. Maka dari itu, terimakasih saya ucapkan kepada para pembenci Islam, karena dengan adanya kalian, maka saya makin teguh dalam Islam. Karena dengan adanya kalian, mempertebal keyakinan saya akan kebenaran Islam.

Benarlah kiranya firman Allah swt yang menyatakan bahwa segala penciptaan makhluq ada manfaatnya, tidak ada yang diciptakan sia-sia. Kalian para pembenci Islam, sama seperti adanya nyamuk-nyamuk penggangggu yang menyedot darah manusia, tapi juga dengan gigitannya itu membangunkan manusia untuk sadar diri dan mempertebal perlindungan diri serta membangunkan manusia lepas dari mimpi untuk melaksanakan ibadah di malam hari.

Allah swt juga telah menciptakan syaitan dan murid-murid syaitan tidak dengan sia-sia, karena mereka adalah pembanding sejati untuk kebenaran Islam, seperti halnya gelap dan terang.

Gara-gara kalian, saya makin meyakini kebenaran Islam.

Gara-gara kalian membuat situs-situs pelecehan muslimah, maka saya makin yakin bahwa hanya Islam sajalah penjaga moral yang sejati.

Gara-gara kalian melecehkan para utusan Tuhan, maka saya makin yakin bahwa Islam adalah satu-satunya pilihan hidup manusia bermoral dan beradab.

Maka dari itu sebagai ucapan terimakasih saya, semoga Allah swt melaknat kalian dengan azab yang pedih.

Islam terbukti sebagai ideologi dan jalan hidup yang lengkap, mengatur segala segi kehidupan manusia.

Dulu saya Islam, sekarang insyaAllah makin teguh dalam Islam.

Amiin.

Santai Lagi……..

Desember 12, 2008 oleh t724626

Sudah Punya Hotel….????

Seorang kakek tua perokok berat berusia 70 tahun dengan nafas tersengal sengal mendata ngi dokter langganannya. Si kakek telah tiga kali mendatangi dokter langganannya dalam satu bulan terakhir ini.
Pasien : ” Dokter, nafas saya sudah tiga hari ini terasa berat dok, susah tidur dok “.
Rupanya si dokter sudah kesal dengan keban delan si kakek yang tidak mau berhenti mero kok.
Dokter : ” Bapak ini gimana sih, saya sudah berkali kali katakan berhentilah merokok. Be rapa umur bapak sekarang …”
Pasien : “70 tahun dok.”
Dokter : “Mulai umur berapa Bapak merokok “.
Pasien : ” Umur 16 tahun dok ”
Dokter :” Nah, coba Bapak bayangkan merokok dari umur 16 tahun sampai umur 70 tahun….ka
lau uang buat beli rokok itu Bapak kumpulkan, sudah bisa buat bikin hotel..”
Si kakek rupanya tersinggung berat.
Pasien : ” Begini Dok. Dokter umurnya seka rang berapa tahun “.
Dokter : ” Sama seperti Bapak, 70 tahun “.
Pasien : ” Dokter merokok ? “.
Dokter : ” Ooh jelas enggak dong “.
Pasien : ” Sudah punya hotel ???”.

Saat Makan

Ada keluarga sedang makan bersama diruang makan seorang anak mau bicara kepada ayahnya
Anak : “Pak ada …”
Ayah : “Ssst kalau makan tidak boleh bicara”
Anak : “Tapi yah ada …”
Ayah : “Ayah bilang kalau makan tidak boleh
bicara.”
(ketika selesai makan si ayah tanya)
Ayah : “Sekarang kamu boleh bicara, apa yang
mau kamu katakan?”
Anak : “Saya mau bilang bahwa tadi ada maling
ambil jemuran kita”
Ayah : “Hah ?!!?”

Sumber: Kiriman dari teman.

Tidak Membantu Malah Menjegal

Desember 10, 2008 oleh t724626

Ada komentar bahkan hujatan, bahwasanya orang-orang yang kritis memberikan peringatan dan tegas terhadap kemaksiatan di lingkungan dan daerahnya adalah orang yang pengecut, karena tidak mau berjuang di tempat yang seharusnya seperti Palestina dan Afghanistan.

Ada berbagai ulasan dan alasan dikemukakan sebagai dalil mempersalahkan dan menghujat segelintir ummat Islam yang tegas melawan ketidakbenaran. Dalil-dalil yang dipakai juga dari Alquran dan Alhadist, namun dengan mekanisme penafsiran dan pola pikir yang tidak semestinya, alias tidak relevan (atau mungkin juga sengaja disesuai dengan kehendak hatinya sendiri) untuk mendukung pendapat pribadinya tadi dalam mempersalahkan para pejuang Islam.

Manusia-manusia dengan tipe semacam inilah yang tercetak dengan pola pikir tanpa tuntunan Ilahi, cenderung suka menghujat, mengikuti pola pikir non-islami, cenderung kepada sistem dan tingkah laku di luar islam, lebih mengutamakan nafsu dan kehendak pribadi daripada ketetapan agama (ideologi) yang dianutnya. Mereka berlagak mempertanyakan tindakan orang-orang yang dianggap “keras” semacam FPI dan kelompok-kelompok sejenis yang tegas menghadang kemaksiatan. Juga mengenai cara-cara peledakan bom di Bali dan beberapa tempat lainnya yang dikatakan dan diexpose sebagai tindakan terorisme. Mengapa tidak mau membandingkannya dengan terorisme sejati hasil karya Inggris maupun Amerika dalam mendukung Israel membunuh dan menyiksa ratusan ribu rakyat Palestina?. Mereka malah mengatakan bahwa tindakan-tindakan tegas dari sebagian umat Islam itu sebagai tindakan bodoh. Koar-koar yang menyudutkan para pejuang Islam semacam itu biasanya malah berasal dari orang-orang yang sebenarnya pengecut, mereka tidak berani melawan kemaksiatan, tidak mau memperjuangkan Islam, dan bahkan mungkin tidak mau menerima Islam secara kaffah (sepenuhnya).

Ijtihad yang dilakukan para pejuang Islam dimanapun berada, seharusnya tidak perlu dipersalahkan dan dijelek-jelekkan. Para pejuang itu memang bukanlah malaikat yang tanpa dosa. Kesalahan-kesalahan dalam tindakan mereka pasti ada, tapi itu lebih baik daripada para pengecut yang diam melihat kemaksiatan di daerah mereka. Para pejuang yang berijtihad dan salah maka berpahala satu, sedangkan yang benar berpahala ganda.

Para pengecut itu selalu mencari-cari kesalahan hasil ijtihad orang lain, padahal dia sendiri tidak melakukan apapun dan tidak punya solusi apapun dalam menghadapi permasalahan yang ada. Orang-orang semacam itu termasuk orang-orang yang sangat merugi dan pantas untuk diberi pertanyaan; Apa saja yang telah dilakukannya sebagai bagian ummat Islam dalam menghadapi kemaksiatan? Sudahkah turut serta berusaha mengishlah dan berdakwah kepada ummat? Atau jangan-jangan dia tidak melakukan apapun selain berkomentar jelek dan menjelek-jelekkan orang lain yang berani bertindak menyelesaikan masalah. Pantas kiranya bagi manusia semacam itu mendapat sebutan NATO (Not Action Talk Only). Naudzubillah.

Mungkin sebagian besar ummat Islam turut mempertanyakan tindakan-tindakan peledakan bom dan bentuk-bentuk kekerasan serta ketegasan terhadap kemaksiatannya lainnya di wilayah yang bukan wilayah perang. Apa diperbolehkan?

Kalaulah kita menyatakan tidak setuju dan menganggap ijtihad semacam itu salah, maka itu adalah bagian dari penafsiran dan bagian dari kompleksitas permasalahan. Namun, sekali lagi perlu ditekankan, janganlah menjadi bagian dari orang-orang yang menghujat tindakan orang lain. Selain itu, ketidaksamaan pendapat atau perbedaan pendapat tidak harus berujung pada penghujatan ijtihad orang lain. Padahal, mereka yang melakukan penghujatan itu juga tidak jelas kontribusinya dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berkembang.

Umat ini seharusnya bersatu, meskipun ada cabang-cabang ide dan bentuk-bentuk penyelesaian masalah yang berbeda. Kalau tidak bisa ikut bertindak dan tidak mau berpartisipasi atau tidak mempunyai solusi dalam membantu ummat, lebih baik diam menyimak dan belajar, jangan menjegal usaha orang lain. Semoga ummat ini dijauhkan dari pertikaian dan perpecahan akibat rongrongan para pengecut yang suka menjegal ijtihad saudaranya. Amien.

Bangga Jadi Miskin

Desember 9, 2008 oleh t724626

Kebiasaan masyarakat Indonesia, kreatif mempergunakan kesempatan. Namun, kesempatan yang dimaksud di sini adalah hal-hal yang kurang baik dan cenderung memalukan. Entahlah, mungkin karena taraf pendiikan yang terlalu rendah, atau salah arah pendidikan. Kian hari, kian banyak bertebaran generasi-generasi pengemis, pemalas, tidak berpengetahuan, dan berpikiran instan.

Perhatikan berbagai even yang digembar-gemborkan memberikan hasil instan dan cepat tanpa perlu banyak keluar modal dan usaha. Yang penting bisa untung, entah prosesnya gimana terserah, mungkin demikan pemikiran mereka. Hal-hal demikian ini dapat kita temui dalam berbagai bentuk, baik yang halal maupun yang haram. Contohnya dalam hal yang haram, merebaknya berbagai bentuk perjudian skala kecil semacam perjudian tukang becak dan preman pasar pakai kartu maupun domino dengan omset kecil, sampai taraf level tingkat tinggi pakai mesin judi slot dan rollet dengan omset jutaan. Ada pula bentuk-bentuk perjudian terselubung melalui media elektronik, termasuk penggunaan SMS premium yang berharga mahal dan diundi dengan iming-iming hadiah besar, padahal tidak semuanya mendapatkan hasil. Lebih banyak dari mereka yang rugi dan sekedar ditipu saja. Para penjudi ini berdalih untuk menambah penghasilan, mereka berusaha mendapat kesenangan dan terbuai harapan mendapatkan keuntungan secara instan. Itulah para pemalas.

Dalam bentuk yang halal dan baik juga demikian adanya, banyak manusia yang kreatif dan pintar mengakali. Liat aja kasus-kasus BLT, orang-orang pada berebut untuk dimasukkan dalam daftar orang miskin agar menerima uang instan. Mereka berlagak jadi orang miskin di bawah garis standar hidup, padahal punya TV, kulkas, rumah lumayan, bahkan punya perhiasan emas. Ada lagi even pembagian zakat fitrah, zakat maal, daging kurban, dan sebagainya. Banyak yang berlomba-lomba menuju kemiskinan. Mereka turut antri dan berdesak-desakan dengan orang-orang lainnya yang memang berhak menerima pembagian itu. Mereka tidak punya malu lagi, tidak merasa bahwa kelakuan-kelakuan semacam itu adalah salah dan memalukan. Persis juga dengan orang-orang yang pura-pura miskin kemudian berkeliling kota mencari-cari sumbangan mengatasnamakan yayasan yatim piatu, dan sebagainya. Sedangkan orang-orang yang benar-benar miskin susah hidup dan harus bersaing penghidupan dengan para penyerobot kreatif tadi.

Demikianlah, banyak di sekitar kita, manusia yang kreatif sedemikian, tidak punya malu menyerobot hak-hak saudaranya yang lain yang benar-benar miskin. Hal ini sebenarnya adalah juga salah satu jenis korupsi yang makin kuat mengakar dalam tingkah laku bangsa kita. Lantas kenapa negara tidak bersungguh-sungguh mengelola keuangan yang berasal dari zakat, sumbangan, infaq, pajak, dan lain sebagainya untuk alokasi penghidupan kaum miskin dan anak terlantar. Padahal kaum miskin dan anak terlantar seharusnya menjadi tanggungan negara. Beberapa waktu lalu telah diadakan peraturan pelarangan memberikan uang kepada pengemis dan gelandangan di jalanan kota-kota besar, tetapi solusi untuk mengcover penghidupan mereka tidak dioptimalkan, demikian pula tunjangan pendidikan gratis, kesehatan gratis, dan lain sebagainya susah diperoleh oleh kaum miskin.

Lantas keuangan ini kemana mengalirnya??? Apakah masuk kantong pejabat atas alias di korupsi???

Begitu pula pembagian kurban, zakat, BLT, dan sebagainya, sepertinya masih banyak salah sasaran, termakan orang-orang yang memiskinkan diri dan tukang serobot hak orang-orang lain yang seharusnya menerimanya. Hal-hal semacam ini kenapa tidak ditertibkan??? Atau memang dikondisikan demikian agar manusia-manusia Indonesia tetap menjadi generasi pemalas, tidak tahu malu, dan jadi tukang serobot. Mulai dari pejabat atas hingga komunitas rakyat jelatanya mengakar sikap korupsi dan sifat tidak tahu malu.

Naudzubillah.

Kapan berubah???

Selamat Idul Adha 1429, semoga penuh barakah. Amien.

Stories 4 You:

Desember 8, 2008 oleh t724626
1. Prophet Muhammad and The Wrestler

Rukanah was a famous wrestler of his time in Arabia. He had won many wrestling bout and his name had become a terror in his profession. Nobody dared to face him. This made Rukanah mighty proud of his strength and valour.

When the Holy Prophet Muhammad (peace be upon him) conveyed the teachings of Islam to his followers, Rukanah was also there. He threw a challenge to the great prophet and said, “Wrestler as I am, I shall not accept you as a messenger of God and embrace Islam unless you defeat me in a wrestling bout”. Brave and fearless as our Prophet was, he accepted the challenge without hesitation. And why should he hesitate when he feared none but Allah. Thrice, the Holy Prophet knocked down the proud wrestler Rukanah. Losing the fight, Rukanah realized the difference. He was ashamed of his unwise challenge. Faith with he recited the Syahadah: “There is no God but Allah and Muhammad is Allah’s messenger”, and embraced Islam.

2. Matchless Forgiveness

Prophet Muhammad (peace be upon him) was sleeping under a tree one day. Da’sur, a hostile horseman happened to pass that way. He jumped down the faithful animal and pulled out his sword to put the enemy of his gods to death. Awaken by he noise, the prophet opened his eyes, and saw a sword shining over his head. “Who will save you now?”, cried the unbeliever with a look of triumph. “Allah!”, was he confident reply of the Holy Prophet.

These words struck the unbeliever with great terror. He began to tremble and his sword fell down. The Prophet got up with the same sword in his hand and said to Da’sur, “But who will save you now?”. “None”, replied the idol worshipper. “No?”, replied the Prophet with a smile on his face. “You are entirely mistaken. My God will save you, just as He has saved me. Here is your sword, have it, and go your way”. The unbeliever was filled with great surprise at this strange forgiveness for his insolence. He tried to go away, but could not do so without embracing Islam.

Forgive those who deserve no forgiveness اعف من لا يستحق له الإعفاء