Arsip untuk Oktober, 2007

Year Calculation

Oktober 9, 2007

  1. A solar year or called “Syamsiyah” in Arabic is a year calculation according one period time of earth to revolve around the sun or circles the sun one time. While a lunar year or called “Qamariyah” in Arabic is a year calculation by analyze the time for the moon to make 12 times circles the earth.
  2. The long of the month on solar year fixed according the exact rules except for February 28 days became 29 on long year calculation, so the problem is none. But, the months fixation on lunar year is sets through analyzes into the last month calculation (month before), it can be 29 days or sometimes became 30 days with the obligation to sets the new month in every month cycles by analyzing the end of the month before and starting again the new month by seeing the first visible crescent (in Arabic called “Hilal”).
  3. The day on the solar year calculation (A.D. and also the other same kind calculations) starts since 24.00 or 00.00 o’clock midnight, but for the lunar year calculation (Hijri and also the other same kind calculations starts the day from the sunset).
  4. On the solar year calculation found the date line called “the international date line”, sets up on 0 o line through Greenwich England and 180 o through Bering Strait between Asia and America, which separates as all countries between 0 o – 180 o faster the date than all countries between 180 o – 360 o. This international date line stay at place forever never get changed because the solar year calculation just take attention into 2 sky objects, the sun and the earth, and also as the international deal, the 180 o line sets up at Bering Strait because it is closely enough with earth’s 180 o longitude. While on lunar year calculation especially Hijri calendar there are differences date line called “the international Islamic date line” which always changes the place / moving / shifting every its new month. This condition happen because of this calendar system take attention into 3 sky objects, the earth, the moon, and the sun, make it more complex. If for a certain times the lunar date line close enough with the solar date line, there are big possibility to get a same new month in one day. But, sometimes when the solar date line and lunar date line located far away each other or located on the other side of the earth, not in the same position, that’s making some places on earth get its new moon late one day than the other side.
  5. Discussing the fixation of a new month on the lunar year especially Islamic Hijri for sure actually was fixed easily with latest astronomic technology to do some calculation (in Arabic called “hisab”) which was very good in accuracy and technically with no problem any more. What often blooming the problems is when sets the new month concerned with religion tradition (“ibadah”) of Ramadan and Syawwal, which because of many differences of thought (“khilafiyah”) between the experts and many Ulema about the way to fixing the new month and also interpretation above al-hadist which guides the followers to sets the new and the end of Ramadan by seeing the first visible crescent. Some of them use the “mathla’” theory, some use “wilayat-l-hukmy”, some use one visible crescent for all earth, and many others “khilafiyah” on it.
  6. Just like we all knew, the lunar year period is same with 12 time for the moon goes around the earth, and at the same time the earth rotating on its place point which is make day and night, and also earth goes around the sun resulting / providing dates on solar year period. Because of the moving and interaction from those 3 sky objects, sometimes moon reflecting sun’s light which made it looks as a new visible crescent and for the next became bigger until full moon and later smaller again then disappear for a few days and came back as a new visible crescent again to indicate the new month on the lunar year calendar. This term “first visible crescent” or “new moon” in Islam known as “Hilal” just like what God said in Q.S. Al Baqarah 189 which means: “They ask thee (O Muhammad), of new moon. Say: “They are fixed seasons for mankind and for the pilgrimage. …”. So, on the lunar year calendar the point is the cycles of the month sets by to analyze the new moon or “Hilal” by mankind at their own place (according to the “mathla’”) which is we can say with another word, for the place which can’t see the “Hilal” can’t get into the new month yet, but must make estimation just like al-hadist from Bukhari-Muslim which mean: “Do fasting after you see the Hilal and Eid because you see the Hilal. If the sky covered by cloud, do estimation”. The interpretation of “covered by cloud” is if at that place we can’t see the Hilal because of cloud or with the early estimation predicted impossible to see the Hilal. While “do estimation” (“faqduruu lahu”) means completing the last month into 30 days or make astronomical calculation, these are the order and choices from the prophet. Beside that, inside Q.S. Yunus 5, Allah said which mean: “… and measured for moon stages, that ye might know the number of the years, and the reckoning (time) …”. This is strengthening to sets the new month by moon stages measured or “manzilah-manzilah” which not same for every places on earth, and also sometimes make differences between one place with another places to sets up the new month in Hijri calendar.
  7. The conclusion is some location or places for sure was get into new month if from that location we can see the “Hilal” (still above the sun before sunset or just after sunset), and the location in the back which can’t see the Hilal, impossible to impose / to putting the new month system into effect following the location in front of its, but must waiting until that location seeing the Hilal came on that location for the next day (where as for the next day the Hilal was greater its wasn’t a problem because for that exact location / certain location definitely can’t see the Hilal on yesterday / invisible). This lunar date line sets up by “manzilah-manzilah” which seen from location when the moon and the sun goes down together, and this lunar date line wasn’t lay down / deployment north-south or east-west but tilt / not straight and curving following the sight toward moon’s position and moving / shifting every month.
  8. So, lets us (especially Moslems) to remain calm about the differences setting the new month on Hijri calendar positively and objectively. Don’t push another to accept our own way to do Syawwal together or blaming whose have other thoughts. I hope this article useful and we can keep our faith pure. Amiens.

Penanggalan

Oktober 9, 2007

  1. Satu tahun matahari atau disebut dalam bahasa arab tahun syamsiyah adalah perhitungan tahun berdasar satu periode yang diperlukan bumi untuk mengelilingi matahari / berevolusi. Sedangkan tahun rembulan atau qamariyah adalah waktu yang diperlukan rembulan (moon) untuk mengelilingi bumi sebanyak 12 kali putaran. (Disini dipakai kata rembulan untuk lunar/moon, untuk membedakan dengan bulan yang berarti month).
  2. Penentuan jangka waktu setiap bulan (month) pada tahun matahari telah ditetapkan sesuai ketentuan kecuali Februari yang 28 hari akan menjadi 29 hari pada tahun kabisat, sehingga tidak ada masalah. Sedangkan penetapan jangka waktu setiap bulan di tahun rembulan harus ditentukan melalui analisa terhadap bulan sebelumnya, kadang 29 dan kadang 30 hari dengan keharusan merujuk pada penutupan bulan sebelumnya yaitu ketika muncul bulan sabit dalam menentukan awal bulan setiap pergantiannya (dalam bahasa arab disebut hilal).
  3. Penentuan hari pada tahun matahari (tahun masehi maupun tahun-tahun sejenis lainnya) dimulai pada jam 24.00 atau 00.00 tengah malam. Sedangkan pada penanggalan tahun rembulan (hijriyah maupun tahun-tahun sejenis lainnya) dimulai pada saat matahari terbenam.
  4. Pada penanggalan tahun matahari dibentuk garis batas tanggal internasional yang letaknya selalu tetap yaitu garis 0o yang melewati Greenwich Inggris dan 180 o yang melewati selat Bering diantara Asia dan Amerika, sehingga semua negara diantara 0 o sampai 180 o lebih cepat sehari daripada yang berada di 180 o sampai 360 o. Garis batas ini tidak pernah berpindah-pindah atau bergeser karena penanggalan tahun matahari hanya memperhatikan 2 benda langit saja yaitu bumi dan matahari dan kesepakatan internasional meletakkannya garis batas 180 o di Bering karena berimpit dengan bujur 180 o bumi. Sedangkan pada penanggalan tahun rembulan ada garis batas tanggal juga yang letaknya selalu berubah atau bergeser setiap bulannya. Hal ini dikarenakan sistem penanggalan tahun rembulan memperhatikan 3 benda langit yaitu bumi, bulan, dan matahari, sehingga lebih kompleks. Jika kebetuan pada suatu waktu terjadi garis tanggal rembulan ini berimpit dengan garis tanggal matahari, maka kemungkinan besar akan diperoleh awal bulan pada hari yang sama. Namun, suatu ketika pula bisa jadi garis tanggal matahari dan garis tanggal rembulan terletak di belahan bumi yang berjauahn atau terletak pada sisi yang tidak sama, maka sebagian bumi mendapati awal bulan sehari lebih lambat daripada sisi bumi yang lain.
  5. Penentuan awal bulan pada penanggalan tahun rembulan ini sebenarnya telah dapat ditentukan secara gampang melalui perhitungan (hisab) mempergunakan teknologi mutakhir yang telah ada dan keakuratannya sangat bagus sehingga secara teknis sebenarnya tidak ada lagi permasalahan. Namun, yang sering memunculkan permasalahan adalah ketika menentukan awal bulan yang menyangkut ibadah (terutama islam) yaitu awal Ramadhan dan Syawwal, karena banyak terjadi perbedaan pendapat (khilafiyah) diantara para ahli yang menguasai cara-cara penentuan awal bulan pada tahun hijriyah serta perbedaan tafsiran terhadap hadist rasul yang menetapkan bahwa awal dan akhir Ramadhan ditentukan melalui penampakan hilal. Ada yang berpendapat bahwa ada pembagian wilayah sendiri-sendiri dalam mengikuti penampakan hilal, dan ada yang menyatakan bahwa seluruh bumi harus mengikuti satu penampakan hilal yang dilihat disatu daerah saja, dan banyak pula bentuk-bentuk perbedaan lainnya.
  6. Seperti diketahui, bahwa satu tahun rembulan adalah jangka waktu 12 kali rembulan mengelilingi bumi, dan pada saat yang sama bumi berputar pada sumbunya sehingga terjadi siang dan malam, serta bumi mengedari matahari menghasilkan tanggal-tanggal tahun matahari. Karena gerakan 3 benda inilah maka pada suatu waktu bulan memantulkan sinar matahari yang berbentuk sabit yang sangat tipis dan berangsur membesar menjadi purnama kemudian mengecil kembali untuk menghilang dan kemudian berulang lagi muncul sabit tipis menandakan awal bulan berikutnya pada penanggalan tahun rembulan. Istilah bulan sabit dalam islam disebut “hilal” seperti tercantum dalam Q.S. Al Baqarah 189 yang bermakna: “Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hilal. Katakanlah: “Hilal itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan berhaji; …”.” Dari sini diperoleh kesimpulan bahwa yang menjadi acuan adalah bahwa pergantian waktu (bulan dan tahun) ditentukan dengan melihat hilal oleh manusia di tempat masing-masing (mathla’) sehingga dengan kata lain, bagi daerah yang belum melihat hilal belum boleh masuk bulan baru, harus melakukan pengkadaaran, seperti dalam hadist Bukhari-Muslim: “Berpuasalah setelah melihat hilal dan berlebaranlah karena melihat hilal, dan jika langit tertutup awan lakukanlah pengkadaran”. Penafsiran “langit tertutup awan” adalah bahwa di daerah tersebut terjadi awan yang menutupi pandangan ataupun secara perhitungan (hisab) belum memungkinkan melihat penampakan hilal. Sedangkan “lakukanlah pengkadaran” (faqduruu lahu) adalah menyempurnakan hitungan menjadi 30 hari atau melakukan perhitungan (astronomi), itulah pilihan yang telah diberikan oleh rasul. Selain itu di dalam Q.S. Yunus 5 bermakna: ”… dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah bagi perjalanan rembulan, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu) …”. yang menegaskan bahwa dalam perhitungannya telah dinyatakan oleh Allah bahwa untuk menentukan awal bulan juga memperhitungkan manzilah-manzilah yang tidak sama di setiap daerah di muka bumi ini, sehingga seharusnya dianggap wajar jika terjadi ketidaksamaan dalam memulai awal bulan baru dalam tahun hijriyah.
  7. Kesimpulannya suatu lokasi atau daerah dipastikan telah memasuki bulan baru untuk penanggalan hijriyah, jika di lokasi tersebut hilal telah terlihat (masih di atas ufuk pada saat matahari terbenam), sehingga lokasi di belakangnya yang tidak melihat hilal tidak mungkin diberlakukan awal bulan mengikuti lokasi di depannya dan harus menunggu mendapati hilal dilokasinya sendiri pada hari berikutnya (kecuali jika garis batas tanggal tahun rembulan berimpit dengan garis tanggal tahun matahari). Meskipun pada hari berikutnya tersebut hilal telah membesar, namun di daerah yang tertinggal tersebut memang baru pada hari itu hilal terlihat karena pada hari sebelumnya hilal belum nampak, maka baru pada hari itulah daerah tersebut memasuki awal bulan baru. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa garis batas tahun rembulan ini ditentukan oleh manzilah-manzilah yang di suatu lokasi di muka bumi tersebut rembulan dan matahari terbenam secara bersama-sama dan bentuk garis ini tidak membujur utara-selatan atau timur-barat, namun miring dan melengkung mengikuti pandangan terhadap letak rembulan dan selalu bergeser setiap bulannya.
  8. Oleh karena itu, marilah kita sikapi perbedaan penentuan awal bulan dalam islam ini secara baik dan objektif, tidak memaksakan kehendak untuk menjalankan awal Syawwal secara bersamaan ataupun mempersalahkan yang memiliki perbedaan pendapat. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjaga keimanan kita. Amien.