Arsip untuk November, 2007

Malaysia=Malingsia

November 28, 2007

Kata kata ini belakangan makin santer terdengar dan makin menjadi trend setelah diperkenalkan di berbagai website dan media massa. Malingsia merupakan sebuah plesetan untuk menyebut negara Malaysia. Malingsia terdiri dari kata “maling” dan “sia” untuk merubah kata-kata “malay” dan “sia”. “Maling” merupakan kata-kata dari bahasa Jawa yang artinya adalah “Pencuri”. Plesetan ini berkembang setelah adanya beberapa kali usaha dari pemerintah Malaysia untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak meyenangkan dan termasuk juga unsur pelecehan terhadap negara tetangganya yaitu Indonesia. Plesetan ini merupakan salah satu respon masyarakat Indonesia atas sikap yang tidak berbudi dari pemerintahan negara itu.

Dipihak pemerintah indoneeia sendiri seringkali terdengar kecaman atas ketidak-bijaksanaan pemerintah Malaysia tersebut yang mengaku sebagai tetangga yang baik tapi ternyata tidak punya etikat dan etika yang baik sebagai tetangga. Di samping itu, sebagai negara Asia Tenggara yang berakar budaya sebagai negeri Malay (Melayu) seharusnya menunjukkan sikap ketimuran dan norma akhlaq yang tinggi, namun pada kenyataannya banyak sikap-sikap pemerintah Malaysia yang menodai kepercayaan dan norma tersebut. Sebagai saudara serumpun dan tetangga dekat, mereka ternyata jauh dari budi luhur yang seharusnya dijunjung tinggi sebagai bangsa Melayu.

Beberapa tahun terakhir ini semakin banyak kejadian dan hal-hal yang memperlihatkan keburukan sikap pemerintah Malaysia. Banyak hal yang seharusnya menjadi milik tetangganya (Indonesia), tapi dicuri oleh negara Malingsia, diantanya:

  1. Malingsia mencuri gugusan kepulauan diperbatasan Indonesia, yaitu Sipadan dan Ligitan yang pada hakikatnya adalah pulau terluar Indonesia seperti yang telah tercantum secara jelas dan disepakati secara internasional dalam Perjanjian Djuanda tahun 1957 yang menyatakan dan menetapkan bahwa luas laut teritorial Indonesia sejauh 12 mil laaut diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik terluar dari pulau terluar Indonesia pada saat surut atau batas ketinggian air laut paling rendah. Dari kesepakatan ini kepulauan Sipadan Ligitan merupakan wilayah yang masuk wilayah teritorial Indonesia, namun dengan berbagai cara dan manipulasi maka kedua pulau tersebut diambil alih oleh Malingsia dan bahkan akibat keterlambatan Indonesia melihat pengambilalihan tersebut menjadikan Indonesia terlihat kalah dalam diplomasi dan mengakibatkan dunia internasional terbawa opini Malingsia tersebut dan memberikan pengakuan atas Sipadan dan Ligitan sebagai milik Malingsia.
  2. Malingsia berusaha mencuri landas kontinen Indonesia. Ketika beberapa waktu lalu Indonesia diguncang gempa dan tsunami besar (Aceh dan Sumatra utara), ternyata Malingsia tidak punya sense atau rasa kebaikan sebagai tetangga dan saudara serumpun, tapi disaat pemerintah Indonesia berkonsentrasi terhadap pemulihan Aceh dan Sumatra utara, mereka malah melakukan penetrasi terhadap perbatasan laut Indonesia dengan mengirimkan kapal laut dan pesawat terbang AL negara Malingsia tersebut memasuki wilayah Indonesia tanpa izin dengan maksud untuk memprovokasi dan juga mencoba untuk mengambil alih lahan minyak di laut perbatasan di dalam teritorial maupun di daerah landas kontinen Indonesia, yaitu blok Ambalat yang sangat kaya menyimpan cadangan minyak. Padahal, menurut hukum dan Ketetapan Internsional telah jelas menyatakan bahwa daerah itu merupakan wilayah yang hanya boleh dieksploitasi dan dimanfaatkan oleh Indonesia. Perjanjian landas kontinen internasional atas Indonesia pada 1969 menyatakan bahwa segala sumber mineral dan kekayaan alam lainnya yang terdapat pada dasar laut dan tanah dibawahnya diwilayah landas kontinen Indonesia yang mencakup wilayah laut sejauh 200 mil laut diluar wilayah teritorial Indonesia.
  3. Malingsia mencuri batik yang berasal dari Indonesia dan semenjak dahulu kala telah menyatu dengan kebudayaan Indonesia. Mereka menyatakan bahwa batik sebagai kebudayaan asli negara Malingsia tersebut, padahal segenap penjuru dunia telah mengetahui dan fakta juga membukti dengan jelas bahwa batik merupakan hasil kebudayaan asli Indonesia. Seharusnya mereka menganalisis dan memperhatikan kembali kenyataan bahwa sebenarnya kebudayaan Melayu berakar dari Sumatra Indonesia, bahkan yang membuka lahan dan membuat kota Kuala Lumpur serta memajukannya adalah tokoh melayu Sumatra yang makamnya ada di Indonesia (kalau tidak salah ada di Riau).
  4. Malingsia mengklaim lagu Rasa Sayange dari Maluku Indonesia sebagai karya mereka. Padahal semua warga negera tersebut tahu semenjak dahulu kala bahwa mereka dekat dengan lagu tersebut bukan karena diciptakan oleh kesenian mereka sendiri, namun karena berkualitas tinggi dan mudah dihayati yang pada hakikatnya berasal dari Indonesia. Jika mereka ditanya dari hati nurani dan diminta untuk jujur pastilah akan mengakuinya.
  5. Malingsia mengklaim kesenian Reyog Ponorogo sebagai kesenian mereka, padahal dunia sudah semenjak dahulu kala mengakui bahwa reyog adalah kesenian asli dari Ponorogo Indonesia. Ini bisa dikuatkan dengan berbagai sejarah dan melihat akar terbentuknya kesenian reyog di Ponorogo, yang bisa dilihat dari berbagai referensi sejarah di dunia ini. Apakah Malingsia tidak malu melakukan tindakan seperti itu??. Bisakah negara Malingsia membeberkan asal akar kebudayaan reyog?? Kebohongan pasti akan terungkap. Pasti mereka tidak bisa menjelaskan dan tidak mungkin bisa menjelaskan, karena Reyog bukanlah kebudayaan Malingsia tapi merupakan kebudayaan asli dari Ponorogo Indonesia.

Penjelasan-penjelasan diatas, tentang pencurian yang dilakukan Malingsia ternyata tidak cukup sedemikian. Pencurian-pencurian yang dilakukan pemerintah Malingsia ini diikuti pula dengan sikap-sikap tidak etis dan tidak senonoh lainnya, diantaranya:

  1. Dalam usaha Malingsia untuk mengambilalih teritorial laut dan juga kekayaan di blok Ambalat beberapa waktu lalu setelah Indonesia diguncang gempa dan tsunami besar (Aceh dan Sumatra utara), ternyata Malingsia juga melakukan pemukulan terhadap pekerja-pekerja Indonesia yang sedang membangun suar diperbatasan agar menghentikan pekerjaan mereka. Pembangunan suar yang dibangun Indonesia dipergunakan untuk melengkapi dan memperjelas perbatasan teritorial laut Indonesia. Malingsia takut jika suar tersebut makin banyak dan lengkap, mereka tidak akan bisa mencuri wilayah perbatasan Indonesia lagi. Maka dari itulah Indonesia tidak mau kecolongan dan kecurian lagi sehingga perbatasan laut Indonesia makin diperjelas yang salah satunya dengan pembanguanan suar di batas wilayah teritorial laut yang berbatasan dengan Malingsia.
  2. Malingsia sangat rendah memandang warga negara Indonesia, yang terbukti dengan ketidakmauan pemerintah Malingsia untuk memberikan perangkat hukum yang memadai dalam melindungi hak-hak warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di negara tersebut (TKI), dan tidak pernah seimbang atau tegas dan adil dalam menghukum warga negara mereka sendiri ketika melakukan pelecehan atau pelanggaran hukum terhadap warga negara Indonesisa. Bahkan kemudian dikembangkan istilah INDON yang berkonotasi buruk dan melecehkan untuk menyebut pekerja dari Indonesia ataupun warga negara Indonesia sebagai warga kelas bawah yang hak dan perlindungan hukumnya lebih rendah dari warga negara mereka sendiri.
  3. Malingsia beberapa kali membiarkan terjadinya kasus pelecehan dan penyiksaan warga negara Indonesia yang tidak diselesaikan secara tuntas dan adil. Banyak pekerja Indonesia yang disiksa majikannya, pulang dalam keadaan lumpuh, ataupun bahkan dalam keadaan jadi mayat yang kemudian dinyatakan sebagai bunuh diri atau sakit parah, dsb, serta banyak pula yang tidak memperoleh gaji yang seharusnya, serta minim perlindungan keselamatannya. Bahkan wasit beladiri Indonesia yang berkelas internasional pun dipukuli polisi Malingsia tanpa ada alasan yang jelas dan sangat tidak sewajarnya dilakukan penegak hukum.
  4. Dan lain sebagainya.

Nah, dengan beberapa hal ini, masih punya nuranikah warga Malaysia untuk melawan ketidakbijaksanaan pemerintah mereka, yang jelas sangat mencoreng nilai budaya dan norma budi pekerti orang melayu. Ataukah mereka juga sudah sama saja seia sekata dengan pemerintahan mereka yang sudah tidak punya nurani dan merendahkan negara lain, padahal negara yang dilecehkannya itu masih serumpun dan juga tetangga dekat?

Semenjak dahulu pemerintah negara tersebut (Malaysi) telah seringkali menghina Indonesia. Itu pula mengapa Bung Karno meneriakkan slogan “Ganyang Malaysia”. Masih perlukah para birokrat Indonesia mendiamkannya dengan berbagai alasan?

Artikel ini bukan untuk menghakimi dan menghina satu pihak, namun sekedar memberikan gambaran realita dan bukti secara objektif atas ketidakbijaksananan tetangga yang tidak menghormati tetangga. Pantaskah orang ynag tidak mau menghormati tetangga dan merendahkan tetangganya untuk dihormati??

Jawablah dengan hati nurani dan pikiran objektif. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amien.

Light of Muhammad

November 15, 2007

The knowledge about Nur Muhammad or the Light of Muhammad mostly known from Tasauf books, Sufism, metaphysics expert, or in the certain sect only. This idea said if the first beginning creation of the universe is begun from the Light of Muhammad which later or for the next, divided more into many other creation depend on the ulema says in certain sect.

Much other spreading knowledge associated or related with this idea the Light of Muhammad in this earth, there are Barelwi’s sect (which was judged as mislead sect/ lead their followers astray by mostly ulema) which even say if Muhammad wasn’t the ordinary human but his beginning creation is from the light (nur) which was taken from the light of Allah (the God). For this statement, they interpret the Holy Quran and Hadist as what they want without following the right pattern and rules (qaidah) as the “stand by knowledge” to support it, and also creates many fake Hadist.

There is also syia sect which make a concept of 5 branches from the Light of Muhammad (Muhammad the prophet, Ali bin Abi Thalib, Fatima, Hasan, Husain) which they said was created before earth and other creations.

Beside those two sects, there are some Sufism sect and Tasauf expert whose thought wrong also about the Light of Muhammad. But, if we seen carefully, they never use Hadist shahih (Hadist from best category) and the sanad not connected into the prophet as their basic opinion or idea about the Light of Muhammad.

Some other opinion or idea said if the Light of Muhammad divided or classified into 4 pieces or parts, those are: lauh al mahfudz (the mother of the book), qalam (pen), arsy (Throne), and the fourth divided again into another creations and more other classification endless. Basically, the idea or definition and classification of the Light of Muhammad like that weren’t written in Hadist, but only a claim of interpretation and wrong conclusion.

Some other sect also said if the Light of Muhammad descended or bring down generation to the next generation (one after another), starting from Adam to Hawa (Eve) then born Syith and for the next moving from a holy man to the next other holy man through the holy women, until get into Abdullah bin Abdul Muthalib and into Muhammad the prophet. There are also another thought which stating (make statement) if Allah was creating tree from nur with it’s 4 branches, and above that branches, Allah placing the white and beautiful nur looks like peacock, and so on, and so on.

Does its true????????

Of course it doesn’t true. Its wrong thought. WRONG, FALSE, NOT RIGHT!!!!

The first creation which was created by Allah according the Hadist from best category is qalam (pen) which was storied by Tirmidzi and Abu Daud from Ubadah bin Samit from Muhammad the prophet. “Actually the first thing which was created by Allah is qalam …”. Meanwhile, the Hadist which stating nur Muhammad as the first creation didn’t connected into Muhammad the prophet. Ibnu Taymiyyah and Ibnu Katsir said if all Hadist which stating like that (nur Muhammad as the first creation) are fake and artificially. This is right on ijma’ (the agreement/ share the same views) most all Hadist experts.

One of the most famous opinions about nur Muhammad is from Abdul Razak’s book (he is from syia Rafidha sect) which was judged by all Hadist experts that the hadists whom he used are not right, and most of the ulema said if he is a liar. Even, some ulema which from the same sect or from other sects who’s take the Hadist from him make many terms or qualification for his Hadist collections. But, the world is round, more freaks and weird some idea more famous and taken by people whose didn’t understood the pattern and the right qaidah.

From many idea or opinion which explains about nur Muhammad and stating that nur Muhammad created from God’s light, and then from nur Muhammad created all other creation, this is for the next features thought of wahdatul wujud or the joining of creation and the creator. They didn’t differ again between the Creator (Abid) and creations (ma’bud), between the eternity or eternal substance and the mortal. This sect was including all creation into creator’s part or scope. This for sure misleads or not true which in Christian also known the Trinity concept with the 3 fragment of the God.

Many ulema get ripped off or deceived with this thought in the past time or in this modern time which will lead their followers astray/mislead, and they thinks that this is the extraordinary or specialty from Muhammad the prophet. But for sure, the idea that said if Allah is nur was wrong because nur is Allah’s creation which can’t be taken from creator’s essence. Makhluq (creation) and Khaliq (Creator) are very different. About these, many example explaining if nur is creation inside the Holy Quran, such as:

Al An’am 1 & 122, An Nur 40, etc.

It is impossible if the Creator and creations from the same essence. Some people wrong in interpreting the Holy Quran without the true pattern or qaidah (can’t differs balagha, haven’t the right language science, didn’t understand the reason of the coming of ayat, etc), and in the end the get the false result and mislead. So, if there are any opinion which stating if all creation are from nur it’s wrong and opposite with ayat from the Holy Quran and Hadist which stating if human from dust/soil, angel from light (nur), and evil from fire, etc.

If they try to interpret the ayat: …min ruhii, some of the meanings are:

  1. Blows the souls (ruh) on the creation of Adam that wasn’t mean from the part of Allah’s ruh.
  2. Giving living hood (rizqi) from Allah’s ruh wasn’t mean take from some part of Allah.

So, if the interpreter understood the rules (qaidah) and “the standby knowledge” well, the result will be great and it’s mean through the right way or pattern, but what happen now is the people who didn’t understood the qaidah and the knowledge of interpretation, but interpreting the Holy Quran stuck on what they imagine and what they want, so they will through the wrong way and at last became “ikhtilaful juhala” until the next generation.

The jumhur ulema from many madzhab or sect didn’t questioning or have a deal in the statement that nur Muhammad is symbolic definition just like definition of light shining the dark, etc. The Holy Quran quote or mention that Muhammad as nur (light) which shows means with the holy book of Allah, he set out to lead humanity to “the light of truth” the message of Islam that he conveyed to the world, not like the definition which said if Muhammad from nur (light and even starting the creation of all creation, etc.

Beside that, accusation if nur Muhammad moving from a prophet to the other prophet uncut until Muhammad the prophet is wrong. Some other people even said if that holy light (nur) in a row influent the heredity from one holy man through holy women and for more they said if there is superiority on the genetic because of that holy light (nur). That’s all is clearly and absolutely wrong. This idea didn’t see the history and many ayat from the Holy Quran or Hadist from the best categories, because the real there are many prophets whose have bad and awful father, unbeliever to the God, and even idols maker like Ibrahim’s father, etc. So, the heredity of all human didn’t influent by the light, and there are also no superiority on genetic because that light.

There are also exist some people who said if there are no one of the prophets from Qabil genetic because of the Qabil’s sins kill his brother, Habil. This statement also crash with The Holy Quran: surah Ali Imron (The Family of Imran) 164: “…by sending them a messenger of their own…”, and At Taubah (Repentance) 128: “There hath come unto you a messenger, (one) of yourselves…”, and Al Mukminun (The Believers) 32: “and We sent among them a messenger of their own…”, and etc.

So, all tribe (ummah) mankind have their own prophet who’s sent by Allah to change their own people even from Qabil genealogy or from Habil, or the other Adam’s son genealogy. Because in all tribes always happen when some people make a mistakes and sins as unbeliever. The sinner could be from Qabil genealogy or Habil genealogy, there is no superiority genetic in this matter. All tribe get their own prophet (prophet from each ummah) continuing uncut until the time when Muhammad sent by Allah to all of human (for all tribes of mankind). Surah Saba’ 28: “and We have not sent thee (O Muhammad) but unto all mankind…”, and Al Anbiya (The Prophets) 107: “We sent thee not save as a mercy for all peoples”.

So, please don’t get into the sect which creates story about nur Muhammad where some of them in the past time or even in this modern time creating fake Hadist, or using the weak Hadist more powerful than Hadist from best category, or interpreting the Holy Quran and Hadist with no right pattern.

Because of that, some point which must take attentions on this matter are:

  1. The Hadist which connecting with nur Muhammad none of them from the best categories (shahih), but under the weak categories.
  2. Storied or Hadist about nur Muhammad as the first creation opposite with many Hadist which stating that arsy and qalam (pen) are the first creation.
  3. The human creation doesn’t from the light like angels but from dust/soil.
  4. The word nur (light) which was lean into nur Muhammad is symbolic means, just like to metaphor/figurative/symbolic the religion as the light, or the Holy Quran as the light, etc.
  5. No matter how much we love the prophet, we should never put him in a position that was not granted to him by Allah.

(From many sources)

I hope this clarifies the matter and useful for all reader. Thank you for your attention and please thinks clear and objectively. Thanks.

Nur Muhammad

November 6, 2007

(berdasar uraian dari berbagai sumber)

Pengetahuan mengenai nur Muhammad hanya menonjol dalam kitab-kitab tertentu saja yang membahas pendalaman jiwa, seperti sufi dan tasawuf, atau pada madhab tertentu saja. Ide ini menyatakan bahwa kejadian pertama alam semesta adalah berawal dari nur Muhammad yang kemudian terpecah-pecah lagi menjadi berbagai jenis sesuai dengan bentukan pemahaman masing-masing pihak berdasar keterangan para ulama mereka masing-masing.

Pemahaman-pemahaman lanjutan yang berhubungan dengan nur Muhammad di bumi ini, ada golongan Barelwi (yang telah divonis sesat oleh jumhur ulama) yang bahkan menyatakan bahwa Muhammad bukanlah manusia biasa, namun kejadiannya berasal dari nur yang diambil dari nur Allah. Untuk mendukung cerita mereka ini, mereka banyak menafsirkan Alqur’an sekehendak hati tanpa mengikuti pedoman ilmu dan qaidah yang seharusnya serta banyak memalsukan hadist mengenai nur Muhammad ini.

Ada pula kaum Syiah yang mendefinisikan konsep 5 nur dari nur Muhammad yaitu (Nabi Muhammad, Ali, Fatimah, Hasan, Husain) yang dikatakan telah terlebih dahulu diciptakan sebelum bumi.

Selain dua golongan itu, ada pula sebagian kaum sufi dan ahli tasawuf sunni yang berpikir salah mengenai nur Muhammad ini. Namun, jika diperhatikan seksama maka mereka tidak pernah memakai hadist shahih atau sanad bersambung hingga rasul sebagai dasar pendapat mereka mengenai nur Muhammad, sehingga cenderung kepada penarikan kesimpulan saja dan berdasar penafsiran yang tidak sesuai qaidah.

Sebagian pendapat lagi menyatakan bahwa nur Muhammad dibagi empat bagian utama, yaitu lauh al mahfud, qalam, arsy, dan yang terakhir dibagi lagi menjadi berbagai hal di dunia ini, dan seterusnya, dan seterusnya. Pada dasarnya, pemahaman dan pendefinisian serta pembagian-pembagian nur Muhammad seperti itu bukanlah tertulis dalam hadist, namun hanya sebatas kesimpulan saja. Sebagai contoh, ketika ada hadist yang menyatakan qalam merupakan yang pertama diciptakan maka mereka berpendapat, bagaimana bisa digunakan jika tidak disiapkan terlebih dahulu tempatnya (lauh al mahfud), dan lain sebagainya.

Ada pemahaman lanjutan yang menyatakan bahwa nur Muhammad diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya, yaitu mulai Adam ke Hawa kemudian melahirkan Syith lalu pindah lagi ke laki-laki mulia berikutnya melalui pula wanita-wanita suci mereka hingga kemudian sampailah kepada Abdullah bin Abdul Muthalib dan kepada Muhammad.

Ada golongan lain yang katanya berdasarkan sebuah hadist yang menyatakan bahwa Allah telah menjadikan pohon nur dari nur-Nya dengan 4 dahan, kemudian nur Muhammad diciptakan pula dari nur-Nya yang berwarna putih dan berbentuk merak yang diletakkan diatas pohon tadi, ….. dan seterusnya.

Apakah benar demikian??????????????????????

Tentu saja TIDAK, TIDAK, dan TIDAK !!!!!!!!

Makhluq yang mula-mula diciptakan Allah menurut hadist shahih adalah qalam, diriwayatkan Tirmidzi dan Abu Daud dari Ubadah bin Samit dari Muhammad saw :”Sesungguhnya perkara yang mula-mula sekali diciptakan Allah ialah qalam, …”.

Sementara, hadist yang menyebutkan nur Muhammad sebagai awal penciptaan tidak bersambung sanadnya kepada Muhammad saw. Bahkan, Ibnu Taimiyah dan Ibnu Katsir menyatakan bahwa semua hadist yang menyatakan demikian (nur Muhammad sebagai awal penciptaan) adalah palsu dan dibuat-buat/diada-adakan. Hal ini disepakati oleh jumhur ulama hadist.

Salah satu pendapat yang salah mengenai nur Muhammad yang terkenal adalah dari buku Abdul Rozak yang bermadhab Syiah Rafidhah yang oleh jumhur ulama hadist dinyatakan bahwa hadist yang dipakai tidak benar, dan sebagian besar ulama menyatakan dia sebagai pembohong. Bahkan, beberapa ulama semadhab yang mau menerima hadist darinya menetapkan banyak persyaratan terhadap riwayatnya. Namun yang namanya dunia, makin aneh suatu ide akan semakin terkenal dan diambil oleh orang-orang yang tidak paham tentang qaidah dan aturan yang benar.

Dari berbagai pendapat yang menjelaskan nur Muhammad yang diciptakan dari nur Allah, kemudian dari nur Muhammad diciptakan sekalian makhluq laindi dunia, inilah yang kemudian memunculkan paham wahdatul wujud atau manunggaling kawulo gusti. Mereka tidak lagi membedakan ‘abid dan ma’bud, tidak lagi membedakan bahwa zat pencipta itu kekal, sedangkan makhluq itu fana, dan lain sebagainya. Mereka inilah yang telah mengacaukan aqidah dengan memasukkan sekalian makhluq dalam lingkup ketuhanan, seperti yang berlaku atas Siti Jenar di Jawa, demikian pula dalam dunia kristen yang memperkenalkan trinitas yang memecah ketuhanan menjadi tiga bagian.

Banyak tokoh agama yang dipandang sebagai ulama terpedaya dengan pandangan ini, baik dimasa lalu maupun masa sekarang, sehingga sesat dan menyesatkan bagi jama’ahnya. Mereka berpendapat atau menganggap bahwa ini merupakan keistimewaan Muhammad. Namun yang jelas, anggapan bahwa Allah adalah nur saja sudah salah karena nur itu adalah makhluq Allah yang tidak mungkin diambilkan dari sebagian diri Allah. Makhluq dan Khaliq sangat berlainan. Di dalam Al qur’an banyak contoh dasar bahwa nur adalah makhluq, diantaranya adalah Al An’am 1 : “… dan mengadakan gelap dan terang (nur) …”, dan 122 :”… barang siapa tidak diberi cahaya (nur) oleh Allah …”, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selain itu, Pembuat dan yang dibuat mustahil dari bahan yang sama. Sebagian orang salah dalam mentafsirkan alquran tanpa qaidah yang seharusnya (tidak bisa membedakan balaghah, ilmu bahasa arab tidak bisa, dasar turunnya wahyu tidak paham, dan lain sebagainya), sehingga hasilnya akan menyimpang dari kebenaran.

Jadi, jika ada pendapat yang menyatakan sekalian makhluq dari nur maka itu bertentangan dengan berbagai ayat yang menyatakan bahwa manusia dari tanah, malaikat dari nur, setan dan jin dari api, dan lain sebagainya.

Jika ada yang berpendapat dari dalil ….min ruhii, maka artinya diantaranya adalah:

  1. Ditiupkanya ruh dalam penciptaan Adam bukan berarti dari sebagian ruh Allah tetapi sekedar atas kekuasaan Allah.
  2. Memberikan rizqi dari ruh-Nya juga bukan berarti Allah mengambilkan sebagian ruh dari zat-Nya.

Oleh karena itu, apabila ahli tafsir atau ulama yang mentafsirkan memahami berbagai ilmu pendukung pentafsiran alqur’an, maka akan berakhir dengan sebuah kebenaran. Namun, apabila para pentafsir yang tidak mengerti ilmu-ilmu pendukungnya maka hasilnya sesat dan menyesatkan bagi pengikutnya, dan inilah yang terjadi pada masa-masa lalu dan inilah kemudian yang berkembang dan ramai dibahas orang awam sehingga akhirnya menjadi “ikhtilaful juhala” hingga sampai masa sekarang.

Jumhur ulama dari berbagai madhab tidak mempersoalkan (bersepakat) dalam hal bahwa nur Muhammad adalah pengertian majazi seperti cahaya yang menyinari kegelapan. Alquran yang menyebutkan Muhammad sebagai nur menunjukkan arti yang sedemikian, bukan seperti paham yang menyatakan bahwa Muhammad dari nur yang bahkan mengawali kejadian semua makhluq, dan sebagainya, dan sebagainya.

Selain itu, dakwaan nur Muhammad berpindah dari seorang nabi kepada nabi lainnya turun-temurun dan terus-menerus hingga Muhammad saw adalah sesuatu yang salah, bahkan ada yang menyatakan nur yang suci itu turun dari seorang yang suci kepada orang suci yang lainnya ataupun melewati perempuan-perempuan suci, dan seterusnya, adalah jelas salah, ditambah pula jika dikatakan adanya keunggulan gen akibat nur tersebut. Kenapa demikian???

Karena pada kenyataannya banyak diantara para nabi itu oleh Allah ditakdirkan lahir dari ayah jahat, kafir, bahkan pembuat berhala seperti bapak Ibrahim, dan banyak diantara istri nabi yang tidak berhati suci, menjadi kafir seperti istri Luth dan Nuh, dan lain sebagainya.

Ada pula yang menyatakan semua nabi-nabi berasal dari keturuan Habil yang baik, sedangkan Qabil yang membunuh saudaranya menurunkan dosa tersebut dan mengotori gen keturunannya sehingga tidak ada seorangpun keturunan Qabil yang menjadi nabi. Pendapat ini jelas salah karena bertentangan dengan Alquran dalanm Ali Imron 164 :”…Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri…” dan At Taubah 128 :”Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari bangsa kamu sendiri…” dan Al Mu’miin 32 :”lalu Kami kirimkan kepada mereka seorang rasul dari antara mereka sendiri…”, dan lain sebagainya.

Jadi semua ummat punya rasul mereka sendiri yang diutus Allah merubah kaumnya untuk menuju jalan yang benar, baik dari keturuna Habil maupun Qabil maupun keturunan anak Adam yang lainnya. Hal ini berlangsung terus-menerus sampai kepada saat diutusnya Muhammad saw yang diutus kepada segenap ummat manusia di seluruh alam, Saba’ 34 :”Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad) melainkan kepada seluruh ummat manusia…” dan Anbiya’ 21 :”Dan tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam”, dan ayat-ayat yang lainnya.

Jadi, janganlah kita termasuk di antara golongan yang sesat dan menyesatkan, yang mengada-adakan cerita tentang nur Muhammad, dari sebagian diantara golongan itu pada masa lalu ataupun pada masa sekarang yang demi mendukung cerita tersebut mereka telah banyak mengada-adakan hadist lemah bahkan palsu.

Maka dari itu, yang perlu diperhatikan dan disimpulkan mengenai hadist yang berisi nur Muhammad:

  1. Hadist –hadist yang berhubungan dengan nur Muhamamd tidak ada yang shahih, bahkan kategorinya dibawah kategori dhaif.
  2. Riwayat tentang nur Muhammad sebagai kejadian yang pertama diciptakan bertentangan dengan hadist-hadist shahih yang menyatakan arsy dan qalam sebagai yang pertama.
  3. Kejadian manusia bukanlah dari nur seperti malaikat, tapi diciptakan dari tanah.
  4. Perkataan nur yang disandarkan kepada nur Muhammad adalah majazi sebagaimana untuk mengkiaskan agama sebagai nur, ataupun Alquran sebagai nur, dan lain sebagainya.

Sekian, semoga bermanfaat. Tetap berpikir objektif. Terima kasih.