Nur Muhammad

By t724626

(berdasar uraian dari berbagai sumber)

Pengetahuan mengenai nur Muhammad hanya menonjol dalam kitab-kitab tertentu saja yang membahas pendalaman jiwa, seperti sufi dan tasawuf, atau pada madhab tertentu saja. Ide ini menyatakan bahwa kejadian pertama alam semesta adalah berawal dari nur Muhammad yang kemudian terpecah-pecah lagi menjadi berbagai jenis sesuai dengan bentukan pemahaman masing-masing pihak berdasar keterangan para ulama mereka masing-masing.

Pemahaman-pemahaman lanjutan yang berhubungan dengan nur Muhammad di bumi ini, ada golongan Barelwi (yang telah divonis sesat oleh jumhur ulama) yang bahkan menyatakan bahwa Muhammad bukanlah manusia biasa, namun kejadiannya berasal dari nur yang diambil dari nur Allah. Untuk mendukung cerita mereka ini, mereka banyak menafsirkan Alqur’an sekehendak hati tanpa mengikuti pedoman ilmu dan qaidah yang seharusnya serta banyak memalsukan hadist mengenai nur Muhammad ini.

Ada pula kaum Syiah yang mendefinisikan konsep 5 nur dari nur Muhammad yaitu (Nabi Muhammad, Ali, Fatimah, Hasan, Husain) yang dikatakan telah terlebih dahulu diciptakan sebelum bumi.

Selain dua golongan itu, ada pula sebagian kaum sufi dan ahli tasawuf sunni yang berpikir salah mengenai nur Muhammad ini. Namun, jika diperhatikan seksama maka mereka tidak pernah memakai hadist shahih atau sanad bersambung hingga rasul sebagai dasar pendapat mereka mengenai nur Muhammad, sehingga cenderung kepada penarikan kesimpulan saja dan berdasar penafsiran yang tidak sesuai qaidah.

Sebagian pendapat lagi menyatakan bahwa nur Muhammad dibagi empat bagian utama, yaitu lauh al mahfud, qalam, arsy, dan yang terakhir dibagi lagi menjadi berbagai hal di dunia ini, dan seterusnya, dan seterusnya. Pada dasarnya, pemahaman dan pendefinisian serta pembagian-pembagian nur Muhammad seperti itu bukanlah tertulis dalam hadist, namun hanya sebatas kesimpulan saja. Sebagai contoh, ketika ada hadist yang menyatakan qalam merupakan yang pertama diciptakan maka mereka berpendapat, bagaimana bisa digunakan jika tidak disiapkan terlebih dahulu tempatnya (lauh al mahfud), dan lain sebagainya.

Ada pemahaman lanjutan yang menyatakan bahwa nur Muhammad diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya, yaitu mulai Adam ke Hawa kemudian melahirkan Syith lalu pindah lagi ke laki-laki mulia berikutnya melalui pula wanita-wanita suci mereka hingga kemudian sampailah kepada Abdullah bin Abdul Muthalib dan kepada Muhammad.

Ada golongan lain yang katanya berdasarkan sebuah hadist yang menyatakan bahwa Allah telah menjadikan pohon nur dari nur-Nya dengan 4 dahan, kemudian nur Muhammad diciptakan pula dari nur-Nya yang berwarna putih dan berbentuk merak yang diletakkan diatas pohon tadi, ….. dan seterusnya.

Apakah benar demikian??????????????????????

Tentu saja TIDAK, TIDAK, dan TIDAK !!!!!!!!

Makhluq yang mula-mula diciptakan Allah menurut hadist shahih adalah qalam, diriwayatkan Tirmidzi dan Abu Daud dari Ubadah bin Samit dari Muhammad saw :”Sesungguhnya perkara yang mula-mula sekali diciptakan Allah ialah qalam, …”.

Sementara, hadist yang menyebutkan nur Muhammad sebagai awal penciptaan tidak bersambung sanadnya kepada Muhammad saw. Bahkan, Ibnu Taimiyah dan Ibnu Katsir menyatakan bahwa semua hadist yang menyatakan demikian (nur Muhammad sebagai awal penciptaan) adalah palsu dan dibuat-buat/diada-adakan. Hal ini disepakati oleh jumhur ulama hadist.

Salah satu pendapat yang salah mengenai nur Muhammad yang terkenal adalah dari buku Abdul Rozak yang bermadhab Syiah Rafidhah yang oleh jumhur ulama hadist dinyatakan bahwa hadist yang dipakai tidak benar, dan sebagian besar ulama menyatakan dia sebagai pembohong. Bahkan, beberapa ulama semadhab yang mau menerima hadist darinya menetapkan banyak persyaratan terhadap riwayatnya. Namun yang namanya dunia, makin aneh suatu ide akan semakin terkenal dan diambil oleh orang-orang yang tidak paham tentang qaidah dan aturan yang benar.

Dari berbagai pendapat yang menjelaskan nur Muhammad yang diciptakan dari nur Allah, kemudian dari nur Muhammad diciptakan sekalian makhluq laindi dunia, inilah yang kemudian memunculkan paham wahdatul wujud atau manunggaling kawulo gusti. Mereka tidak lagi membedakan ‘abid dan ma’bud, tidak lagi membedakan bahwa zat pencipta itu kekal, sedangkan makhluq itu fana, dan lain sebagainya. Mereka inilah yang telah mengacaukan aqidah dengan memasukkan sekalian makhluq dalam lingkup ketuhanan, seperti yang berlaku atas Siti Jenar di Jawa, demikian pula dalam dunia kristen yang memperkenalkan trinitas yang memecah ketuhanan menjadi tiga bagian.

Banyak tokoh agama yang dipandang sebagai ulama terpedaya dengan pandangan ini, baik dimasa lalu maupun masa sekarang, sehingga sesat dan menyesatkan bagi jama’ahnya. Mereka berpendapat atau menganggap bahwa ini merupakan keistimewaan Muhammad. Namun yang jelas, anggapan bahwa Allah adalah nur saja sudah salah karena nur itu adalah makhluq Allah yang tidak mungkin diambilkan dari sebagian diri Allah. Makhluq dan Khaliq sangat berlainan. Di dalam Al qur’an banyak contoh dasar bahwa nur adalah makhluq, diantaranya adalah Al An’am 1 : “… dan mengadakan gelap dan terang (nur) …”, dan 122 :”… barang siapa tidak diberi cahaya (nur) oleh Allah …”, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selain itu, Pembuat dan yang dibuat mustahil dari bahan yang sama. Sebagian orang salah dalam mentafsirkan alquran tanpa qaidah yang seharusnya (tidak bisa membedakan balaghah, ilmu bahasa arab tidak bisa, dasar turunnya wahyu tidak paham, dan lain sebagainya), sehingga hasilnya akan menyimpang dari kebenaran.

Jadi, jika ada pendapat yang menyatakan sekalian makhluq dari nur maka itu bertentangan dengan berbagai ayat yang menyatakan bahwa manusia dari tanah, malaikat dari nur, setan dan jin dari api, dan lain sebagainya.

Jika ada yang berpendapat dari dalil ….min ruhii, maka artinya diantaranya adalah:

  1. Ditiupkanya ruh dalam penciptaan Adam bukan berarti dari sebagian ruh Allah tetapi sekedar atas kekuasaan Allah.
  2. Memberikan rizqi dari ruh-Nya juga bukan berarti Allah mengambilkan sebagian ruh dari zat-Nya.

Oleh karena itu, apabila ahli tafsir atau ulama yang mentafsirkan memahami berbagai ilmu pendukung pentafsiran alqur’an, maka akan berakhir dengan sebuah kebenaran. Namun, apabila para pentafsir yang tidak mengerti ilmu-ilmu pendukungnya maka hasilnya sesat dan menyesatkan bagi pengikutnya, dan inilah yang terjadi pada masa-masa lalu dan inilah kemudian yang berkembang dan ramai dibahas orang awam sehingga akhirnya menjadi “ikhtilaful juhala” hingga sampai masa sekarang.

Jumhur ulama dari berbagai madhab tidak mempersoalkan (bersepakat) dalam hal bahwa nur Muhammad adalah pengertian majazi seperti cahaya yang menyinari kegelapan. Alquran yang menyebutkan Muhammad sebagai nur menunjukkan arti yang sedemikian, bukan seperti paham yang menyatakan bahwa Muhammad dari nur yang bahkan mengawali kejadian semua makhluq, dan sebagainya, dan sebagainya.

Selain itu, dakwaan nur Muhammad berpindah dari seorang nabi kepada nabi lainnya turun-temurun dan terus-menerus hingga Muhammad saw adalah sesuatu yang salah, bahkan ada yang menyatakan nur yang suci itu turun dari seorang yang suci kepada orang suci yang lainnya ataupun melewati perempuan-perempuan suci, dan seterusnya, adalah jelas salah, ditambah pula jika dikatakan adanya keunggulan gen akibat nur tersebut. Kenapa demikian???

Karena pada kenyataannya banyak diantara para nabi itu oleh Allah ditakdirkan lahir dari ayah jahat, kafir, bahkan pembuat berhala seperti bapak Ibrahim, dan banyak diantara istri nabi yang tidak berhati suci, menjadi kafir seperti istri Luth dan Nuh, dan lain sebagainya.

Ada pula yang menyatakan semua nabi-nabi berasal dari keturuan Habil yang baik, sedangkan Qabil yang membunuh saudaranya menurunkan dosa tersebut dan mengotori gen keturunannya sehingga tidak ada seorangpun keturunan Qabil yang menjadi nabi. Pendapat ini jelas salah karena bertentangan dengan Alquran dalanm Ali Imron 164 :”…Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri…” dan At Taubah 128 :”Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari bangsa kamu sendiri…” dan Al Mu’miin 32 :”lalu Kami kirimkan kepada mereka seorang rasul dari antara mereka sendiri…”, dan lain sebagainya.

Jadi semua ummat punya rasul mereka sendiri yang diutus Allah merubah kaumnya untuk menuju jalan yang benar, baik dari keturuna Habil maupun Qabil maupun keturunan anak Adam yang lainnya. Hal ini berlangsung terus-menerus sampai kepada saat diutusnya Muhammad saw yang diutus kepada segenap ummat manusia di seluruh alam, Saba’ 34 :”Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad) melainkan kepada seluruh ummat manusia…” dan Anbiya’ 21 :”Dan tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam”, dan ayat-ayat yang lainnya.

Jadi, janganlah kita termasuk di antara golongan yang sesat dan menyesatkan, yang mengada-adakan cerita tentang nur Muhammad, dari sebagian diantara golongan itu pada masa lalu ataupun pada masa sekarang yang demi mendukung cerita tersebut mereka telah banyak mengada-adakan hadist lemah bahkan palsu.

Maka dari itu, yang perlu diperhatikan dan disimpulkan mengenai hadist yang berisi nur Muhammad:

  1. Hadist –hadist yang berhubungan dengan nur Muhamamd tidak ada yang shahih, bahkan kategorinya dibawah kategori dhaif.
  2. Riwayat tentang nur Muhammad sebagai kejadian yang pertama diciptakan bertentangan dengan hadist-hadist shahih yang menyatakan arsy dan qalam sebagai yang pertama.
  3. Kejadian manusia bukanlah dari nur seperti malaikat, tapi diciptakan dari tanah.
  4. Perkataan nur yang disandarkan kepada nur Muhammad adalah majazi sebagaimana untuk mengkiaskan agama sebagai nur, ataupun Alquran sebagai nur, dan lain sebagainya.

Sekian, semoga bermanfaat. Tetap berpikir objektif. Terima kasih.

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

4 Tanggapan ke “Nur Muhammad”

  1. qudsiah Berkata:

    Terima kasih kepada hamba Si Khaliq yakni Ustadz al-Ghazali kerna jasa beliau
    yang merjenihkan keraguan berkurun dengan peka ilmiah dan batin kasyafnya mengenai intipati hukum fiqh dan tasawuf yang diselarikan maka ternyatalah yang haq & bathil balik pada makamnya.Terselah kasyafnya al-Ghazali bila mula memahami tasawuf kerana beliau pandang pada kitab muktabar Al Junaid dan mengendahkan Al Hallaj.

  2. ahmad arli hikmawan Berkata:

    assalammu’alaikum

    Topik ini pernah saya baca dalam buku “Ayat-ayat Allah yang Tersirat 1″ oleh Ririn Atika terbitan Rakyat Merdeka dan “Dzikir & Doa” karya Kyai Nur Muhammad. Nur Muhammad adalah Beliau, lebih tepatnya Beliau-Beliau, sebab jumlahnya ada 5, yaitu Beliau Ifrit, Beliau Khidir, Beliau Jibril, Beliau Adam, dan Beliau Eva. Melalui kelima Beliau inilah alam semesta diciptakan. Beliau Ifrit dilewatkan oleh Allah untuk penciptaan api, Beliau Khidir penciptaan air, Beliau Adam penciptaan tanah, dan Beliau Eva penciptaan angin (udara).

    Jadi hadist yang menyatakan bahwa Nur Muhammad diciptakan sebelum alam semesta benar adanya, sebab Nur Muhammad tidak mengacu pada nabi Muhammad SAW(yang nama sebenarnya adalah Ahmad).

    Untuk keterangan lebih lanjut, silakan membaca buku “Ayat-ayat Allah yang Tersirat 1″ oleh Ririn Atika.

  3. ratnarox Berkata:

    Pfff.. Tasawuf? Masa laluku.. Capede..

  4. LILIS Berkata:

    Terus terang aku gak begitu mengerti tentang masalah seperti yang di sebutkan di atas,,,,,,
    Jadi masalah itu salah atau benar aku gak bisa komentar,,,,,

    Tapi,,,,aku baca buku karangan RIRIN ATIKA yang berjudul “MENUJU SADAR KEPADA ALLAH” bahwa disitu seperti yang disebutkan AHMAD ARLI HIKMAWAN,,,,Nur Muhammad adalah Beliau, lebih tepatnya Beliau-Beliau, sebab jumlahnya ada 5, yaitu Beliau Ifrit, Beliau Khidir, Beliau Jibril, Beliau Adam, dan Beliau Eva. Melalui kelima Beliau inilah alam semesta diciptakan. Beliau Ifrit dilewatkan oleh Allah untuk penciptaan api, Beliau Khidir penciptaan air, Beliau Adam penciptaan tanah, dan Beliau Eva penciptaan angin (udara).

    Aku juga penasaran dengan kelanjutan buku “MUNUJU SADAR KEPADA ALLAH” & buku yang berjudul “AYAT AYAT ALLAH YANG TERSIRAT” aku belum baca karena aku cari2 di toko buku gramedia artha gading belum ada bukunya,,,,

    Oya,,,,boleh gak aku tau emailnya RIRIN ATIKA????
    Atau boleh gak belajar secara langsung atau lewat email sama RIRIN ATIKA,,,,,????

    Balas ya,,,
    terima kasih,,,,

Tinggalkan Balasan