Arsip untuk Juli, 2008

Wise Word July 2008 (II)

Juli 22, 2008

Dibalik Pintu 2 Dunia

 

Tergolek dirinya lemas, ….. ajal menjelang

Berharap ampunan datang sebelum kematian

Berkah datang iba bertemu

Langkah kaki kematian berirama sendu

Sungguh senang si pesakitan, ……. ragu

Sebentar lagi hilang semua kepenatan

Akankah dia senang di dunia seberang

Akankah amalan menyelamatkan

Wajah-wajah berdosa menanggalkan topengnya

Wajah-wajah duka mengiringi kepergiannya

Ragu…… menerawang kolong dunia

Insan bertaqwakah diriku

Ujarnya lirih,…… terpejam,……. kelu…….

 

 

Di dekat lorong dunia,

Rahman, 28—08—98

 

 

 

  • Kematian sebenarnya bukanlah akhir perjalanan hidup, tapi ketika orang-orang mengabaikanmu padahal engkau ditengah-tengah mereka. (anon)
  • Jarak paling dekat antara problem dan solusi adalah antara lutut dan lantai untuk bersujud. (anon)
  • Pantun oleh Rahman:

             Sampan menari menciutkan hati,

            ditengah laut luas membentang

           Wahai kawan baik berhati-hati,

           jangan makan haram nan terlarang.

 

 

 

Wise Word July 2008 (I)

Juli 22, 2008

M e r p a t i P u n a h

M e r p a t i l e m b u t p u n a h ,

b e r u b a h d a n b e r t u k a r t i n g k a h

D a h u l u t e r b a n g m e n g h i a s a w a n ,

k i n i m e m a k a n b a n g k a i t e m a n

M e r p a t i t e l a h p u n a h ,

d a n h a t i p u n t e r j a j a h

P e r a s a a n t e r b u a n g m a k i n n y a t a ,

k e m e r d e k a a n b u k a n l a g i r e a l i t a

M e r p a t i s a n t u n p u n a h ,

b e r u b a h d e n g a n j i w a s e r a k a h

B e g i t u p u n r a k y a t t e r k u l a i ,

d a l a m d e r i t a t a k t e r p e r i

M e r p a t i t e l a h p u n a h ,

j i w a – j i w a m e n o l a k m e l a n g k a h

S e t a n m u n c u l T u h a n d i t e n d a n g ,

T u h a n d a t a n g s e t a n m e n g h a d a n g

M e r p a t i s u c i p u n a h ,

s e m u a t ’ l a h b e r u b a h

G a g a k d i a n g g a p m e r p a t i ,

k a r n a m e r p a t i t e l a h m a t i

S e g a l a n y a b e r u b a h ,

m e r p a t i t e l a h b e n a r – b e n a r p u n a h

Rahman, 20—01—01

dalam gelap dan sepi…….

# Tiada kehidupan tanpa kesengsaraan, dan tiada kebahagiaan tanpa melewati kesulitan. (anon)

# Umur manusia seperti embun pagi, begitu singkat………………………., berat. (anon)

# Kalaulah jalan ditempat berkarang, batu di kakipun setajam duri

Kalaulah datang waktu sembahyang, cepat lakukan sebelum mati. (Rahman)

Refreshing lucu:

Juli 22, 2008

1. Rekor wanita berdiri paling lama:

Musium muri indonesia telah menemukan wanita indonesia yang mampu berdiri lama, dialah “NYONYA MENEER”. Mengapa demikian?

Karena dia telah mampu berdiri dari tahun 1918.

2. Cara memasukkan hewan ke lemari es:

Bagaimanakah cara memasukkan gajah ke dalam lemari es ?

Caranya pintu lemari es dibuka, gajah dimasukkan, pintu lemari es ditutup

Bagaimanakah cara memasukkan kuda ke dalam lemari es ?

Caranya pintu lemari es dibuka, gajah dikeluarkan, kuda dimasukkan, pintu lemari es ditutup

Gajah balapan lari sama kuda, mana yang menang duluan ?

Gajah, karena kuda masih di dalam lemari es

Bagaimanakah cara membedakan gajah besar dan gajah kecil ?

Caranya dengan di ayak

3. Hujan di jalan:

Ada seorang tua renta berjalan-jalan mencari udara segar. Tiba-tiba di tengah jalan turun hujan lebat. Apa yang dilakukan orang tua tersebut agar tidak kehujanan?

Jawabnya, ya minggir ke tepi jalan, yang hujan kan di tengah jalan.

4. Hak wanita:

Siapa yang membuat hak wanita lebih tinggi dari hak pria?

Jawabnya, tukang sepatu.

5. Pendiri candi:

Siapakah pendiri candi Borobudur?

Kuli bangunan.

Tertawa Yuuuk….! : Membahas Olok-olok Pembenci Islam

Juli 22, 2008

Sebenarnya pantas bagi mereka mendapat anugrah Dagelan Award, atau mungkin diberi kesempatan tampil di TV menggantikan panggung komedi Indonesia, untuk menyalurkan hobi dan bakat mereka dalam menyusun olok-olokan dan hinaan kepada orang lain.

Ya…., mereka para pembenci Islam sangat telaten dalam menyusun media “dakwah” mereka untuk mendobrak keyakinan para pemeluk Islam. Mereka mengarahkan berbagai kemampuan untuk menyusupkan rasa ragu dan bimbang di hati para pemeluk Islam.

Telah lama kiranya kita mengenal adanya gerakan orientalis, missionaris, dan program-program pemurtadan ummat Islam yang terselubung dan lebih banyak bergerak diam-diam. Kini di masa yang disebut sebagai era globalisasi dan kebebasan berkomunikasi serta mendapatkan informasi, mereka mendapatkan berbagai fasilitas untuk menyebarluaskan ide-ide mereka untuk menggerogoti keimanan para pemeluk Islam, bahkan lebih rapi dan terencaan semakin sistematis.

Modus mereka biasanya melalui penurunan akhlaq dan dekadensi moral seperti maraknya goyang maut dan erotis, pembebasan pergaulan muda-mudi, pencampuran norma islam dengan tata aturan diluar islam, dan berbagai cara lainnya. Namun sekarang, modus mereka yang lagi ngetrend adalah dengan cara menggunakan pemutarbalikan cara berfikir, pembalikan fakta, dan selalu dibarengi dengan pemakaian dalil-dalil dari buku-buku pedoman Islam sendiri. Hal-hal ini dipergunakan untuk memberikan keraguan kepada pemeluk Islam, seakan-akan keburukan dan ketidakberesan Islam ada di dalam buku-buku pedoman Islam sendiri sehingga mampu meyakinkan bahwa orang yang memilih Islam sebagai jalan hidup adalah orang-orang yang bodoh dan tidak memahami pedoman Islam. Mereka berusaha meyakinkan bahwa seandainya orang Islam mempelajari agamanya dengan sungguh-sungguh maka akan menemukan sendiri kesalahan-kesalahan keyakinan Islam, maka akan lebih memilih untuk keluar dari Islam. Para pembenci Islam ini, yang mempropagandakan modus-modus seperti ini menyatakan bahwa mereka adalah ex-muslim yang telah mempelajari Islam dengan sungguh-sungguh dan menemukan kebenaran versi mereka untuk lebih meyakinkan bahwa mereka adalah orang yang pandai dan benar.

Fasilitas kebebasan berpendapat dan globalisasi informasi benar-benar dipergunakan oleh para pembenci Islam ini untuk “menonjok” keyakinan para pemeluk Islam dengan dalil dari buku-buku pedoman Islam sendiri. Namun, sayangnya……..dan sangat disayangkan………!. Ulama-ulama Islam terkesan diam, atau tidak mau tahu, ataupun beralasan bahwa tidak ada gunanya menanggapi tulisan-tulisan bermodus seperti itu. Apa benar tidak bermanfaat?

Sesungguhnya, berbagai olok-olok dan “dakwah” dari para pembenci Islam itu sangat-sangat-sangat-sangat-sangat berbahaya (sungguh-sungguh berbahaya!!!), dan akan lebih merugikan jika sikap diam dan acuh tak acuh semacam itu diteruskan. Mereka yang membenci Islam sangat telaten dan semakin sistematis menghancurkan Islam. Seperti situasi dimana “penjahat merajalela dan lebih pandai daripada polisi”. Sedangkan para ulama ibarat tukang kebun yang malas menaburkan pupuk dan malas pula mencabuti rumput yang tumbuh di kebun mereka (entah malas atau mungkin takut ditangkapi kayak Habib Rizieq dan Munarman……..?????). Parahnya lagi, keadaan ummat Islam pada saat ini sangat memprihatinkan, sebagain besar tertidur pulas dalam mimpi modernitas hidup, sedangkan jiwa iman mereka kurang terbentengi (fragile self defense), mereka rapuh sehingga menjadi sasaran empuk yang terbuka untuk dijajah ideologi lain. Mengapa demikian………??????, karena mereka tidak paham pedoman Islam yang katanya menjadi jalan hidup mereka, mereka lebih nyaman mengekor saja “taqliid al aam” tanpa mau tahu dan belajar mengenai dasar-dasar atau dalil-dalil yang melandasi keyakinan mereka. Secara gampang, ummat Islam pada saat ini seperti buih dilautan yang terombang-ambingkan ombak, terpisah-pisah dan makin mudah diremukkan. Bodoh………..dan gampang Dibodohi !.

Maka dari itu, atas kreatifitas dan ketelatenan para pembenci Islam menyusun program acara dan olok-olok terhadap keyakinan Islam, maka pantas bagi mereka mendapat Dagelan Award atau Jahil Award dan menjadi bahan tertawaan kita, bukan malah kita yang ditertawakan mereka. Semoga kita teguh memegang keyakinan Islam dan tidak terperangkap pemikiran-pemikiran bodoh para pembenci Islam yang seharusnya kemampuan mereka adalah sebagai pelawak dan ditertawakan orang, bukan sebagai pemikir.

Ulasan-ulasan mereka lebih terkesan membingungkan dan asal-asalan dalam mentafsirkan berbagai dalil. Memang harus diakui, cara mereka menyusun alur berpikir dan membawa pembaca menuju akhir yang sesuai dengan keinginan mereka sangat bagus (ketimbang disebut pelawak apa lebih baik disebut penulis skenario aja ya………..???&*^). Yang jelas gitu deh, di satu sisi cara kerja otak mereka sangat excellent, tapi di sisi lain terasa adanya keruwetan dan membolak-balik kata (mungkin karena kebencian dan permusuhan atau mungkin disebabkan ketidakstabilan jiwa……………..????%*&).

Hal ini dapat kita cermati dari berbagai hal yang mereka bahas, diantaranya:

Mengenai neraka:

Mereka mengatakan bahwa Tuhan Islam adalah Tuhan yang kejam dan tidak mempunyai rasa kasih karena menghukum orang-orang yang tidak taat dengan hukuman neraka. Apa benar hanya islam yang mengancam dengan siksa neraka?. Jelas tidak. Semua agama pasti memberikan ancaman semacam itu, dan itu tidak bisa menjadi dasar bukti bahwa Tuhan tidak Maha Pengasih dan Penyayang. Penempatan Maha Adil, Bijaksana, Pengasih, Penyayang, dan semua Kebesaran Tuhan harus dicermati secara proporsional dan pada bahasannya. Lha apa gunanya ketaatan dan keingkaran, apa fungsi pemberian pahala dan hukuman, apa fungsi tata aturan agama kalau semua yang mengerjakan dan tidak mengerjakan dianggap sama saja. Orang yang punya otak pasti berpikir: ”Enakan nggak usah ngerjakan perintah agama dong………, kan nggak ada hukumannya”. Atau mungkin berpikir juga: “Ngapain harus kerja keras kalau merampok dan membunuh nggak bakal mendapat hukuman dari pencipta kehidupan……. Kalo gitu merampok aja ah…..!^$&*”.

Di dalam ajaran agama Islam memang diberikan pembagian surga yang diperuntukkan bagi manusia yang beriman, sedangkan neraka bagi manusia yang tidak beriman. Namun, dalam ajaran Islam dijelaskan dengan luas melalui Alqur’an maupun Hadits mengenai tempat-tempat manusia sesuai dengan keadaan mereka di dunia. Tidak ada diskriminasi dan kekejaman yang digembar-gemborkan para pembenci Islam. Orang yang berimanpun apabila melakukan tindak kejahatan dan penyimpangan dari ajaran Islam akan memperoleh hukuman di neraka sesuai dengan level kejahatan mereka. Begitupun orang kafir, akan mendapatkan level yang sepantasnya. Allah Maha Pengasih atas segenap ciptaannya. Semuanya diberikan kesempatan untuk memilih antara tindakan yang baik dan buruk. Berbagai petunjuk telah diberikan untuk mengarahkan jalan manusia ke jalan yang baik. Kalaulah manusia itu memilih jalan yang buruk dan menjauhi berbagai sarana kebaikan yang diberikan oleh Maha Pencipta dan Pengasih, berarti bukan salah Tuhan jika manusia yang tidak taat tersebut mengarahkan dirinya ke neraka. Jadi dengan adanya neraka bukan berarti Tuhan tidak Maha Pengasih Penyayang atau Tuhan kejam.

Di dalam ajaran agama lainpun jelas tercantum bagaiamana Tuhan masing-masing agama tersebut menghukum ummatnya yang tidak taat ataupun orang-orang yang tidak mengikuti ajaran agama mereka.

Pada agama kristen dinyatakan bahwa orang yang kafir akan mendapatkan siksaan neraka tidak terpadamkan (selamanya). Diantara dasar-dasar dari ajaran mereka adalah:

“…diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala”. (Mat 5:22)

“…takutlah (taat) kepada Dia yang berkuasa membinasakan jiwa maupun tubuh ke dalam neraka”. (Mat 10:28)

“Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik hidup dengan tangan putus daripada utuh di dalam neraka, api yang tidak terpadamkan”. (Mrk 9:43)

Pada ajaran agama Buddha dinyatakan bahwa orang yang tidak menerima Buddha jika saatnya tiba, datang hukuman yang tidak dapat digantikan. Dijelaskan pula berbagai jenis neraka yang jumlahnya ribuan, diantaranya ada neraka pencabut lidah lalu dibajak dengan kerbau besi hingga lumat, ada pula neraka pencabut jantung, ada neraka yang memasak tubuh dalam air mendidih, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Pada agama Hindu, manusia yang tidak taat atau berdosa akan masuk neraka di siksa kemudian dibawa ke dunia lagi terus-menerus sesuai perbuatan mereka di dunia. Bahkan pada limit paling hina akan tetap berada di dasar terbawah kawah neraka menerima siksaan terus-menerus.

Pada agama Yahudi bahkan diperjelas bahwa Tuhan mereka mengharamkan surga bagi orang yang bukan Yahudi sedangkan kaum Yahudi sangat sedikit menderita di neraka. Maksimal katanya tidak lebih dari 11 bulan apapun dosa mereka. Sedangkan non-yahudi akan selamanya di neraka. Kejam dan diskriminatif, kan!

Dalam hal perbuatan tidak baik:

Para pembenci Islam juga mengatakan bahwa peraturan Islam di dunia juga kejam, dengan mengambil dalil mengenai potong tangan bagi para pemcuri. Padahal peraturan potong tangan dalam islam merupakan peraturan yang sangat mampu meredam aksi kejahatan atas sesama manusia. Seorang manusia lemah akan terlindungi dari kejahatan tangan manusia lainnya. Sedangkan mereka yang punya pikiran kotor dan jahat, akan berpikir seribu kali sebelum melakukan tindakan pencuriannya karena pastinya takut dengan akibat tindak kejahatannya yaitu potong tangan. Bahkan aturan pemberian hukuman ini diberlakukan hanya kepada pencuri yang mencuri diatas batas ukuran tertentu, sehingga yang mencuri dibawah batas itupun hanya akan menerima hukuman yang lebih ringan. Belum lagi adanya pertimbangan berbagai aspek sosial kemasyarakatan, orang yang mencuri bisa jadi tidak dipotong tangannya apabila ternyata dia dalam keadaan kelaparan yang sangat, atau pemilik barang memaafkannya, dan sebagainya. Inilah kedamaian dan kebaikan serta fleksibilitas hukum islam.

Jika kita menelaah agama lain, hal yang sama juga diberlakukan hal yang sejenis.

Pada agama kristen disebutkan “Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik hidup dengan tangan putus daripada utuh di dalam neraka, api yang tidak terpadamkan”. (Mrk 9:43). Jadi hukum potong tangan disana juga ada.

Pada agama Buddha seperti telah disebutkan sebelumnya mengenai berbagai jenis neraka, maka disana dibuatkan neraka potong tangan, potong ini itu, dan sebagainya.

Pada agama Hindu, orang yang mencuri akan dipotong tangannya, orang yang mencuri dengan telinga (mencuri dengar ayat-ayat kitab suci oleh kasta rendah) akan dicor dengan timah panas, dan sebagainya.

Pada Yahudi, dan agama lainnya juga sama saja, ada hukuman yang setimpal bagi orang-orang yang melakukan tidak kejahatan terhadap sesamanya. Hanya saja karena telah terjadinya pemalsuan dan penyelewengan ajaran agama mereka, maka ajaran-ajaran dan bahkan kitab suci mereka telah diubah sesuai dengan keinginan nafsu mereka.

Mengenai Alqur’an: (related topic: Decision Letter)

Para pembenci Islam mengatakan berbagai hal yang menyatakan bahwa Alqur’an bukanlah wahyu dari Tuhan tapi sekedar rekaan, palsu, dan bahkan dikatakan yang otentik dari masa Muhammad sudah tidak ada lagi. Mereka mempermasalahkan berbagai hal dari Alqur’an, mulai dari tulisan yang tidak ada lagi sejak masa Muhammad, manuskrip yang asli tidak ada, format penulisan yang berbeda, dan lain sebagainya.

Nah, mengapa Alqur’an begitu penting menjadi pembahasan pembenci Islam untuk melawan Islam? Hal itu tidak lain adalah karena mereka ketakutan dengan kebenaran Alqur’an, mereka takut dengan mu’jizat dan orisinalitas Alqur’an, mereka takut dengan adanya Alqur’an sebagi pembeda antara yang bathil dan benar, mereka takut ummat Islam bertahan di jalan yang lurus karena dengan berpegang kepada Alqur’an itulah ummat Islam bisa bertahan selama ribuan tahun melawan usaha menyimpangkan ajaran Islam.

Mengenai olok-olokan mereka yang menyatakan bahwa Alqur’an tidak ada lagi yang otentik, maka marilah kita bahas sedikit demi sedikit. Menurut salahsatu versi, data yang ada menunjukkan bahwa Alqur’an tertua yang ada hingga masa sekarang ditulis diatas kulit berjumlah 1400 lembar tersimpan di Mesir yang diperkirakan ditulis semasa Khilafa ar Rashidin (saat ini disebut Mushaf Cairo). Versi lain menyatakan bahwa Alqur’an tertua yang ada sekarang ada di Tashkent, Uzbekistan, dengan percikan darah diatasnya diperkirakan milik Utsman bin Affan. Ada pula yang menyatakan di simpan di museum London, atau yang disimpan di Topkapi. Selain itu, ada beberapa Alqur’an tua pula yang beredar di Eropa, yaitu Alqur’an yang ditulis dengan tinta emas dengan gaya tulisan khat kufi oleh Yahya bin Muhammad bin Umar tertanggal 17 Ramadhan 599 / Juni 1203. Alqur’an ini dilelang di Christie’s London seharga ₤ 1.14 juta. Merekapun meneliti bahwa dari beberapa Alqur’an yang dianggap tertua tersebut ada yang tidak sama dengan Alqur’an yang dimiliki ummat Islam masa sekarang. Bahkan mereka menyatakan bahwa jenis ornament dan gaya tulisan yang ada pada Alqur’an tersebut menunjukkan jenis yang lebih muda dari yang diperkirakan, dan masih banyak lagi alasan dan ulasan mereka untuk menjatuhkan otentisitas atas orisinalitas Alqur’an yang kita miliki pada masa sekarang.

Benarkah Alqur’an sekarang telah berbeda dengan Alqur’an pada masa Nabi?

Sebenarnya ini adalah pertanyaan orang-orang yang kurang berfikir saja, dan pertanyaan bodoh seharusnya dijawab dengan diam saja, tapi baiklah kita bahas hal ini untuk pengetahuan bersama bahwa Alqur’an tidak berubah selama perjalanan waktu lebih dari 1400 tahun ini.

Alqur’an adalah wahyu dari Allah kepada Muhammad s.a.w.. Pada masa hidup beliau, semasa wahyu masih berkelanjutan, Alqur’an sudah mulai ditulis atas perintah Nabi. Begitu wahyu turun dan diucapkan oleh Nabi kepada ummatnya, para sahabat yang bisa menulis segera menuliskannya diberbagai media yang ada, dan ini diperuntukkan bagi diri mereka sendiri. Sedangkan penulis yang secara langsung ditunjuk oleh Nabi (sekretaris Nabi) adalah Zaid bin Tsabit. Tulisan-tulisan wahyu tersebut semakin lengkap seiring dengan turunnya wahyu yang masih berkelanjutan pada masa hidup Nabi. Namun, hal terpenting yang menjaga keaslian Alqur’an bukan berada di tulisan atau bukti-bukti manuskrip tertua yang ditemukan, tetapi dalam hafalan. Mengapa demikian?

Semenjak masa Nabi masih hidup, dalam berbagai kesempatan dilantunkan ayat-ayat Alqur’an, terutama dalam sholat. Berkali-kali ayat-ayat yang telah turun dihafalkan sesuai dengan urutan yang telah ditetapkan oleh Nabi tanpa dirubah-rubah lagi hingga akhirnya lengkap. Itulah Alqur’an yang ribuan orang mampu menghafalnya lengkap persis semenjak zaman awal Islam hingga berlanjut ke generasi-generasi berikutnya. Jika ada pihak yang berusaha merubahnya, maka akan segera ketahuan bahwa itu palsu. Para pembenci Islam selalu berpijak pada konteks material manuskrip, seperti cara mereka berpikir tentang Perjanjian lama dan baru. Mengapa demikian?, karena Perjanjian lama dan baru yang ditulis dengan bahasa aslinya sudah tidak ada lagi, yang tertua adalah terjemahan dan uraian dalam bahasa Yunani yang kemudian menjadi rujukan mereka menerjemahkan Injil ke berbagai bahasa yang akhirnya semakin menciptakan kerusakan di dalamnya karena penuh dengan imbuhan dan pengurangan tulisan maupun makna, ditambah lagi subyektifitas penulisnya, dengan kata lain menjadikannya palsu. Itulah kenapa tidak ada yang bisa menghafalkannya, karena tidak ada mu’jizat di dalamnya. Berbeda dengan Alqur’an yang sama di seluruh penjuru dunia, dalam tatanan dan urutan yang telah ditetapkan semenjak masa Nabi. Semuanya otentik dan orisinal tercantum dalam hafalan ribuan orang. Alqur’an adalah benar, tidak ada keraguan di dalamnya, mu’jizat, dan tetap orisinal sama persis dengan Alqur’an pada masa Nabi Muhammad s.a.w..

Jika dipertanyakan juga mengenai text yang di makan kambing, atau text tertua dibakar, dan lain sebagainya, maka itu tidak berpengaruh pada kelengkapan Alqur’an dan keasliannya karena telah lengkap dalam hafalan ribuan hafidz. Bahkan seorang ustad mengatakan kalaupun text Alqur’an di makan dinosaurus ataudimakan ikan paus atau apapun itu, nggak bakalan mengurangi isi dan tata urutan Alqur’an. Hafalan yang lengkap dari ribuan hafidz dari generasi ke generasi adalah Alqur’an yang otentik.

Mengenai keunggulan Arab dari selain Arab:

Para pembenci Islam juga berusaha memunculkan kebencian terhadap ras Arab dengan mengatakan bahwa orang-orang Islam dari ras selain Arab adalah orang-orang bodoh yang ditindas oleh ras Arab. Pada dasarnya hal ini disebarkan oleh para pembenci Islam selain untuk mengadu domba, juga dikarenakan kebencian mereka saja atas keberhasilan ras selain ras mereka sendiri. Mereka itulah sebenarnya yang berusaha untuk mengangkat ras mereka dan merasa sebagai ras yang lebih unggul dari ras lainnya. Kebohongan mereka berdasar kepada pemutarbalikan dalil dengan kenyataan sejarah. Semua paham, bahwa dalam Islam dinyatakan bahwa tidak ada perbedaan manusia satu dengan lainnya, atau arab dengan non arab, kecuali atas dasar ketaqwaan. Artinya, persamaan hak derajat yang sama semua manusia telah diamalkan oleh Islam, tidak ada keunggulan ras Arab atas ras lainnya, semua sama terkecuali dalam tataran keimanan dan ketaqwaan saja. Jikalau dalam sejarah kita temukan adalanya penindasan dan kesewenang-wenangan dari penguasa Islam, itu adalah atas kontribusi politik atau permainan politik dan penyimpangan Islam. Bahkan pada beberapa masa, orang Arab berada di bawah Ottoman Turki, dan beberapa penguasa dari ras lainnya. Nah, begitu pula rasa permusuhan orang-orang yang mempropagandakan kebencian ras ini, mereka cemburu karena merasa ras mereka yang superioritas tidak mendapat tempat untuk disalurkan, plus mereka juga membenci Islam. Lengkap sudah setan dalam diri mereka………hahaha.

Mengenai poligami Muhammad: (related topic: Poligami Muh.)

Muhammad punya istri lebih banyak dari ummatnya tidak begitu penting, karena nabi pada waktu itu juga sebagai pemimpin setingkat raja dan kaisar dari berbagai belahan dunia lainnya. Namun, dibalik itu, Muhammad punya kewajiban dan tanggungjawab yang lebih besar dari ummatnya, sholat sunnah pun menjadi wajib baginya, menjaga norma dan akhlaq masyarakat, bertindak seadil mungkin dalam menyelesaikan berbagai persoalan, dan lain sebagainya. Istri Muhamamd yang perawan hanya satu, yaitu Aisyah, sedangkan yang lainnya adalah janda-janda yang suami mereka gugur di medan perang, dan sebagainya, sedangkan mereka dan anak-anak mereka membutuhkan perlindungan. Aisyah masih sangat muda ketika dinikahi Muhammad, bukan berarti suatu keburukan dan aib, karena dalam islam menikah bukan sekedar sex, tapi sesuatu yang suci dan berharga, lebih dari sekedar kesenangan semata.

Pembenci Islam tetap saja akan membenci Islam walaupun umpamanya kejadian ini tidak ada. Hati mereka yang tertutup kebencian menjauhkan mereka dari kebenaran, dan tetap saja akan keras membeku meskipun diberikan kebenaran seterang apapun.

Hal yang perlu diperhatikan: (related topic: Bencana diawal Islam)

Para pembenci islam sekarang semakin banyak mengupas islam dan mencari kejelekan islam dari kesalahan-kesalahan pengikut islam maupun sengaja membolak-balik makna dalil-dalil berbagai sumber islam, sehingga bagi orang yang kurang mengetahui keseluruhan islam akan melihatnya sepintas islam seperti yang di gembar-gemborkan tersebut, yaitu islam yang brutal, jelek, dan tidak beradab. Selain itu, mereka juga sengaja mengartikan dan menafsirkan dalil-dalil tersebut tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Perhatikan juga pola penafsiran dalil Islam dalam film semacam Fitna karya Gert Wilder. Mereka yang bermodus seperti ini biasanya mengaku sebagai mantan islam dan sekarang tidak beragama atau menyembunyikan identitas agama mereka, sehingga ummat islam yang mayoritas pada saat ini sedang terlelap (bodoh dan senangnya taqlid buta), termakan umpan mereka untuk berpikir menyimpang dan tergelincir, karena ummat islam ini tidak tahu dan tidak paham sepenuhnya terhadap agama mereka. Mereka yang membenci islam ini menyembunyikan identitas agama mereka karena mereka takut ulama Islam menyerang kesalahan agama yang mereka anut. Maka dari itu jika mereka tidak ketahuan dari mana, maka kita tidak bisa membalas mengupas kejelekan agama mereka, dan mereka juga tahu bahwa islam tidak boleh menghina agama lain tanpa ada sebab musababnya. Dakwah bil hikmah menjadi dasar pandangannya. Mereka ini benar-benar telah mendapatkan pendidikan dan pengalaman yang melebihi banyak kapasitas pemikiran ummat islam pada saat ini. Mereka telah benar-benar mempersiapkan diri untuk menghancurkan islam dengan berbagai cara.

Ada juga mereka yang mengaku mantan islam (ex-muslim) yang juga bersuku Arab. Penekanan ini bagi orang-orang yang rapuh imannya menambah keraguan dalam hati mereka dan dipaksa untuk berfikir: “waaah yang bersuku Arab dan mendapat pendidikan islam di daerah utama Islam saja bersedia untuk murtad…….., apa mereka benar ya…….., berarti pilihan saya salah dong untuk memeluk islam…….., dan seterusnya”.

Sebenarnya uraian dan ulasan mereka itu dibuat-buat dan direkayasa. Ingatlah, bahwa kemaksiatan dan kemungkaran ada dimanapun juga, di negara arab maupun non arab. Jika dengan pernyataan semacam itu saja ummat Islam sudah timbul rasa ragu di hati mereka berarti jelas itulah tanda-tanda orang yang bodoh dan mudah untuk dibodohi. Yakinlah bahwa orang yang teguh dalam Islam bukan orang bodoh ataupun salah langkah. Ingatlah bahwa dahulu pada masa awal Islam, sebagian besar orang Arab masih jahil dan tidak menerima Islam, kemudian bertahap berbondong-bondong memeluk islam setelah mengetahui kebenaran dalam islam. Jikalau seandainya saat ini ada lagi orang-orang yang bertindak bodoh alias jahil dan memilih keluar dari Islam, ya biasa aja kaleeee……… Hal seperti itu tidak perlu dijadikan pertimbangan akan kebenaran Islam dalam hati kita, tidak perlu dibesar-besarkan, dan ummat Islam tidak perlu menjadi ragu akan kebenaran Islam.

Maka dari itu, buat anda yang non-islam, entah kristen, buddha, hindu, yahudi, dan lain sebagainya, silahkan pelajari agama anda dengan sungguh-sungguh, semoga kebenaran yang hakiki akan mengarahkan anda kepada jalan yang seharusnya anda tempuh.

Untuk saudara seiman dalam Islam, mari teguhkan iman kita, bentengi jiwa kita dengan pengetahuan Islam yang benar. Jangan sampai terperangkap pembodohan yang dilakukan berbagai pihak yang membenci Islam. Kadangkala sejarah memang menunjukkan berbagai celah dan ketidakberesan pelaksanaan Islam, baik dalam bidang politik, agama, ekonomi, dan lain sebagainya, tapi itu semua adalah penyelewengan dan penyimpangan ajaran Islam yang dilakukan oleh orang-orang tertentu saja dalam Islam yang bukan citra asli atau pencerminan ajaran Islam yang sesungguhnya. Mari kita pahami ajaran agama kita, dan percayalah bahwa Islamlah yang terbaik.

Sekian, semoga bermanfaat.