Dibalik Pintu 2 Dunia
Tergolek dirinya lemas, ….. ajal menjelang
Berharap ampunan datang sebelum kematian
Berkah datang iba bertemu
Langkah kaki kematian berirama sendu
Sungguh senang si pesakitan, ……. ragu
Sebentar lagi hilang semua kepenatan
Akankah dia senang di dunia seberang
Akankah amalan menyelamatkan
Wajah-wajah berdosa menanggalkan topengnya
Wajah-wajah duka mengiringi kepergiannya
Ragu…… menerawang kolong dunia
Insan bertaqwakah diriku
Ujarnya lirih,…… terpejam,……. kelu…….
Di dekat lorong dunia,
Rahman, 28—08—98
- Kematian sebenarnya bukanlah akhir perjalanan hidup, tapi ketika orang-orang mengabaikanmu padahal engkau ditengah-tengah mereka. (anon)
- Jarak paling dekat antara problem dan solusi adalah antara lutut dan lantai untuk bersujud. (anon)
- Pantun oleh Rahman:
Sampan menari menciutkan hati,
ditengah laut luas membentang
Wahai kawan baik berhati-hati,
jangan makan haram nan terlarang.
