Hati-hati dengan Hal Sepele

By t724626

Berbagai hal yang bisa merusak pola pikir islami dan berbagai segi kehidupan islam terjadi di berbagai bentuk, bahkan dalam hal yang simple dan sepele. Dalam hal ini adalah mengenai kata-kata dan tulisan di komunitas muda islam. Kita tahu bahwa biasanya ucapan-ucapan gaul atau ngetrend cepat sekali menyebar dan tambah ramai dipergunakan orang yang berjiwa gaul, merasa tidak boleh ketinggalan zaman, dan terutama para remaja yang lagi senang-senangnya bersosialisasi.

Para perusak bahasa sering memperkenalkan jenis kosakata baru yang sering diucapkan diberbagai tempat dan aktivitas, termasuk juga singkatan dan tulisan-tulisan dalam sms atau chatting. Sebenarnya ini benar-benar hal yang simple dan sepele, tapi melihat dengan keadaan pola pikir remaja islam pada saat ini yang sebagian besar masih “apa adanya” dengan kencangnya arus pergaulan, maka hal-hal yang sebenarnya sepele tadi membawa mereka dan kita semua kepada situasi yang susah dimengerti. Ini anak islam atau bukan, ini pergaulan islam atau bukan, karena ya itu tadi, adanya pembiaran hal-hal yang sepele sehingga menjadi untaian rantai yang berkembangbiak di setiap otak dan aktifitas anak-anak islam.

Beberapa waktu lalu kita mendapati dalam komunitas sms dan chatting, penulisan Allah menjadi 4JJI. Padahal kemudian terungkap bahwa itu adalah singkatan yang berarti 4 (for) Jesus J….. I……. (saya tidak tahu secara arti lengkapnya, yang jelas ada yang memberikan info ini sebagai masukan kepada saya).

Nah, baru-baru ini di room chatting islami ada pemakaian salam yang nyleneh yang mungkin bagi orang yang tidak faham akan dianggap sesuatu yang baru, gaul, dan ngetrend sehingga akan marak digunakan. Di sana ada yang menggunakan salam “Alsalam syalom”. Looooh, ini apa lagi……!. Salah satu yang saya ketemukan memakai salam seperti ini ketika saya pertanyakan kebenaran ucapan kalimat tersebut malah menjawab “Emang kamu yang nentukan salah dan benar!” (&*%*……. capek dah.). Baru ditanya begitu aja jawabannya memperlihatkan bahwa dia ketus dan kurang ramah, semaunya sendiri, sak enake dhewe, khas orang-orang yang berpikiran bahwa kebebasan adalah prioritas. Beginilah dunia………kerusakannya tanpa akhir………… (Whalah,……. ngelantur! @)#$*%).

Perlu diketahui, bahwa kata syalom adalah kata dalam bahasa Ibrani dan menjadi salam bagi orang-orang Yahudi dan Nasrani/Kristen. Memang mirip dengan bahasa Arab, karena akar katanya dari bahasa yang masih berkerabat. Tapi apa ya harus sedemikian, gaya gaul anak muda islam, meninggalkan bahasa sendiri dan memakai bahasa agama lain dan itu bakalan menjadi syiar turut menyebarluaskan agama tersebut. Sedangkan islam, dianggap jelek dan dijauhi, mulai dari alasan bahasa gaul-lah, kebebasan berpikir-lah, atau bisa jadi sebagian memang tidak faham dan menjadi bagian kerusakan tersebut.

Mohon hal-hal sepele seperti ini menjadi perhatian dan kewaspadaan bersama, karena imbasnya nanti bukan lagi sepele, tapi pasti akan menjadi kerusakan yang menjalar ke berbagai segi kehidupan.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan