Tidak Membantu Malah Menjegal

By t724626

Ada komentar bahkan hujatan, bahwasanya orang-orang yang kritis memberikan peringatan dan tegas terhadap kemaksiatan di lingkungan dan daerahnya adalah orang yang pengecut, karena tidak mau berjuang di tempat yang seharusnya seperti Palestina dan Afghanistan.

Ada berbagai ulasan dan alasan dikemukakan sebagai dalil mempersalahkan dan menghujat segelintir ummat Islam yang tegas melawan ketidakbenaran. Dalil-dalil yang dipakai juga dari Alquran dan Alhadist, namun dengan mekanisme penafsiran dan pola pikir yang tidak semestinya, alias tidak relevan (atau mungkin juga sengaja disesuai dengan kehendak hatinya sendiri) untuk mendukung pendapat pribadinya tadi dalam mempersalahkan para pejuang Islam.

Manusia-manusia dengan tipe semacam inilah yang tercetak dengan pola pikir tanpa tuntunan Ilahi, cenderung suka menghujat, mengikuti pola pikir non-islami, cenderung kepada sistem dan tingkah laku di luar islam, lebih mengutamakan nafsu dan kehendak pribadi daripada ketetapan agama (ideologi) yang dianutnya. Mereka berlagak mempertanyakan tindakan orang-orang yang dianggap “keras” semacam FPI dan kelompok-kelompok sejenis yang tegas menghadang kemaksiatan. Juga mengenai cara-cara peledakan bom di Bali dan beberapa tempat lainnya yang dikatakan dan diexpose sebagai tindakan terorisme. Mengapa tidak mau membandingkannya dengan terorisme sejati hasil karya Inggris maupun Amerika dalam mendukung Israel membunuh dan menyiksa ratusan ribu rakyat Palestina?. Mereka malah mengatakan bahwa tindakan-tindakan tegas dari sebagian umat Islam itu sebagai tindakan bodoh. Koar-koar yang menyudutkan para pejuang Islam semacam itu biasanya malah berasal dari orang-orang yang sebenarnya pengecut, mereka tidak berani melawan kemaksiatan, tidak mau memperjuangkan Islam, dan bahkan mungkin tidak mau menerima Islam secara kaffah (sepenuhnya).

Ijtihad yang dilakukan para pejuang Islam dimanapun berada, seharusnya tidak perlu dipersalahkan dan dijelek-jelekkan. Para pejuang itu memang bukanlah malaikat yang tanpa dosa. Kesalahan-kesalahan dalam tindakan mereka pasti ada, tapi itu lebih baik daripada para pengecut yang diam melihat kemaksiatan di daerah mereka. Para pejuang yang berijtihad dan salah maka berpahala satu, sedangkan yang benar berpahala ganda.

Para pengecut itu selalu mencari-cari kesalahan hasil ijtihad orang lain, padahal dia sendiri tidak melakukan apapun dan tidak punya solusi apapun dalam menghadapi permasalahan yang ada. Orang-orang semacam itu termasuk orang-orang yang sangat merugi dan pantas untuk diberi pertanyaan; Apa saja yang telah dilakukannya sebagai bagian ummat Islam dalam menghadapi kemaksiatan? Sudahkah turut serta berusaha mengishlah dan berdakwah kepada ummat? Atau jangan-jangan dia tidak melakukan apapun selain berkomentar jelek dan menjelek-jelekkan orang lain yang berani bertindak menyelesaikan masalah. Pantas kiranya bagi manusia semacam itu mendapat sebutan NATO (Not Action Talk Only). Naudzubillah.

Mungkin sebagian besar ummat Islam turut mempertanyakan tindakan-tindakan peledakan bom dan bentuk-bentuk kekerasan serta ketegasan terhadap kemaksiatannya lainnya di wilayah yang bukan wilayah perang. Apa diperbolehkan?

Kalaulah kita menyatakan tidak setuju dan menganggap ijtihad semacam itu salah, maka itu adalah bagian dari penafsiran dan bagian dari kompleksitas permasalahan. Namun, sekali lagi perlu ditekankan, janganlah menjadi bagian dari orang-orang yang menghujat tindakan orang lain. Selain itu, ketidaksamaan pendapat atau perbedaan pendapat tidak harus berujung pada penghujatan ijtihad orang lain. Padahal, mereka yang melakukan penghujatan itu juga tidak jelas kontribusinya dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berkembang.

Umat ini seharusnya bersatu, meskipun ada cabang-cabang ide dan bentuk-bentuk penyelesaian masalah yang berbeda. Kalau tidak bisa ikut bertindak dan tidak mau berpartisipasi atau tidak mempunyai solusi dalam membantu ummat, lebih baik diam menyimak dan belajar, jangan menjegal usaha orang lain. Semoga ummat ini dijauhkan dari pertikaian dan perpecahan akibat rongrongan para pengecut yang suka menjegal ijtihad saudaranya. Amien.

Tinggalkan Balasan