Arsip untuk ‘Bhs. Indo’ Kategori

Wise Word July 2008 (II)

Juli 22, 2008

Dibalik Pintu 2 Dunia

 

Tergolek dirinya lemas, ….. ajal menjelang

Berharap ampunan datang sebelum kematian

Berkah datang iba bertemu

Langkah kaki kematian berirama sendu

Sungguh senang si pesakitan, ……. ragu

Sebentar lagi hilang semua kepenatan

Akankah dia senang di dunia seberang

Akankah amalan menyelamatkan

Wajah-wajah berdosa menanggalkan topengnya

Wajah-wajah duka mengiringi kepergiannya

Ragu…… menerawang kolong dunia

Insan bertaqwakah diriku

Ujarnya lirih,…… terpejam,……. kelu…….

 

 

Di dekat lorong dunia,

Rahman, 28—08—98

 

 

 

  • Kematian sebenarnya bukanlah akhir perjalanan hidup, tapi ketika orang-orang mengabaikanmu padahal engkau ditengah-tengah mereka. (anon)
  • Jarak paling dekat antara problem dan solusi adalah antara lutut dan lantai untuk bersujud. (anon)
  • Pantun oleh Rahman:

             Sampan menari menciutkan hati,

            ditengah laut luas membentang

           Wahai kawan baik berhati-hati,

           jangan makan haram nan terlarang.

 

 

 

Wise Word July 2008 (I)

Juli 22, 2008

M e r p a t i P u n a h

M e r p a t i l e m b u t p u n a h ,

b e r u b a h d a n b e r t u k a r t i n g k a h

D a h u l u t e r b a n g m e n g h i a s a w a n ,

k i n i m e m a k a n b a n g k a i t e m a n

M e r p a t i t e l a h p u n a h ,

d a n h a t i p u n t e r j a j a h

P e r a s a a n t e r b u a n g m a k i n n y a t a ,

k e m e r d e k a a n b u k a n l a g i r e a l i t a

M e r p a t i s a n t u n p u n a h ,

b e r u b a h d e n g a n j i w a s e r a k a h

B e g i t u p u n r a k y a t t e r k u l a i ,

d a l a m d e r i t a t a k t e r p e r i

M e r p a t i t e l a h p u n a h ,

j i w a – j i w a m e n o l a k m e l a n g k a h

S e t a n m u n c u l T u h a n d i t e n d a n g ,

T u h a n d a t a n g s e t a n m e n g h a d a n g

M e r p a t i s u c i p u n a h ,

s e m u a t ’ l a h b e r u b a h

G a g a k d i a n g g a p m e r p a t i ,

k a r n a m e r p a t i t e l a h m a t i

S e g a l a n y a b e r u b a h ,

m e r p a t i t e l a h b e n a r – b e n a r p u n a h

Rahman, 20—01—01

dalam gelap dan sepi…….

# Tiada kehidupan tanpa kesengsaraan, dan tiada kebahagiaan tanpa melewati kesulitan. (anon)

# Umur manusia seperti embun pagi, begitu singkat………………………., berat. (anon)

# Kalaulah jalan ditempat berkarang, batu di kakipun setajam duri

Kalaulah datang waktu sembahyang, cepat lakukan sebelum mati. (Rahman)

Tertawa Yuuuk….! : Membahas Olok-olok Pembenci Islam

Juli 22, 2008

Sebenarnya pantas bagi mereka mendapat anugrah Dagelan Award, atau mungkin diberi kesempatan tampil di TV menggantikan panggung komedi Indonesia, untuk menyalurkan hobi dan bakat mereka dalam menyusun olok-olokan dan hinaan kepada orang lain.

Ya…., mereka para pembenci Islam sangat telaten dalam menyusun media “dakwah” mereka untuk mendobrak keyakinan para pemeluk Islam. Mereka mengarahkan berbagai kemampuan untuk menyusupkan rasa ragu dan bimbang di hati para pemeluk Islam.

Telah lama kiranya kita mengenal adanya gerakan orientalis, missionaris, dan program-program pemurtadan ummat Islam yang terselubung dan lebih banyak bergerak diam-diam. Kini di masa yang disebut sebagai era globalisasi dan kebebasan berkomunikasi serta mendapatkan informasi, mereka mendapatkan berbagai fasilitas untuk menyebarluaskan ide-ide mereka untuk menggerogoti keimanan para pemeluk Islam, bahkan lebih rapi dan terencaan semakin sistematis.

Modus mereka biasanya melalui penurunan akhlaq dan dekadensi moral seperti maraknya goyang maut dan erotis, pembebasan pergaulan muda-mudi, pencampuran norma islam dengan tata aturan diluar islam, dan berbagai cara lainnya. Namun sekarang, modus mereka yang lagi ngetrend adalah dengan cara menggunakan pemutarbalikan cara berfikir, pembalikan fakta, dan selalu dibarengi dengan pemakaian dalil-dalil dari buku-buku pedoman Islam sendiri. Hal-hal ini dipergunakan untuk memberikan keraguan kepada pemeluk Islam, seakan-akan keburukan dan ketidakberesan Islam ada di dalam buku-buku pedoman Islam sendiri sehingga mampu meyakinkan bahwa orang yang memilih Islam sebagai jalan hidup adalah orang-orang yang bodoh dan tidak memahami pedoman Islam. Mereka berusaha meyakinkan bahwa seandainya orang Islam mempelajari agamanya dengan sungguh-sungguh maka akan menemukan sendiri kesalahan-kesalahan keyakinan Islam, maka akan lebih memilih untuk keluar dari Islam. Para pembenci Islam ini, yang mempropagandakan modus-modus seperti ini menyatakan bahwa mereka adalah ex-muslim yang telah mempelajari Islam dengan sungguh-sungguh dan menemukan kebenaran versi mereka untuk lebih meyakinkan bahwa mereka adalah orang yang pandai dan benar.

Fasilitas kebebasan berpendapat dan globalisasi informasi benar-benar dipergunakan oleh para pembenci Islam ini untuk “menonjok” keyakinan para pemeluk Islam dengan dalil dari buku-buku pedoman Islam sendiri. Namun, sayangnya……..dan sangat disayangkan………!. Ulama-ulama Islam terkesan diam, atau tidak mau tahu, ataupun beralasan bahwa tidak ada gunanya menanggapi tulisan-tulisan bermodus seperti itu. Apa benar tidak bermanfaat?

Sesungguhnya, berbagai olok-olok dan “dakwah” dari para pembenci Islam itu sangat-sangat-sangat-sangat-sangat berbahaya (sungguh-sungguh berbahaya!!!), dan akan lebih merugikan jika sikap diam dan acuh tak acuh semacam itu diteruskan. Mereka yang membenci Islam sangat telaten dan semakin sistematis menghancurkan Islam. Seperti situasi dimana “penjahat merajalela dan lebih pandai daripada polisi”. Sedangkan para ulama ibarat tukang kebun yang malas menaburkan pupuk dan malas pula mencabuti rumput yang tumbuh di kebun mereka (entah malas atau mungkin takut ditangkapi kayak Habib Rizieq dan Munarman……..?????). Parahnya lagi, keadaan ummat Islam pada saat ini sangat memprihatinkan, sebagain besar tertidur pulas dalam mimpi modernitas hidup, sedangkan jiwa iman mereka kurang terbentengi (fragile self defense), mereka rapuh sehingga menjadi sasaran empuk yang terbuka untuk dijajah ideologi lain. Mengapa demikian………??????, karena mereka tidak paham pedoman Islam yang katanya menjadi jalan hidup mereka, mereka lebih nyaman mengekor saja “taqliid al aam” tanpa mau tahu dan belajar mengenai dasar-dasar atau dalil-dalil yang melandasi keyakinan mereka. Secara gampang, ummat Islam pada saat ini seperti buih dilautan yang terombang-ambingkan ombak, terpisah-pisah dan makin mudah diremukkan. Bodoh………..dan gampang Dibodohi !.

Maka dari itu, atas kreatifitas dan ketelatenan para pembenci Islam menyusun program acara dan olok-olok terhadap keyakinan Islam, maka pantas bagi mereka mendapat Dagelan Award atau Jahil Award dan menjadi bahan tertawaan kita, bukan malah kita yang ditertawakan mereka. Semoga kita teguh memegang keyakinan Islam dan tidak terperangkap pemikiran-pemikiran bodoh para pembenci Islam yang seharusnya kemampuan mereka adalah sebagai pelawak dan ditertawakan orang, bukan sebagai pemikir.

Ulasan-ulasan mereka lebih terkesan membingungkan dan asal-asalan dalam mentafsirkan berbagai dalil. Memang harus diakui, cara mereka menyusun alur berpikir dan membawa pembaca menuju akhir yang sesuai dengan keinginan mereka sangat bagus (ketimbang disebut pelawak apa lebih baik disebut penulis skenario aja ya………..???&*^). Yang jelas gitu deh, di satu sisi cara kerja otak mereka sangat excellent, tapi di sisi lain terasa adanya keruwetan dan membolak-balik kata (mungkin karena kebencian dan permusuhan atau mungkin disebabkan ketidakstabilan jiwa……………..????%*&).

Hal ini dapat kita cermati dari berbagai hal yang mereka bahas, diantaranya:

Mengenai neraka:

Mereka mengatakan bahwa Tuhan Islam adalah Tuhan yang kejam dan tidak mempunyai rasa kasih karena menghukum orang-orang yang tidak taat dengan hukuman neraka. Apa benar hanya islam yang mengancam dengan siksa neraka?. Jelas tidak. Semua agama pasti memberikan ancaman semacam itu, dan itu tidak bisa menjadi dasar bukti bahwa Tuhan tidak Maha Pengasih dan Penyayang. Penempatan Maha Adil, Bijaksana, Pengasih, Penyayang, dan semua Kebesaran Tuhan harus dicermati secara proporsional dan pada bahasannya. Lha apa gunanya ketaatan dan keingkaran, apa fungsi pemberian pahala dan hukuman, apa fungsi tata aturan agama kalau semua yang mengerjakan dan tidak mengerjakan dianggap sama saja. Orang yang punya otak pasti berpikir: ”Enakan nggak usah ngerjakan perintah agama dong………, kan nggak ada hukumannya”. Atau mungkin berpikir juga: “Ngapain harus kerja keras kalau merampok dan membunuh nggak bakal mendapat hukuman dari pencipta kehidupan……. Kalo gitu merampok aja ah…..!^$&*”.

Di dalam ajaran agama Islam memang diberikan pembagian surga yang diperuntukkan bagi manusia yang beriman, sedangkan neraka bagi manusia yang tidak beriman. Namun, dalam ajaran Islam dijelaskan dengan luas melalui Alqur’an maupun Hadits mengenai tempat-tempat manusia sesuai dengan keadaan mereka di dunia. Tidak ada diskriminasi dan kekejaman yang digembar-gemborkan para pembenci Islam. Orang yang berimanpun apabila melakukan tindak kejahatan dan penyimpangan dari ajaran Islam akan memperoleh hukuman di neraka sesuai dengan level kejahatan mereka. Begitupun orang kafir, akan mendapatkan level yang sepantasnya. Allah Maha Pengasih atas segenap ciptaannya. Semuanya diberikan kesempatan untuk memilih antara tindakan yang baik dan buruk. Berbagai petunjuk telah diberikan untuk mengarahkan jalan manusia ke jalan yang baik. Kalaulah manusia itu memilih jalan yang buruk dan menjauhi berbagai sarana kebaikan yang diberikan oleh Maha Pencipta dan Pengasih, berarti bukan salah Tuhan jika manusia yang tidak taat tersebut mengarahkan dirinya ke neraka. Jadi dengan adanya neraka bukan berarti Tuhan tidak Maha Pengasih Penyayang atau Tuhan kejam.

Di dalam ajaran agama lainpun jelas tercantum bagaiamana Tuhan masing-masing agama tersebut menghukum ummatnya yang tidak taat ataupun orang-orang yang tidak mengikuti ajaran agama mereka.

Pada agama kristen dinyatakan bahwa orang yang kafir akan mendapatkan siksaan neraka tidak terpadamkan (selamanya). Diantara dasar-dasar dari ajaran mereka adalah:

“…diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala”. (Mat 5:22)

“…takutlah (taat) kepada Dia yang berkuasa membinasakan jiwa maupun tubuh ke dalam neraka”. (Mat 10:28)

“Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik hidup dengan tangan putus daripada utuh di dalam neraka, api yang tidak terpadamkan”. (Mrk 9:43)

Pada ajaran agama Buddha dinyatakan bahwa orang yang tidak menerima Buddha jika saatnya tiba, datang hukuman yang tidak dapat digantikan. Dijelaskan pula berbagai jenis neraka yang jumlahnya ribuan, diantaranya ada neraka pencabut lidah lalu dibajak dengan kerbau besi hingga lumat, ada pula neraka pencabut jantung, ada neraka yang memasak tubuh dalam air mendidih, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Pada agama Hindu, manusia yang tidak taat atau berdosa akan masuk neraka di siksa kemudian dibawa ke dunia lagi terus-menerus sesuai perbuatan mereka di dunia. Bahkan pada limit paling hina akan tetap berada di dasar terbawah kawah neraka menerima siksaan terus-menerus.

Pada agama Yahudi bahkan diperjelas bahwa Tuhan mereka mengharamkan surga bagi orang yang bukan Yahudi sedangkan kaum Yahudi sangat sedikit menderita di neraka. Maksimal katanya tidak lebih dari 11 bulan apapun dosa mereka. Sedangkan non-yahudi akan selamanya di neraka. Kejam dan diskriminatif, kan!

Dalam hal perbuatan tidak baik:

Para pembenci Islam juga mengatakan bahwa peraturan Islam di dunia juga kejam, dengan mengambil dalil mengenai potong tangan bagi para pemcuri. Padahal peraturan potong tangan dalam islam merupakan peraturan yang sangat mampu meredam aksi kejahatan atas sesama manusia. Seorang manusia lemah akan terlindungi dari kejahatan tangan manusia lainnya. Sedangkan mereka yang punya pikiran kotor dan jahat, akan berpikir seribu kali sebelum melakukan tindakan pencuriannya karena pastinya takut dengan akibat tindak kejahatannya yaitu potong tangan. Bahkan aturan pemberian hukuman ini diberlakukan hanya kepada pencuri yang mencuri diatas batas ukuran tertentu, sehingga yang mencuri dibawah batas itupun hanya akan menerima hukuman yang lebih ringan. Belum lagi adanya pertimbangan berbagai aspek sosial kemasyarakatan, orang yang mencuri bisa jadi tidak dipotong tangannya apabila ternyata dia dalam keadaan kelaparan yang sangat, atau pemilik barang memaafkannya, dan sebagainya. Inilah kedamaian dan kebaikan serta fleksibilitas hukum islam.

Jika kita menelaah agama lain, hal yang sama juga diberlakukan hal yang sejenis.

Pada agama kristen disebutkan “Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik hidup dengan tangan putus daripada utuh di dalam neraka, api yang tidak terpadamkan”. (Mrk 9:43). Jadi hukum potong tangan disana juga ada.

Pada agama Buddha seperti telah disebutkan sebelumnya mengenai berbagai jenis neraka, maka disana dibuatkan neraka potong tangan, potong ini itu, dan sebagainya.

Pada agama Hindu, orang yang mencuri akan dipotong tangannya, orang yang mencuri dengan telinga (mencuri dengar ayat-ayat kitab suci oleh kasta rendah) akan dicor dengan timah panas, dan sebagainya.

Pada Yahudi, dan agama lainnya juga sama saja, ada hukuman yang setimpal bagi orang-orang yang melakukan tidak kejahatan terhadap sesamanya. Hanya saja karena telah terjadinya pemalsuan dan penyelewengan ajaran agama mereka, maka ajaran-ajaran dan bahkan kitab suci mereka telah diubah sesuai dengan keinginan nafsu mereka.

Mengenai Alqur’an: (related topic: Decision Letter)

Para pembenci Islam mengatakan berbagai hal yang menyatakan bahwa Alqur’an bukanlah wahyu dari Tuhan tapi sekedar rekaan, palsu, dan bahkan dikatakan yang otentik dari masa Muhammad sudah tidak ada lagi. Mereka mempermasalahkan berbagai hal dari Alqur’an, mulai dari tulisan yang tidak ada lagi sejak masa Muhammad, manuskrip yang asli tidak ada, format penulisan yang berbeda, dan lain sebagainya.

Nah, mengapa Alqur’an begitu penting menjadi pembahasan pembenci Islam untuk melawan Islam? Hal itu tidak lain adalah karena mereka ketakutan dengan kebenaran Alqur’an, mereka takut dengan mu’jizat dan orisinalitas Alqur’an, mereka takut dengan adanya Alqur’an sebagi pembeda antara yang bathil dan benar, mereka takut ummat Islam bertahan di jalan yang lurus karena dengan berpegang kepada Alqur’an itulah ummat Islam bisa bertahan selama ribuan tahun melawan usaha menyimpangkan ajaran Islam.

Mengenai olok-olokan mereka yang menyatakan bahwa Alqur’an tidak ada lagi yang otentik, maka marilah kita bahas sedikit demi sedikit. Menurut salahsatu versi, data yang ada menunjukkan bahwa Alqur’an tertua yang ada hingga masa sekarang ditulis diatas kulit berjumlah 1400 lembar tersimpan di Mesir yang diperkirakan ditulis semasa Khilafa ar Rashidin (saat ini disebut Mushaf Cairo). Versi lain menyatakan bahwa Alqur’an tertua yang ada sekarang ada di Tashkent, Uzbekistan, dengan percikan darah diatasnya diperkirakan milik Utsman bin Affan. Ada pula yang menyatakan di simpan di museum London, atau yang disimpan di Topkapi. Selain itu, ada beberapa Alqur’an tua pula yang beredar di Eropa, yaitu Alqur’an yang ditulis dengan tinta emas dengan gaya tulisan khat kufi oleh Yahya bin Muhammad bin Umar tertanggal 17 Ramadhan 599 / Juni 1203. Alqur’an ini dilelang di Christie’s London seharga ₤ 1.14 juta. Merekapun meneliti bahwa dari beberapa Alqur’an yang dianggap tertua tersebut ada yang tidak sama dengan Alqur’an yang dimiliki ummat Islam masa sekarang. Bahkan mereka menyatakan bahwa jenis ornament dan gaya tulisan yang ada pada Alqur’an tersebut menunjukkan jenis yang lebih muda dari yang diperkirakan, dan masih banyak lagi alasan dan ulasan mereka untuk menjatuhkan otentisitas atas orisinalitas Alqur’an yang kita miliki pada masa sekarang.

Benarkah Alqur’an sekarang telah berbeda dengan Alqur’an pada masa Nabi?

Sebenarnya ini adalah pertanyaan orang-orang yang kurang berfikir saja, dan pertanyaan bodoh seharusnya dijawab dengan diam saja, tapi baiklah kita bahas hal ini untuk pengetahuan bersama bahwa Alqur’an tidak berubah selama perjalanan waktu lebih dari 1400 tahun ini.

Alqur’an adalah wahyu dari Allah kepada Muhammad s.a.w.. Pada masa hidup beliau, semasa wahyu masih berkelanjutan, Alqur’an sudah mulai ditulis atas perintah Nabi. Begitu wahyu turun dan diucapkan oleh Nabi kepada ummatnya, para sahabat yang bisa menulis segera menuliskannya diberbagai media yang ada, dan ini diperuntukkan bagi diri mereka sendiri. Sedangkan penulis yang secara langsung ditunjuk oleh Nabi (sekretaris Nabi) adalah Zaid bin Tsabit. Tulisan-tulisan wahyu tersebut semakin lengkap seiring dengan turunnya wahyu yang masih berkelanjutan pada masa hidup Nabi. Namun, hal terpenting yang menjaga keaslian Alqur’an bukan berada di tulisan atau bukti-bukti manuskrip tertua yang ditemukan, tetapi dalam hafalan. Mengapa demikian?

Semenjak masa Nabi masih hidup, dalam berbagai kesempatan dilantunkan ayat-ayat Alqur’an, terutama dalam sholat. Berkali-kali ayat-ayat yang telah turun dihafalkan sesuai dengan urutan yang telah ditetapkan oleh Nabi tanpa dirubah-rubah lagi hingga akhirnya lengkap. Itulah Alqur’an yang ribuan orang mampu menghafalnya lengkap persis semenjak zaman awal Islam hingga berlanjut ke generasi-generasi berikutnya. Jika ada pihak yang berusaha merubahnya, maka akan segera ketahuan bahwa itu palsu. Para pembenci Islam selalu berpijak pada konteks material manuskrip, seperti cara mereka berpikir tentang Perjanjian lama dan baru. Mengapa demikian?, karena Perjanjian lama dan baru yang ditulis dengan bahasa aslinya sudah tidak ada lagi, yang tertua adalah terjemahan dan uraian dalam bahasa Yunani yang kemudian menjadi rujukan mereka menerjemahkan Injil ke berbagai bahasa yang akhirnya semakin menciptakan kerusakan di dalamnya karena penuh dengan imbuhan dan pengurangan tulisan maupun makna, ditambah lagi subyektifitas penulisnya, dengan kata lain menjadikannya palsu. Itulah kenapa tidak ada yang bisa menghafalkannya, karena tidak ada mu’jizat di dalamnya. Berbeda dengan Alqur’an yang sama di seluruh penjuru dunia, dalam tatanan dan urutan yang telah ditetapkan semenjak masa Nabi. Semuanya otentik dan orisinal tercantum dalam hafalan ribuan orang. Alqur’an adalah benar, tidak ada keraguan di dalamnya, mu’jizat, dan tetap orisinal sama persis dengan Alqur’an pada masa Nabi Muhammad s.a.w..

Jika dipertanyakan juga mengenai text yang di makan kambing, atau text tertua dibakar, dan lain sebagainya, maka itu tidak berpengaruh pada kelengkapan Alqur’an dan keasliannya karena telah lengkap dalam hafalan ribuan hafidz. Bahkan seorang ustad mengatakan kalaupun text Alqur’an di makan dinosaurus ataudimakan ikan paus atau apapun itu, nggak bakalan mengurangi isi dan tata urutan Alqur’an. Hafalan yang lengkap dari ribuan hafidz dari generasi ke generasi adalah Alqur’an yang otentik.

Mengenai keunggulan Arab dari selain Arab:

Para pembenci Islam juga berusaha memunculkan kebencian terhadap ras Arab dengan mengatakan bahwa orang-orang Islam dari ras selain Arab adalah orang-orang bodoh yang ditindas oleh ras Arab. Pada dasarnya hal ini disebarkan oleh para pembenci Islam selain untuk mengadu domba, juga dikarenakan kebencian mereka saja atas keberhasilan ras selain ras mereka sendiri. Mereka itulah sebenarnya yang berusaha untuk mengangkat ras mereka dan merasa sebagai ras yang lebih unggul dari ras lainnya. Kebohongan mereka berdasar kepada pemutarbalikan dalil dengan kenyataan sejarah. Semua paham, bahwa dalam Islam dinyatakan bahwa tidak ada perbedaan manusia satu dengan lainnya, atau arab dengan non arab, kecuali atas dasar ketaqwaan. Artinya, persamaan hak derajat yang sama semua manusia telah diamalkan oleh Islam, tidak ada keunggulan ras Arab atas ras lainnya, semua sama terkecuali dalam tataran keimanan dan ketaqwaan saja. Jikalau dalam sejarah kita temukan adalanya penindasan dan kesewenang-wenangan dari penguasa Islam, itu adalah atas kontribusi politik atau permainan politik dan penyimpangan Islam. Bahkan pada beberapa masa, orang Arab berada di bawah Ottoman Turki, dan beberapa penguasa dari ras lainnya. Nah, begitu pula rasa permusuhan orang-orang yang mempropagandakan kebencian ras ini, mereka cemburu karena merasa ras mereka yang superioritas tidak mendapat tempat untuk disalurkan, plus mereka juga membenci Islam. Lengkap sudah setan dalam diri mereka………hahaha.

Mengenai poligami Muhammad: (related topic: Poligami Muh.)

Muhammad punya istri lebih banyak dari ummatnya tidak begitu penting, karena nabi pada waktu itu juga sebagai pemimpin setingkat raja dan kaisar dari berbagai belahan dunia lainnya. Namun, dibalik itu, Muhammad punya kewajiban dan tanggungjawab yang lebih besar dari ummatnya, sholat sunnah pun menjadi wajib baginya, menjaga norma dan akhlaq masyarakat, bertindak seadil mungkin dalam menyelesaikan berbagai persoalan, dan lain sebagainya. Istri Muhamamd yang perawan hanya satu, yaitu Aisyah, sedangkan yang lainnya adalah janda-janda yang suami mereka gugur di medan perang, dan sebagainya, sedangkan mereka dan anak-anak mereka membutuhkan perlindungan. Aisyah masih sangat muda ketika dinikahi Muhammad, bukan berarti suatu keburukan dan aib, karena dalam islam menikah bukan sekedar sex, tapi sesuatu yang suci dan berharga, lebih dari sekedar kesenangan semata.

Pembenci Islam tetap saja akan membenci Islam walaupun umpamanya kejadian ini tidak ada. Hati mereka yang tertutup kebencian menjauhkan mereka dari kebenaran, dan tetap saja akan keras membeku meskipun diberikan kebenaran seterang apapun.

Hal yang perlu diperhatikan: (related topic: Bencana diawal Islam)

Para pembenci islam sekarang semakin banyak mengupas islam dan mencari kejelekan islam dari kesalahan-kesalahan pengikut islam maupun sengaja membolak-balik makna dalil-dalil berbagai sumber islam, sehingga bagi orang yang kurang mengetahui keseluruhan islam akan melihatnya sepintas islam seperti yang di gembar-gemborkan tersebut, yaitu islam yang brutal, jelek, dan tidak beradab. Selain itu, mereka juga sengaja mengartikan dan menafsirkan dalil-dalil tersebut tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Perhatikan juga pola penafsiran dalil Islam dalam film semacam Fitna karya Gert Wilder. Mereka yang bermodus seperti ini biasanya mengaku sebagai mantan islam dan sekarang tidak beragama atau menyembunyikan identitas agama mereka, sehingga ummat islam yang mayoritas pada saat ini sedang terlelap (bodoh dan senangnya taqlid buta), termakan umpan mereka untuk berpikir menyimpang dan tergelincir, karena ummat islam ini tidak tahu dan tidak paham sepenuhnya terhadap agama mereka. Mereka yang membenci islam ini menyembunyikan identitas agama mereka karena mereka takut ulama Islam menyerang kesalahan agama yang mereka anut. Maka dari itu jika mereka tidak ketahuan dari mana, maka kita tidak bisa membalas mengupas kejelekan agama mereka, dan mereka juga tahu bahwa islam tidak boleh menghina agama lain tanpa ada sebab musababnya. Dakwah bil hikmah menjadi dasar pandangannya. Mereka ini benar-benar telah mendapatkan pendidikan dan pengalaman yang melebihi banyak kapasitas pemikiran ummat islam pada saat ini. Mereka telah benar-benar mempersiapkan diri untuk menghancurkan islam dengan berbagai cara.

Ada juga mereka yang mengaku mantan islam (ex-muslim) yang juga bersuku Arab. Penekanan ini bagi orang-orang yang rapuh imannya menambah keraguan dalam hati mereka dan dipaksa untuk berfikir: “waaah yang bersuku Arab dan mendapat pendidikan islam di daerah utama Islam saja bersedia untuk murtad…….., apa mereka benar ya…….., berarti pilihan saya salah dong untuk memeluk islam…….., dan seterusnya”.

Sebenarnya uraian dan ulasan mereka itu dibuat-buat dan direkayasa. Ingatlah, bahwa kemaksiatan dan kemungkaran ada dimanapun juga, di negara arab maupun non arab. Jika dengan pernyataan semacam itu saja ummat Islam sudah timbul rasa ragu di hati mereka berarti jelas itulah tanda-tanda orang yang bodoh dan mudah untuk dibodohi. Yakinlah bahwa orang yang teguh dalam Islam bukan orang bodoh ataupun salah langkah. Ingatlah bahwa dahulu pada masa awal Islam, sebagian besar orang Arab masih jahil dan tidak menerima Islam, kemudian bertahap berbondong-bondong memeluk islam setelah mengetahui kebenaran dalam islam. Jikalau seandainya saat ini ada lagi orang-orang yang bertindak bodoh alias jahil dan memilih keluar dari Islam, ya biasa aja kaleeee……… Hal seperti itu tidak perlu dijadikan pertimbangan akan kebenaran Islam dalam hati kita, tidak perlu dibesar-besarkan, dan ummat Islam tidak perlu menjadi ragu akan kebenaran Islam.

Maka dari itu, buat anda yang non-islam, entah kristen, buddha, hindu, yahudi, dan lain sebagainya, silahkan pelajari agama anda dengan sungguh-sungguh, semoga kebenaran yang hakiki akan mengarahkan anda kepada jalan yang seharusnya anda tempuh.

Untuk saudara seiman dalam Islam, mari teguhkan iman kita, bentengi jiwa kita dengan pengetahuan Islam yang benar. Jangan sampai terperangkap pembodohan yang dilakukan berbagai pihak yang membenci Islam. Kadangkala sejarah memang menunjukkan berbagai celah dan ketidakberesan pelaksanaan Islam, baik dalam bidang politik, agama, ekonomi, dan lain sebagainya, tapi itu semua adalah penyelewengan dan penyimpangan ajaran Islam yang dilakukan oleh orang-orang tertentu saja dalam Islam yang bukan citra asli atau pencerminan ajaran Islam yang sesungguhnya. Mari kita pahami ajaran agama kita, dan percayalah bahwa Islamlah yang terbaik.

Sekian, semoga bermanfaat.

Malaysia=Malingsia

November 28, 2007

Kata kata ini belakangan makin santer terdengar dan makin menjadi trend setelah diperkenalkan di berbagai website dan media massa. Malingsia merupakan sebuah plesetan untuk menyebut negara Malaysia. Malingsia terdiri dari kata “maling” dan “sia” untuk merubah kata-kata “malay” dan “sia”. “Maling” merupakan kata-kata dari bahasa Jawa yang artinya adalah “Pencuri”. Plesetan ini berkembang setelah adanya beberapa kali usaha dari pemerintah Malaysia untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak meyenangkan dan termasuk juga unsur pelecehan terhadap negara tetangganya yaitu Indonesia. Plesetan ini merupakan salah satu respon masyarakat Indonesia atas sikap yang tidak berbudi dari pemerintahan negara itu.

Dipihak pemerintah indoneeia sendiri seringkali terdengar kecaman atas ketidak-bijaksanaan pemerintah Malaysia tersebut yang mengaku sebagai tetangga yang baik tapi ternyata tidak punya etikat dan etika yang baik sebagai tetangga. Di samping itu, sebagai negara Asia Tenggara yang berakar budaya sebagai negeri Malay (Melayu) seharusnya menunjukkan sikap ketimuran dan norma akhlaq yang tinggi, namun pada kenyataannya banyak sikap-sikap pemerintah Malaysia yang menodai kepercayaan dan norma tersebut. Sebagai saudara serumpun dan tetangga dekat, mereka ternyata jauh dari budi luhur yang seharusnya dijunjung tinggi sebagai bangsa Melayu.

Beberapa tahun terakhir ini semakin banyak kejadian dan hal-hal yang memperlihatkan keburukan sikap pemerintah Malaysia. Banyak hal yang seharusnya menjadi milik tetangganya (Indonesia), tapi dicuri oleh negara Malingsia, diantanya:

  1. Malingsia mencuri gugusan kepulauan diperbatasan Indonesia, yaitu Sipadan dan Ligitan yang pada hakikatnya adalah pulau terluar Indonesia seperti yang telah tercantum secara jelas dan disepakati secara internasional dalam Perjanjian Djuanda tahun 1957 yang menyatakan dan menetapkan bahwa luas laut teritorial Indonesia sejauh 12 mil laaut diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik terluar dari pulau terluar Indonesia pada saat surut atau batas ketinggian air laut paling rendah. Dari kesepakatan ini kepulauan Sipadan Ligitan merupakan wilayah yang masuk wilayah teritorial Indonesia, namun dengan berbagai cara dan manipulasi maka kedua pulau tersebut diambil alih oleh Malingsia dan bahkan akibat keterlambatan Indonesia melihat pengambilalihan tersebut menjadikan Indonesia terlihat kalah dalam diplomasi dan mengakibatkan dunia internasional terbawa opini Malingsia tersebut dan memberikan pengakuan atas Sipadan dan Ligitan sebagai milik Malingsia.
  2. Malingsia berusaha mencuri landas kontinen Indonesia. Ketika beberapa waktu lalu Indonesia diguncang gempa dan tsunami besar (Aceh dan Sumatra utara), ternyata Malingsia tidak punya sense atau rasa kebaikan sebagai tetangga dan saudara serumpun, tapi disaat pemerintah Indonesia berkonsentrasi terhadap pemulihan Aceh dan Sumatra utara, mereka malah melakukan penetrasi terhadap perbatasan laut Indonesia dengan mengirimkan kapal laut dan pesawat terbang AL negara Malingsia tersebut memasuki wilayah Indonesia tanpa izin dengan maksud untuk memprovokasi dan juga mencoba untuk mengambil alih lahan minyak di laut perbatasan di dalam teritorial maupun di daerah landas kontinen Indonesia, yaitu blok Ambalat yang sangat kaya menyimpan cadangan minyak. Padahal, menurut hukum dan Ketetapan Internsional telah jelas menyatakan bahwa daerah itu merupakan wilayah yang hanya boleh dieksploitasi dan dimanfaatkan oleh Indonesia. Perjanjian landas kontinen internasional atas Indonesia pada 1969 menyatakan bahwa segala sumber mineral dan kekayaan alam lainnya yang terdapat pada dasar laut dan tanah dibawahnya diwilayah landas kontinen Indonesia yang mencakup wilayah laut sejauh 200 mil laut diluar wilayah teritorial Indonesia.
  3. Malingsia mencuri batik yang berasal dari Indonesia dan semenjak dahulu kala telah menyatu dengan kebudayaan Indonesia. Mereka menyatakan bahwa batik sebagai kebudayaan asli negara Malingsia tersebut, padahal segenap penjuru dunia telah mengetahui dan fakta juga membukti dengan jelas bahwa batik merupakan hasil kebudayaan asli Indonesia. Seharusnya mereka menganalisis dan memperhatikan kembali kenyataan bahwa sebenarnya kebudayaan Melayu berakar dari Sumatra Indonesia, bahkan yang membuka lahan dan membuat kota Kuala Lumpur serta memajukannya adalah tokoh melayu Sumatra yang makamnya ada di Indonesia (kalau tidak salah ada di Riau).
  4. Malingsia mengklaim lagu Rasa Sayange dari Maluku Indonesia sebagai karya mereka. Padahal semua warga negera tersebut tahu semenjak dahulu kala bahwa mereka dekat dengan lagu tersebut bukan karena diciptakan oleh kesenian mereka sendiri, namun karena berkualitas tinggi dan mudah dihayati yang pada hakikatnya berasal dari Indonesia. Jika mereka ditanya dari hati nurani dan diminta untuk jujur pastilah akan mengakuinya.
  5. Malingsia mengklaim kesenian Reyog Ponorogo sebagai kesenian mereka, padahal dunia sudah semenjak dahulu kala mengakui bahwa reyog adalah kesenian asli dari Ponorogo Indonesia. Ini bisa dikuatkan dengan berbagai sejarah dan melihat akar terbentuknya kesenian reyog di Ponorogo, yang bisa dilihat dari berbagai referensi sejarah di dunia ini. Apakah Malingsia tidak malu melakukan tindakan seperti itu??. Bisakah negara Malingsia membeberkan asal akar kebudayaan reyog?? Kebohongan pasti akan terungkap. Pasti mereka tidak bisa menjelaskan dan tidak mungkin bisa menjelaskan, karena Reyog bukanlah kebudayaan Malingsia tapi merupakan kebudayaan asli dari Ponorogo Indonesia.

Penjelasan-penjelasan diatas, tentang pencurian yang dilakukan Malingsia ternyata tidak cukup sedemikian. Pencurian-pencurian yang dilakukan pemerintah Malingsia ini diikuti pula dengan sikap-sikap tidak etis dan tidak senonoh lainnya, diantaranya:

  1. Dalam usaha Malingsia untuk mengambilalih teritorial laut dan juga kekayaan di blok Ambalat beberapa waktu lalu setelah Indonesia diguncang gempa dan tsunami besar (Aceh dan Sumatra utara), ternyata Malingsia juga melakukan pemukulan terhadap pekerja-pekerja Indonesia yang sedang membangun suar diperbatasan agar menghentikan pekerjaan mereka. Pembangunan suar yang dibangun Indonesia dipergunakan untuk melengkapi dan memperjelas perbatasan teritorial laut Indonesia. Malingsia takut jika suar tersebut makin banyak dan lengkap, mereka tidak akan bisa mencuri wilayah perbatasan Indonesia lagi. Maka dari itulah Indonesia tidak mau kecolongan dan kecurian lagi sehingga perbatasan laut Indonesia makin diperjelas yang salah satunya dengan pembanguanan suar di batas wilayah teritorial laut yang berbatasan dengan Malingsia.
  2. Malingsia sangat rendah memandang warga negara Indonesia, yang terbukti dengan ketidakmauan pemerintah Malingsia untuk memberikan perangkat hukum yang memadai dalam melindungi hak-hak warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di negara tersebut (TKI), dan tidak pernah seimbang atau tegas dan adil dalam menghukum warga negara mereka sendiri ketika melakukan pelecehan atau pelanggaran hukum terhadap warga negara Indonesisa. Bahkan kemudian dikembangkan istilah INDON yang berkonotasi buruk dan melecehkan untuk menyebut pekerja dari Indonesia ataupun warga negara Indonesia sebagai warga kelas bawah yang hak dan perlindungan hukumnya lebih rendah dari warga negara mereka sendiri.
  3. Malingsia beberapa kali membiarkan terjadinya kasus pelecehan dan penyiksaan warga negara Indonesia yang tidak diselesaikan secara tuntas dan adil. Banyak pekerja Indonesia yang disiksa majikannya, pulang dalam keadaan lumpuh, ataupun bahkan dalam keadaan jadi mayat yang kemudian dinyatakan sebagai bunuh diri atau sakit parah, dsb, serta banyak pula yang tidak memperoleh gaji yang seharusnya, serta minim perlindungan keselamatannya. Bahkan wasit beladiri Indonesia yang berkelas internasional pun dipukuli polisi Malingsia tanpa ada alasan yang jelas dan sangat tidak sewajarnya dilakukan penegak hukum.
  4. Dan lain sebagainya.

Nah, dengan beberapa hal ini, masih punya nuranikah warga Malaysia untuk melawan ketidakbijaksanaan pemerintah mereka, yang jelas sangat mencoreng nilai budaya dan norma budi pekerti orang melayu. Ataukah mereka juga sudah sama saja seia sekata dengan pemerintahan mereka yang sudah tidak punya nurani dan merendahkan negara lain, padahal negara yang dilecehkannya itu masih serumpun dan juga tetangga dekat?

Semenjak dahulu pemerintah negara tersebut (Malaysi) telah seringkali menghina Indonesia. Itu pula mengapa Bung Karno meneriakkan slogan “Ganyang Malaysia”. Masih perlukah para birokrat Indonesia mendiamkannya dengan berbagai alasan?

Artikel ini bukan untuk menghakimi dan menghina satu pihak, namun sekedar memberikan gambaran realita dan bukti secara objektif atas ketidakbijaksananan tetangga yang tidak menghormati tetangga. Pantaskah orang ynag tidak mau menghormati tetangga dan merendahkan tetangganya untuk dihormati??

Jawablah dengan hati nurani dan pikiran objektif. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amien.

Nur Muhammad

November 6, 2007

(berdasar uraian dari berbagai sumber)

Pengetahuan mengenai nur Muhammad hanya menonjol dalam kitab-kitab tertentu saja yang membahas pendalaman jiwa, seperti sufi dan tasawuf, atau pada madhab tertentu saja. Ide ini menyatakan bahwa kejadian pertama alam semesta adalah berawal dari nur Muhammad yang kemudian terpecah-pecah lagi menjadi berbagai jenis sesuai dengan bentukan pemahaman masing-masing pihak berdasar keterangan para ulama mereka masing-masing.

Pemahaman-pemahaman lanjutan yang berhubungan dengan nur Muhammad di bumi ini, ada golongan Barelwi (yang telah divonis sesat oleh jumhur ulama) yang bahkan menyatakan bahwa Muhammad bukanlah manusia biasa, namun kejadiannya berasal dari nur yang diambil dari nur Allah. Untuk mendukung cerita mereka ini, mereka banyak menafsirkan Alqur’an sekehendak hati tanpa mengikuti pedoman ilmu dan qaidah yang seharusnya serta banyak memalsukan hadist mengenai nur Muhammad ini.

Ada pula kaum Syiah yang mendefinisikan konsep 5 nur dari nur Muhammad yaitu (Nabi Muhammad, Ali, Fatimah, Hasan, Husain) yang dikatakan telah terlebih dahulu diciptakan sebelum bumi.

Selain dua golongan itu, ada pula sebagian kaum sufi dan ahli tasawuf sunni yang berpikir salah mengenai nur Muhammad ini. Namun, jika diperhatikan seksama maka mereka tidak pernah memakai hadist shahih atau sanad bersambung hingga rasul sebagai dasar pendapat mereka mengenai nur Muhammad, sehingga cenderung kepada penarikan kesimpulan saja dan berdasar penafsiran yang tidak sesuai qaidah.

Sebagian pendapat lagi menyatakan bahwa nur Muhammad dibagi empat bagian utama, yaitu lauh al mahfud, qalam, arsy, dan yang terakhir dibagi lagi menjadi berbagai hal di dunia ini, dan seterusnya, dan seterusnya. Pada dasarnya, pemahaman dan pendefinisian serta pembagian-pembagian nur Muhammad seperti itu bukanlah tertulis dalam hadist, namun hanya sebatas kesimpulan saja. Sebagai contoh, ketika ada hadist yang menyatakan qalam merupakan yang pertama diciptakan maka mereka berpendapat, bagaimana bisa digunakan jika tidak disiapkan terlebih dahulu tempatnya (lauh al mahfud), dan lain sebagainya.

Ada pemahaman lanjutan yang menyatakan bahwa nur Muhammad diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya, yaitu mulai Adam ke Hawa kemudian melahirkan Syith lalu pindah lagi ke laki-laki mulia berikutnya melalui pula wanita-wanita suci mereka hingga kemudian sampailah kepada Abdullah bin Abdul Muthalib dan kepada Muhammad.

Ada golongan lain yang katanya berdasarkan sebuah hadist yang menyatakan bahwa Allah telah menjadikan pohon nur dari nur-Nya dengan 4 dahan, kemudian nur Muhammad diciptakan pula dari nur-Nya yang berwarna putih dan berbentuk merak yang diletakkan diatas pohon tadi, ….. dan seterusnya.

Apakah benar demikian??????????????????????

Tentu saja TIDAK, TIDAK, dan TIDAK !!!!!!!!

Makhluq yang mula-mula diciptakan Allah menurut hadist shahih adalah qalam, diriwayatkan Tirmidzi dan Abu Daud dari Ubadah bin Samit dari Muhammad saw :”Sesungguhnya perkara yang mula-mula sekali diciptakan Allah ialah qalam, …”.

Sementara, hadist yang menyebutkan nur Muhammad sebagai awal penciptaan tidak bersambung sanadnya kepada Muhammad saw. Bahkan, Ibnu Taimiyah dan Ibnu Katsir menyatakan bahwa semua hadist yang menyatakan demikian (nur Muhammad sebagai awal penciptaan) adalah palsu dan dibuat-buat/diada-adakan. Hal ini disepakati oleh jumhur ulama hadist.

Salah satu pendapat yang salah mengenai nur Muhammad yang terkenal adalah dari buku Abdul Rozak yang bermadhab Syiah Rafidhah yang oleh jumhur ulama hadist dinyatakan bahwa hadist yang dipakai tidak benar, dan sebagian besar ulama menyatakan dia sebagai pembohong. Bahkan, beberapa ulama semadhab yang mau menerima hadist darinya menetapkan banyak persyaratan terhadap riwayatnya. Namun yang namanya dunia, makin aneh suatu ide akan semakin terkenal dan diambil oleh orang-orang yang tidak paham tentang qaidah dan aturan yang benar.

Dari berbagai pendapat yang menjelaskan nur Muhammad yang diciptakan dari nur Allah, kemudian dari nur Muhammad diciptakan sekalian makhluq laindi dunia, inilah yang kemudian memunculkan paham wahdatul wujud atau manunggaling kawulo gusti. Mereka tidak lagi membedakan ‘abid dan ma’bud, tidak lagi membedakan bahwa zat pencipta itu kekal, sedangkan makhluq itu fana, dan lain sebagainya. Mereka inilah yang telah mengacaukan aqidah dengan memasukkan sekalian makhluq dalam lingkup ketuhanan, seperti yang berlaku atas Siti Jenar di Jawa, demikian pula dalam dunia kristen yang memperkenalkan trinitas yang memecah ketuhanan menjadi tiga bagian.

Banyak tokoh agama yang dipandang sebagai ulama terpedaya dengan pandangan ini, baik dimasa lalu maupun masa sekarang, sehingga sesat dan menyesatkan bagi jama’ahnya. Mereka berpendapat atau menganggap bahwa ini merupakan keistimewaan Muhammad. Namun yang jelas, anggapan bahwa Allah adalah nur saja sudah salah karena nur itu adalah makhluq Allah yang tidak mungkin diambilkan dari sebagian diri Allah. Makhluq dan Khaliq sangat berlainan. Di dalam Al qur’an banyak contoh dasar bahwa nur adalah makhluq, diantaranya adalah Al An’am 1 : “… dan mengadakan gelap dan terang (nur) …”, dan 122 :”… barang siapa tidak diberi cahaya (nur) oleh Allah …”, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selain itu, Pembuat dan yang dibuat mustahil dari bahan yang sama. Sebagian orang salah dalam mentafsirkan alquran tanpa qaidah yang seharusnya (tidak bisa membedakan balaghah, ilmu bahasa arab tidak bisa, dasar turunnya wahyu tidak paham, dan lain sebagainya), sehingga hasilnya akan menyimpang dari kebenaran.

Jadi, jika ada pendapat yang menyatakan sekalian makhluq dari nur maka itu bertentangan dengan berbagai ayat yang menyatakan bahwa manusia dari tanah, malaikat dari nur, setan dan jin dari api, dan lain sebagainya.

Jika ada yang berpendapat dari dalil ….min ruhii, maka artinya diantaranya adalah:

  1. Ditiupkanya ruh dalam penciptaan Adam bukan berarti dari sebagian ruh Allah tetapi sekedar atas kekuasaan Allah.
  2. Memberikan rizqi dari ruh-Nya juga bukan berarti Allah mengambilkan sebagian ruh dari zat-Nya.

Oleh karena itu, apabila ahli tafsir atau ulama yang mentafsirkan memahami berbagai ilmu pendukung pentafsiran alqur’an, maka akan berakhir dengan sebuah kebenaran. Namun, apabila para pentafsir yang tidak mengerti ilmu-ilmu pendukungnya maka hasilnya sesat dan menyesatkan bagi pengikutnya, dan inilah yang terjadi pada masa-masa lalu dan inilah kemudian yang berkembang dan ramai dibahas orang awam sehingga akhirnya menjadi “ikhtilaful juhala” hingga sampai masa sekarang.

Jumhur ulama dari berbagai madhab tidak mempersoalkan (bersepakat) dalam hal bahwa nur Muhammad adalah pengertian majazi seperti cahaya yang menyinari kegelapan. Alquran yang menyebutkan Muhammad sebagai nur menunjukkan arti yang sedemikian, bukan seperti paham yang menyatakan bahwa Muhammad dari nur yang bahkan mengawali kejadian semua makhluq, dan sebagainya, dan sebagainya.

Selain itu, dakwaan nur Muhammad berpindah dari seorang nabi kepada nabi lainnya turun-temurun dan terus-menerus hingga Muhammad saw adalah sesuatu yang salah, bahkan ada yang menyatakan nur yang suci itu turun dari seorang yang suci kepada orang suci yang lainnya ataupun melewati perempuan-perempuan suci, dan seterusnya, adalah jelas salah, ditambah pula jika dikatakan adanya keunggulan gen akibat nur tersebut. Kenapa demikian???

Karena pada kenyataannya banyak diantara para nabi itu oleh Allah ditakdirkan lahir dari ayah jahat, kafir, bahkan pembuat berhala seperti bapak Ibrahim, dan banyak diantara istri nabi yang tidak berhati suci, menjadi kafir seperti istri Luth dan Nuh, dan lain sebagainya.

Ada pula yang menyatakan semua nabi-nabi berasal dari keturuan Habil yang baik, sedangkan Qabil yang membunuh saudaranya menurunkan dosa tersebut dan mengotori gen keturunannya sehingga tidak ada seorangpun keturunan Qabil yang menjadi nabi. Pendapat ini jelas salah karena bertentangan dengan Alquran dalanm Ali Imron 164 :”…Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri…” dan At Taubah 128 :”Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari bangsa kamu sendiri…” dan Al Mu’miin 32 :”lalu Kami kirimkan kepada mereka seorang rasul dari antara mereka sendiri…”, dan lain sebagainya.

Jadi semua ummat punya rasul mereka sendiri yang diutus Allah merubah kaumnya untuk menuju jalan yang benar, baik dari keturuna Habil maupun Qabil maupun keturunan anak Adam yang lainnya. Hal ini berlangsung terus-menerus sampai kepada saat diutusnya Muhammad saw yang diutus kepada segenap ummat manusia di seluruh alam, Saba’ 34 :”Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad) melainkan kepada seluruh ummat manusia…” dan Anbiya’ 21 :”Dan tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam”, dan ayat-ayat yang lainnya.

Jadi, janganlah kita termasuk di antara golongan yang sesat dan menyesatkan, yang mengada-adakan cerita tentang nur Muhammad, dari sebagian diantara golongan itu pada masa lalu ataupun pada masa sekarang yang demi mendukung cerita tersebut mereka telah banyak mengada-adakan hadist lemah bahkan palsu.

Maka dari itu, yang perlu diperhatikan dan disimpulkan mengenai hadist yang berisi nur Muhammad:

  1. Hadist –hadist yang berhubungan dengan nur Muhamamd tidak ada yang shahih, bahkan kategorinya dibawah kategori dhaif.
  2. Riwayat tentang nur Muhammad sebagai kejadian yang pertama diciptakan bertentangan dengan hadist-hadist shahih yang menyatakan arsy dan qalam sebagai yang pertama.
  3. Kejadian manusia bukanlah dari nur seperti malaikat, tapi diciptakan dari tanah.
  4. Perkataan nur yang disandarkan kepada nur Muhammad adalah majazi sebagaimana untuk mengkiaskan agama sebagai nur, ataupun Alquran sebagai nur, dan lain sebagainya.

Sekian, semoga bermanfaat. Tetap berpikir objektif. Terima kasih.

Penanggalan

Oktober 9, 2007

  1. Satu tahun matahari atau disebut dalam bahasa arab tahun syamsiyah adalah perhitungan tahun berdasar satu periode yang diperlukan bumi untuk mengelilingi matahari / berevolusi. Sedangkan tahun rembulan atau qamariyah adalah waktu yang diperlukan rembulan (moon) untuk mengelilingi bumi sebanyak 12 kali putaran. (Disini dipakai kata rembulan untuk lunar/moon, untuk membedakan dengan bulan yang berarti month).
  2. Penentuan jangka waktu setiap bulan (month) pada tahun matahari telah ditetapkan sesuai ketentuan kecuali Februari yang 28 hari akan menjadi 29 hari pada tahun kabisat, sehingga tidak ada masalah. Sedangkan penetapan jangka waktu setiap bulan di tahun rembulan harus ditentukan melalui analisa terhadap bulan sebelumnya, kadang 29 dan kadang 30 hari dengan keharusan merujuk pada penutupan bulan sebelumnya yaitu ketika muncul bulan sabit dalam menentukan awal bulan setiap pergantiannya (dalam bahasa arab disebut hilal).
  3. Penentuan hari pada tahun matahari (tahun masehi maupun tahun-tahun sejenis lainnya) dimulai pada jam 24.00 atau 00.00 tengah malam. Sedangkan pada penanggalan tahun rembulan (hijriyah maupun tahun-tahun sejenis lainnya) dimulai pada saat matahari terbenam.
  4. Pada penanggalan tahun matahari dibentuk garis batas tanggal internasional yang letaknya selalu tetap yaitu garis 0o yang melewati Greenwich Inggris dan 180 o yang melewati selat Bering diantara Asia dan Amerika, sehingga semua negara diantara 0 o sampai 180 o lebih cepat sehari daripada yang berada di 180 o sampai 360 o. Garis batas ini tidak pernah berpindah-pindah atau bergeser karena penanggalan tahun matahari hanya memperhatikan 2 benda langit saja yaitu bumi dan matahari dan kesepakatan internasional meletakkannya garis batas 180 o di Bering karena berimpit dengan bujur 180 o bumi. Sedangkan pada penanggalan tahun rembulan ada garis batas tanggal juga yang letaknya selalu berubah atau bergeser setiap bulannya. Hal ini dikarenakan sistem penanggalan tahun rembulan memperhatikan 3 benda langit yaitu bumi, bulan, dan matahari, sehingga lebih kompleks. Jika kebetuan pada suatu waktu terjadi garis tanggal rembulan ini berimpit dengan garis tanggal matahari, maka kemungkinan besar akan diperoleh awal bulan pada hari yang sama. Namun, suatu ketika pula bisa jadi garis tanggal matahari dan garis tanggal rembulan terletak di belahan bumi yang berjauahn atau terletak pada sisi yang tidak sama, maka sebagian bumi mendapati awal bulan sehari lebih lambat daripada sisi bumi yang lain.
  5. Penentuan awal bulan pada penanggalan tahun rembulan ini sebenarnya telah dapat ditentukan secara gampang melalui perhitungan (hisab) mempergunakan teknologi mutakhir yang telah ada dan keakuratannya sangat bagus sehingga secara teknis sebenarnya tidak ada lagi permasalahan. Namun, yang sering memunculkan permasalahan adalah ketika menentukan awal bulan yang menyangkut ibadah (terutama islam) yaitu awal Ramadhan dan Syawwal, karena banyak terjadi perbedaan pendapat (khilafiyah) diantara para ahli yang menguasai cara-cara penentuan awal bulan pada tahun hijriyah serta perbedaan tafsiran terhadap hadist rasul yang menetapkan bahwa awal dan akhir Ramadhan ditentukan melalui penampakan hilal. Ada yang berpendapat bahwa ada pembagian wilayah sendiri-sendiri dalam mengikuti penampakan hilal, dan ada yang menyatakan bahwa seluruh bumi harus mengikuti satu penampakan hilal yang dilihat disatu daerah saja, dan banyak pula bentuk-bentuk perbedaan lainnya.
  6. Seperti diketahui, bahwa satu tahun rembulan adalah jangka waktu 12 kali rembulan mengelilingi bumi, dan pada saat yang sama bumi berputar pada sumbunya sehingga terjadi siang dan malam, serta bumi mengedari matahari menghasilkan tanggal-tanggal tahun matahari. Karena gerakan 3 benda inilah maka pada suatu waktu bulan memantulkan sinar matahari yang berbentuk sabit yang sangat tipis dan berangsur membesar menjadi purnama kemudian mengecil kembali untuk menghilang dan kemudian berulang lagi muncul sabit tipis menandakan awal bulan berikutnya pada penanggalan tahun rembulan. Istilah bulan sabit dalam islam disebut “hilal” seperti tercantum dalam Q.S. Al Baqarah 189 yang bermakna: “Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hilal. Katakanlah: “Hilal itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan berhaji; …”.” Dari sini diperoleh kesimpulan bahwa yang menjadi acuan adalah bahwa pergantian waktu (bulan dan tahun) ditentukan dengan melihat hilal oleh manusia di tempat masing-masing (mathla’) sehingga dengan kata lain, bagi daerah yang belum melihat hilal belum boleh masuk bulan baru, harus melakukan pengkadaaran, seperti dalam hadist Bukhari-Muslim: “Berpuasalah setelah melihat hilal dan berlebaranlah karena melihat hilal, dan jika langit tertutup awan lakukanlah pengkadaran”. Penafsiran “langit tertutup awan” adalah bahwa di daerah tersebut terjadi awan yang menutupi pandangan ataupun secara perhitungan (hisab) belum memungkinkan melihat penampakan hilal. Sedangkan “lakukanlah pengkadaran” (faqduruu lahu) adalah menyempurnakan hitungan menjadi 30 hari atau melakukan perhitungan (astronomi), itulah pilihan yang telah diberikan oleh rasul. Selain itu di dalam Q.S. Yunus 5 bermakna: ”… dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah bagi perjalanan rembulan, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu) …”. yang menegaskan bahwa dalam perhitungannya telah dinyatakan oleh Allah bahwa untuk menentukan awal bulan juga memperhitungkan manzilah-manzilah yang tidak sama di setiap daerah di muka bumi ini, sehingga seharusnya dianggap wajar jika terjadi ketidaksamaan dalam memulai awal bulan baru dalam tahun hijriyah.
  7. Kesimpulannya suatu lokasi atau daerah dipastikan telah memasuki bulan baru untuk penanggalan hijriyah, jika di lokasi tersebut hilal telah terlihat (masih di atas ufuk pada saat matahari terbenam), sehingga lokasi di belakangnya yang tidak melihat hilal tidak mungkin diberlakukan awal bulan mengikuti lokasi di depannya dan harus menunggu mendapati hilal dilokasinya sendiri pada hari berikutnya (kecuali jika garis batas tanggal tahun rembulan berimpit dengan garis tanggal tahun matahari). Meskipun pada hari berikutnya tersebut hilal telah membesar, namun di daerah yang tertinggal tersebut memang baru pada hari itu hilal terlihat karena pada hari sebelumnya hilal belum nampak, maka baru pada hari itulah daerah tersebut memasuki awal bulan baru. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa garis batas tahun rembulan ini ditentukan oleh manzilah-manzilah yang di suatu lokasi di muka bumi tersebut rembulan dan matahari terbenam secara bersama-sama dan bentuk garis ini tidak membujur utara-selatan atau timur-barat, namun miring dan melengkung mengikuti pandangan terhadap letak rembulan dan selalu bergeser setiap bulannya.
  8. Oleh karena itu, marilah kita sikapi perbedaan penentuan awal bulan dalam islam ini secara baik dan objektif, tidak memaksakan kehendak untuk menjalankan awal Syawwal secara bersamaan ataupun mempersalahkan yang memiliki perbedaan pendapat. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjaga keimanan kita. Amien.

Tiga Pejuang

Agustus 2, 2007

Ada baiknya bagi kita untuk sedikit refreshing ditengah kesibukan kerja atau belajar. Tapi, tidak semata-mata bermain dan melupakan otak. yang jelas mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya, termasuk dengan menyisihkan sedikit waktu untuk relax. Kita tentu ingat dengan perjuangan para pahlawan dan tentara kita dahulu kala ketika melawan kompeni belanda…!? Berbagai kisah perjuangan telah kita dengarkan dan didoktrinkan ke kepala kita. Semangat yang menggebu dari para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa haarus kita hormati dan segala hasil pengorbanan para pahlawan di masa lalu itu harus kita pergunakan dengan seoptimal mungkin untuk menuai keberhasilan hidup kita. Nah, di sini ada sebuah cerita yang terjadi di sebuah kota yang berhasil diserang oleh pejuang Indonesia. Kompeni yang merasa kewalahan berusaha menggunakan kelicikan dan menyatakan ingin melakukan perundingan damai atau gencatan senjata istilahnya. Akhirnya dari pihak pejuang dikirimlah tiga orang pejuang untuk mengadakan perundingan dengan pihak Kompeni. Walhasil, ketika berada di markas Kompeni, ternyata mereka dijebak sehingga kemudian salah seorang pejuang itu tewas ditembak.

Selanjutnya, dengan kematian seorang pejuang tersebut apakah moril dan semangat pejuang kita kendur? Tenyata tidak. Apakah jumlah mereka semakin menyusut dan terdesak? Tenyata tidak. Lho, kok bisa demikian, sebenarnya berapakah pejuang yang tersisa?

Apakah ada yang bisa menjawab persoalan ini? Jawaban anda sangat dinantikan….sambil relax dan mengisi waktu luang anda.
:)

Muhammad dan Khadijah

Juli 25, 2007


Muhammad semenjak kecil mengisi harinya dengan menggembalakan ternak terutama kambing dan domba, bahkan ketika semakin dewasa semakin banyak ternak yang digembalakannya, baik milik sendiri dan keluarga Abu Thalib, maupun titipan dari penduduk Makkah yang mengupahnya untuk menggembalakan ternak mereka. Profesi ini seakan telah ditetapkan oleh Tuhan kepada orang-orang pilihan-Nya yang dipersiapkan sebagai utusan-Nya. Hampir semua nabi ditetapkan oleh Allah sebagai penggembala kambing atau domba, Musa, Yakub, maupun Isa. Ini adalah salah satu ciri kenabian seseorang yang telah ditetapkan Allah.

Pada saat-saat tertentu, Muhammad juga berdagang membantu perdagangan milik Abu Thalib atau barang dagangan titipan dari orang lain. Pada usia 12 tahun untuk pertama kalinya dia diajak pamannya, Abu Thalib, berdagang keluar tanah Arab, yaitu ke daerah Syam. Dengan hasil perdagangan dan ternak, penghidupan Muhammad dan keluarga Abu Thalib semakin bagus pada saat ia semakin dewasa. Semakin lama, semakin banyak ternak yang digembalakan oleh Muhammad, baik milik pribadi dan keluarga Abu Thalib, maupun milik masyarakat Makkah. Selain itu, perdagangannya dari barang dagangan yang dititipkan maupun milik pribadi juga semakin banyak dan menuai sukses. Walhasil, pada usia 24-an tahun, Muhammad merupakan salah satu orang yang cukup kaya di Makkah dari hasil ternak dan perdagangan, namun dia tetap dipercaya orang untuk menjualkan barang dagangan mereka, ini membuktikan bahwa Muhammad merupakan tipe orang yang jujur dan bisa dipercaya. Puncaknya, pada usia 25-an dia diberi kepercayaan oleh seorang pedagang besar dan merupakan seorang janda kaya untuk membawakan dagangannya ke negeri Syam, dia adalah Khadijah. Seluruh perdagangannya sebelum itu dibawakan oleh para pekerjanya sendiri. Namun, melihat kesuksesan dan keuntungan yang diperoleh Muhammad dan pedagang lain yang mempercayakan dagangan mereka kepada Muhammad, maka Khadijah memberikan kepercayaan kepada Muhammad untuk memimpin kafilah/rombongan dagang miliknya, meskipun pada saat itu Khadijah mengikutsertakan seorang pembantu kepercayaannya yang bernama Maisarah untuk mengawasi perdagaanngn tersebut. Singkat cerita, perdagangan sukses dan banyak laba yang masuk, Khadijah semakin mempercayai Muhammad, dan beberapa bulan kemudian Khadijah meminta keluarganya untuk melamar Muhammad bagi dirinya.

Dari rangkaian cerita diatas, seakan-akan alasan Khadijah menikah dengan Muhammad semata karena Muhammad terbukti sebagai pedagang yang terkenal jujur, dapat dipercaya, dan sukses. Apakah memang seringkas itu? Apakah sesederhana itu? Jika dipikirkan dengan objektif, tentu saja kurang masuk akal atau terlalu ringkas cerita yang disampaikan disana. Nah, dalam hal ini beberapa ahli berusaha mengungkap dan membahas beberapa hal yang kurang diperhatikan oleh banyak kalangan mengenai alasan utama Khadijah bersedia menikah dengan Muhammad. Pendapat ini menyatakan bahwa salah satu hal yang menyebabkan Khadijah ingin menikah dengan Muhammad adalah karena Khadijah tahu bahwa ada ciri-ciri kenabian dalam diri Muhammad / calon nabi. Bagaimana bisa demikian? Apa dasar dari pendapat ini? Lantas mengapa Muhammad mau menikah dengan janda berusia 40 tahun disaat umurnya baru 25 tahun? Bahkan, pada saat menikahi Khadijah tersebut Muhammad memberikan mahar pernikahan kira-kira 100 ekor unta yang pada masa sekarang kurang lebih harganya sama dengan satu sedan Mercedes Benz terbaru atau lebih dari 1 milyar rupiah.

Dalam hal ini, Muhammad bersedia menikah dengan Khadijah dikarenakan berbagai pertimbangan, diantaranya adalah:

  1. Muhammad mengenal dengan baik segala hal mengenai keluarga Khadijah dan silsilahnya, sehingga paham bahwa Khadijah berasal dari keluarga terhormat dan beretika, dimana pada masa itu di Makkah sukar ditemukan keluarga yang tidak menyembah berhala dan menjalankan adat jahiliyah.
  2. Silsilah Muhammad dan Khadijah terpaut tidak terlalu jauh, yaitu Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah. Sedangkan Khadijah bint Khuwaylid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai. Dengan demikian ada pertemuan silsilah antara keduanya.
  3. Khadijah meskipun berusia lebih tua dan janda, namun dikalangan penduduk Makkah terkenal berpribadi luhur, berakhlaq mulia, tidak menyembah berhala, dermawan, kemungkinan beragama nasrani (kristen unitarian) karena beberapa tetua dan pemimpin keluarganya adalah ahli kitab dan ahli bahasa kuno.

Itulah beberapa pertimbangan dari Muhammad untuk menerima Khadijah menjadi istrinya. Sedangkan dari Khadijah sendiri memiliki pertimbangan lain, yang diataranya adalah karena dia tahu bahwa Muhammad adalah calon nabi. Apa dasar dari pendapat ini? Pendapat yang menyatakan bahwa Khadijah sudah melihat adanya ciri kenabian pada diri Muhammad bahkan sebelum mereka menikah adalah:

  1. Keluarga besar Khadijah, terutama para tetua, kakek, dan pemimpin keluarganya adalah ahli kitab (Injil dan Taurat) yang paham betul nubuat dan penafsiaran dari kitab sucinya secara langsung dalam bahasa kuno (Ibrani dan Aramic) sebagai bahasa kitab suci mereka pada masa dahulu kala, bukan sekedar dari terjemahan didalam bahasa harian mereka (Arab). Keadaan keluarga ini memang kurang dibahas dengan mendetail.
  2. Ada sebuah cerita tambahan (bagian ini kurang dibahas para ahli sejarah), menyebutkan bahwa beberapa waktu sebelum Muhammad lahir, saudara sepupu Khadijah pernah pula akan dinikahkan dengan Abdullah, ayah Muhammad, namun gagal. Uraian cerita ini kembali ke masa sebelum tahun 571M, beberapa tahun sebelum kelahiran Muhammad yang pada saat itu Khadijah berusia kira-kira 14-15 tahun. Seorang pamannya (ahli kitab) melihat adanya ciri kenabian pada diri Abdullah bin Abdul Muthalib dan setelah diperhatikan dengan seksama dan penuh keyakinan maka bersegeralah ia melamar Abdullah untuk putrinya (sepupu Khadijah, mungkin usianya sebaya atau lebih tua sedikit dibanding Khadijah). Namun Allah berkehendak lain, Abdullah dipertemukan dengan Aminah bint Wahab bin Abdu Manaf bin Zuhrah bin Kilab, dan akhirnya menikahinya. Paman Khadijah yang gagal melamar Abdullah tetap percaya adanya ciri kenabian pada diri Abdullah, oleh sebab itu maka ia memberitahukan segala hal tersebut kepada segenap keluarga besarnya termasuk didengar pula oleh Khadijah sendiri. Namun, dengan kematian Abdullah diusia muda setelah menikah dengan Aminah (bahkan ketika anaknya belum lahir), para ahli kitab dari keluarga ini melihat ciri kenabian yang lebih jelas terlihat pada diri anaknya, yaitu Muhammad bin Abdullah. Pada masa itu, keluarga Asad ini menutup informasi ini dari orang lain karena dalam nubuat kitab suci mereka juga disebutkan bahwa orang-orang sesat yang tahu dengan keberadaan calon nabi itu pastilah akan berusaha membunuhnya. Alasan ini diperkuat dengan pertemuan rombongan dagang Abu Thalib yang disertai Muhammad pada saat berusia 12 tahun ketika berdagang ke Syam dengan seorang rahib bernama Bukhaira yang juga melihat adanya ciri kenabian pada diri Muhammad dan percaya bahwa dia adalah nabi yang dijanjikan, dan dalam pertemuan itu dia mewasiatkan kepada Abu Thalib untuk segera pulang ke Makkah dan menjaga Muhammad dengan cermat karena sebagai calon nabi dia banyak dicari untuk dibunuh oleh kaum yang sesat dan tahu akan nubuat dalam kitab suci mereka.

Itulah beberapa alasan kenapa Khadijah ingin menikah dengan Muhammad meskipun usianya jauh lebih tua dan paham betul bahwa orang yang baik tidak akan menikah hanya sekedar melihat usia dan kecantikan semata. Dan juga Khadijah percaya bahwa perkiraan tetua keluarganya yang menyatakan bahwa Muhamad adalah calon nabi yang dijanjikan adalah sesuatu yang benar. Jadi kepercayaan pada diri Khadijah kepada kenabian Muhammad tidaklah setelah turunnya wahyu, namun jauh sebelum itu. Oleh karena itu, begitu Muhammad menerima wahyu yang pertama, Khadijah langsung menghadap pamannya, Waraqah bin Naufal, salah satu ahli kitab di keluarganya yang paham isi Injil dan Taurat, mampu berbahasa Ibrani, namun sudah tua dan buta. Ketika Khadijah menceritakan kejadian atas diri Muhammad, sang paman menyatakan kebenaran dan validitas kenabian Muhammad. Selanjutnya, beberapa hari kemudian, Muhammad diajak Khadijah untuk menghadap pamannya tersebut untuk meminta nasehat. Pada saat itu bahkan Waraqah bin Naufal menyatakan kepastian bahwa suatu ketika nanti dia akan diburu dan diusir oleh kaumnya sendiri, juga pengikut-pengikutnya akan dianiaya atau dibunuh. Dan memang demikianlah yang terjadi dan berlaku kepada semua utusan Tuhan yang membawa risalah kenabian baru seperti juga yang terjadi terhadap Musa, Isa, dan begitu pula dengan Muhammad.

Demikian sekilas uraian mengapa Khadijah menginginkan Muhammad menjadi suaminya, dan juga alasan kenapa dia bersedia menyatakan keislamannya tanpa ragu-ragu dan bimbang diawal perjuangan Muhammad sebagai nabi. Khadijah adalah istri yang paling dicintai Muhammad dibandingkan istri-istrinya yang lain.

Wallahu a’lam bi shawaf.