Arsip untuk ‘Umum’ Kategori

Wise Word July 2008 (II)

Juli 22, 2008

Dibalik Pintu 2 Dunia

 

Tergolek dirinya lemas, ….. ajal menjelang

Berharap ampunan datang sebelum kematian

Berkah datang iba bertemu

Langkah kaki kematian berirama sendu

Sungguh senang si pesakitan, ……. ragu

Sebentar lagi hilang semua kepenatan

Akankah dia senang di dunia seberang

Akankah amalan menyelamatkan

Wajah-wajah berdosa menanggalkan topengnya

Wajah-wajah duka mengiringi kepergiannya

Ragu…… menerawang kolong dunia

Insan bertaqwakah diriku

Ujarnya lirih,…… terpejam,……. kelu…….

 

 

Di dekat lorong dunia,

Rahman, 28—08—98

 

 

 

  • Kematian sebenarnya bukanlah akhir perjalanan hidup, tapi ketika orang-orang mengabaikanmu padahal engkau ditengah-tengah mereka. (anon)
  • Jarak paling dekat antara problem dan solusi adalah antara lutut dan lantai untuk bersujud. (anon)
  • Pantun oleh Rahman:

             Sampan menari menciutkan hati,

            ditengah laut luas membentang

           Wahai kawan baik berhati-hati,

           jangan makan haram nan terlarang.

 

 

 

Wise Word July 2008 (I)

Juli 22, 2008

M e r p a t i P u n a h

M e r p a t i l e m b u t p u n a h ,

b e r u b a h d a n b e r t u k a r t i n g k a h

D a h u l u t e r b a n g m e n g h i a s a w a n ,

k i n i m e m a k a n b a n g k a i t e m a n

M e r p a t i t e l a h p u n a h ,

d a n h a t i p u n t e r j a j a h

P e r a s a a n t e r b u a n g m a k i n n y a t a ,

k e m e r d e k a a n b u k a n l a g i r e a l i t a

M e r p a t i s a n t u n p u n a h ,

b e r u b a h d e n g a n j i w a s e r a k a h

B e g i t u p u n r a k y a t t e r k u l a i ,

d a l a m d e r i t a t a k t e r p e r i

M e r p a t i t e l a h p u n a h ,

j i w a – j i w a m e n o l a k m e l a n g k a h

S e t a n m u n c u l T u h a n d i t e n d a n g ,

T u h a n d a t a n g s e t a n m e n g h a d a n g

M e r p a t i s u c i p u n a h ,

s e m u a t ’ l a h b e r u b a h

G a g a k d i a n g g a p m e r p a t i ,

k a r n a m e r p a t i t e l a h m a t i

S e g a l a n y a b e r u b a h ,

m e r p a t i t e l a h b e n a r – b e n a r p u n a h

Rahman, 20—01—01

dalam gelap dan sepi…….

# Tiada kehidupan tanpa kesengsaraan, dan tiada kebahagiaan tanpa melewati kesulitan. (anon)

# Umur manusia seperti embun pagi, begitu singkat………………………., berat. (anon)

# Kalaulah jalan ditempat berkarang, batu di kakipun setajam duri

Kalaulah datang waktu sembahyang, cepat lakukan sebelum mati. (Rahman)

Tertawa Yuuuk….! : Membahas Olok-olok Pembenci Islam

Juli 22, 2008

Sebenarnya pantas bagi mereka mendapat anugrah Dagelan Award, atau mungkin diberi kesempatan tampil di TV menggantikan panggung komedi Indonesia, untuk menyalurkan hobi dan bakat mereka dalam menyusun olok-olokan dan hinaan kepada orang lain.

Ya…., mereka para pembenci Islam sangat telaten dalam menyusun media “dakwah” mereka untuk mendobrak keyakinan para pemeluk Islam. Mereka mengarahkan berbagai kemampuan untuk menyusupkan rasa ragu dan bimbang di hati para pemeluk Islam.

Telah lama kiranya kita mengenal adanya gerakan orientalis, missionaris, dan program-program pemurtadan ummat Islam yang terselubung dan lebih banyak bergerak diam-diam. Kini di masa yang disebut sebagai era globalisasi dan kebebasan berkomunikasi serta mendapatkan informasi, mereka mendapatkan berbagai fasilitas untuk menyebarluaskan ide-ide mereka untuk menggerogoti keimanan para pemeluk Islam, bahkan lebih rapi dan terencaan semakin sistematis.

Modus mereka biasanya melalui penurunan akhlaq dan dekadensi moral seperti maraknya goyang maut dan erotis, pembebasan pergaulan muda-mudi, pencampuran norma islam dengan tata aturan diluar islam, dan berbagai cara lainnya. Namun sekarang, modus mereka yang lagi ngetrend adalah dengan cara menggunakan pemutarbalikan cara berfikir, pembalikan fakta, dan selalu dibarengi dengan pemakaian dalil-dalil dari buku-buku pedoman Islam sendiri. Hal-hal ini dipergunakan untuk memberikan keraguan kepada pemeluk Islam, seakan-akan keburukan dan ketidakberesan Islam ada di dalam buku-buku pedoman Islam sendiri sehingga mampu meyakinkan bahwa orang yang memilih Islam sebagai jalan hidup adalah orang-orang yang bodoh dan tidak memahami pedoman Islam. Mereka berusaha meyakinkan bahwa seandainya orang Islam mempelajari agamanya dengan sungguh-sungguh maka akan menemukan sendiri kesalahan-kesalahan keyakinan Islam, maka akan lebih memilih untuk keluar dari Islam. Para pembenci Islam ini, yang mempropagandakan modus-modus seperti ini menyatakan bahwa mereka adalah ex-muslim yang telah mempelajari Islam dengan sungguh-sungguh dan menemukan kebenaran versi mereka untuk lebih meyakinkan bahwa mereka adalah orang yang pandai dan benar.

Fasilitas kebebasan berpendapat dan globalisasi informasi benar-benar dipergunakan oleh para pembenci Islam ini untuk “menonjok” keyakinan para pemeluk Islam dengan dalil dari buku-buku pedoman Islam sendiri. Namun, sayangnya……..dan sangat disayangkan………!. Ulama-ulama Islam terkesan diam, atau tidak mau tahu, ataupun beralasan bahwa tidak ada gunanya menanggapi tulisan-tulisan bermodus seperti itu. Apa benar tidak bermanfaat?

Sesungguhnya, berbagai olok-olok dan “dakwah” dari para pembenci Islam itu sangat-sangat-sangat-sangat-sangat berbahaya (sungguh-sungguh berbahaya!!!), dan akan lebih merugikan jika sikap diam dan acuh tak acuh semacam itu diteruskan. Mereka yang membenci Islam sangat telaten dan semakin sistematis menghancurkan Islam. Seperti situasi dimana “penjahat merajalela dan lebih pandai daripada polisi”. Sedangkan para ulama ibarat tukang kebun yang malas menaburkan pupuk dan malas pula mencabuti rumput yang tumbuh di kebun mereka (entah malas atau mungkin takut ditangkapi kayak Habib Rizieq dan Munarman……..?????). Parahnya lagi, keadaan ummat Islam pada saat ini sangat memprihatinkan, sebagain besar tertidur pulas dalam mimpi modernitas hidup, sedangkan jiwa iman mereka kurang terbentengi (fragile self defense), mereka rapuh sehingga menjadi sasaran empuk yang terbuka untuk dijajah ideologi lain. Mengapa demikian………??????, karena mereka tidak paham pedoman Islam yang katanya menjadi jalan hidup mereka, mereka lebih nyaman mengekor saja “taqliid al aam” tanpa mau tahu dan belajar mengenai dasar-dasar atau dalil-dalil yang melandasi keyakinan mereka. Secara gampang, ummat Islam pada saat ini seperti buih dilautan yang terombang-ambingkan ombak, terpisah-pisah dan makin mudah diremukkan. Bodoh………..dan gampang Dibodohi !.

Maka dari itu, atas kreatifitas dan ketelatenan para pembenci Islam menyusun program acara dan olok-olok terhadap keyakinan Islam, maka pantas bagi mereka mendapat Dagelan Award atau Jahil Award dan menjadi bahan tertawaan kita, bukan malah kita yang ditertawakan mereka. Semoga kita teguh memegang keyakinan Islam dan tidak terperangkap pemikiran-pemikiran bodoh para pembenci Islam yang seharusnya kemampuan mereka adalah sebagai pelawak dan ditertawakan orang, bukan sebagai pemikir.

Ulasan-ulasan mereka lebih terkesan membingungkan dan asal-asalan dalam mentafsirkan berbagai dalil. Memang harus diakui, cara mereka menyusun alur berpikir dan membawa pembaca menuju akhir yang sesuai dengan keinginan mereka sangat bagus (ketimbang disebut pelawak apa lebih baik disebut penulis skenario aja ya………..???&*^). Yang jelas gitu deh, di satu sisi cara kerja otak mereka sangat excellent, tapi di sisi lain terasa adanya keruwetan dan membolak-balik kata (mungkin karena kebencian dan permusuhan atau mungkin disebabkan ketidakstabilan jiwa……………..????%*&).

Hal ini dapat kita cermati dari berbagai hal yang mereka bahas, diantaranya:

Mengenai neraka:

Mereka mengatakan bahwa Tuhan Islam adalah Tuhan yang kejam dan tidak mempunyai rasa kasih karena menghukum orang-orang yang tidak taat dengan hukuman neraka. Apa benar hanya islam yang mengancam dengan siksa neraka?. Jelas tidak. Semua agama pasti memberikan ancaman semacam itu, dan itu tidak bisa menjadi dasar bukti bahwa Tuhan tidak Maha Pengasih dan Penyayang. Penempatan Maha Adil, Bijaksana, Pengasih, Penyayang, dan semua Kebesaran Tuhan harus dicermati secara proporsional dan pada bahasannya. Lha apa gunanya ketaatan dan keingkaran, apa fungsi pemberian pahala dan hukuman, apa fungsi tata aturan agama kalau semua yang mengerjakan dan tidak mengerjakan dianggap sama saja. Orang yang punya otak pasti berpikir: ”Enakan nggak usah ngerjakan perintah agama dong………, kan nggak ada hukumannya”. Atau mungkin berpikir juga: “Ngapain harus kerja keras kalau merampok dan membunuh nggak bakal mendapat hukuman dari pencipta kehidupan……. Kalo gitu merampok aja ah…..!^$&*”.

Di dalam ajaran agama Islam memang diberikan pembagian surga yang diperuntukkan bagi manusia yang beriman, sedangkan neraka bagi manusia yang tidak beriman. Namun, dalam ajaran Islam dijelaskan dengan luas melalui Alqur’an maupun Hadits mengenai tempat-tempat manusia sesuai dengan keadaan mereka di dunia. Tidak ada diskriminasi dan kekejaman yang digembar-gemborkan para pembenci Islam. Orang yang berimanpun apabila melakukan tindak kejahatan dan penyimpangan dari ajaran Islam akan memperoleh hukuman di neraka sesuai dengan level kejahatan mereka. Begitupun orang kafir, akan mendapatkan level yang sepantasnya. Allah Maha Pengasih atas segenap ciptaannya. Semuanya diberikan kesempatan untuk memilih antara tindakan yang baik dan buruk. Berbagai petunjuk telah diberikan untuk mengarahkan jalan manusia ke jalan yang baik. Kalaulah manusia itu memilih jalan yang buruk dan menjauhi berbagai sarana kebaikan yang diberikan oleh Maha Pencipta dan Pengasih, berarti bukan salah Tuhan jika manusia yang tidak taat tersebut mengarahkan dirinya ke neraka. Jadi dengan adanya neraka bukan berarti Tuhan tidak Maha Pengasih Penyayang atau Tuhan kejam.

Di dalam ajaran agama lainpun jelas tercantum bagaiamana Tuhan masing-masing agama tersebut menghukum ummatnya yang tidak taat ataupun orang-orang yang tidak mengikuti ajaran agama mereka.

Pada agama kristen dinyatakan bahwa orang yang kafir akan mendapatkan siksaan neraka tidak terpadamkan (selamanya). Diantara dasar-dasar dari ajaran mereka adalah:

“…diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala”. (Mat 5:22)

“…takutlah (taat) kepada Dia yang berkuasa membinasakan jiwa maupun tubuh ke dalam neraka”. (Mat 10:28)

“Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik hidup dengan tangan putus daripada utuh di dalam neraka, api yang tidak terpadamkan”. (Mrk 9:43)

Pada ajaran agama Buddha dinyatakan bahwa orang yang tidak menerima Buddha jika saatnya tiba, datang hukuman yang tidak dapat digantikan. Dijelaskan pula berbagai jenis neraka yang jumlahnya ribuan, diantaranya ada neraka pencabut lidah lalu dibajak dengan kerbau besi hingga lumat, ada pula neraka pencabut jantung, ada neraka yang memasak tubuh dalam air mendidih, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Pada agama Hindu, manusia yang tidak taat atau berdosa akan masuk neraka di siksa kemudian dibawa ke dunia lagi terus-menerus sesuai perbuatan mereka di dunia. Bahkan pada limit paling hina akan tetap berada di dasar terbawah kawah neraka menerima siksaan terus-menerus.

Pada agama Yahudi bahkan diperjelas bahwa Tuhan mereka mengharamkan surga bagi orang yang bukan Yahudi sedangkan kaum Yahudi sangat sedikit menderita di neraka. Maksimal katanya tidak lebih dari 11 bulan apapun dosa mereka. Sedangkan non-yahudi akan selamanya di neraka. Kejam dan diskriminatif, kan!

Dalam hal perbuatan tidak baik:

Para pembenci Islam juga mengatakan bahwa peraturan Islam di dunia juga kejam, dengan mengambil dalil mengenai potong tangan bagi para pemcuri. Padahal peraturan potong tangan dalam islam merupakan peraturan yang sangat mampu meredam aksi kejahatan atas sesama manusia. Seorang manusia lemah akan terlindungi dari kejahatan tangan manusia lainnya. Sedangkan mereka yang punya pikiran kotor dan jahat, akan berpikir seribu kali sebelum melakukan tindakan pencuriannya karena pastinya takut dengan akibat tindak kejahatannya yaitu potong tangan. Bahkan aturan pemberian hukuman ini diberlakukan hanya kepada pencuri yang mencuri diatas batas ukuran tertentu, sehingga yang mencuri dibawah batas itupun hanya akan menerima hukuman yang lebih ringan. Belum lagi adanya pertimbangan berbagai aspek sosial kemasyarakatan, orang yang mencuri bisa jadi tidak dipotong tangannya apabila ternyata dia dalam keadaan kelaparan yang sangat, atau pemilik barang memaafkannya, dan sebagainya. Inilah kedamaian dan kebaikan serta fleksibilitas hukum islam.

Jika kita menelaah agama lain, hal yang sama juga diberlakukan hal yang sejenis.

Pada agama kristen disebutkan “Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik hidup dengan tangan putus daripada utuh di dalam neraka, api yang tidak terpadamkan”. (Mrk 9:43). Jadi hukum potong tangan disana juga ada.

Pada agama Buddha seperti telah disebutkan sebelumnya mengenai berbagai jenis neraka, maka disana dibuatkan neraka potong tangan, potong ini itu, dan sebagainya.

Pada agama Hindu, orang yang mencuri akan dipotong tangannya, orang yang mencuri dengan telinga (mencuri dengar ayat-ayat kitab suci oleh kasta rendah) akan dicor dengan timah panas, dan sebagainya.

Pada Yahudi, dan agama lainnya juga sama saja, ada hukuman yang setimpal bagi orang-orang yang melakukan tidak kejahatan terhadap sesamanya. Hanya saja karena telah terjadinya pemalsuan dan penyelewengan ajaran agama mereka, maka ajaran-ajaran dan bahkan kitab suci mereka telah diubah sesuai dengan keinginan nafsu mereka.

Mengenai Alqur’an: (related topic: Decision Letter)

Para pembenci Islam mengatakan berbagai hal yang menyatakan bahwa Alqur’an bukanlah wahyu dari Tuhan tapi sekedar rekaan, palsu, dan bahkan dikatakan yang otentik dari masa Muhammad sudah tidak ada lagi. Mereka mempermasalahkan berbagai hal dari Alqur’an, mulai dari tulisan yang tidak ada lagi sejak masa Muhammad, manuskrip yang asli tidak ada, format penulisan yang berbeda, dan lain sebagainya.

Nah, mengapa Alqur’an begitu penting menjadi pembahasan pembenci Islam untuk melawan Islam? Hal itu tidak lain adalah karena mereka ketakutan dengan kebenaran Alqur’an, mereka takut dengan mu’jizat dan orisinalitas Alqur’an, mereka takut dengan adanya Alqur’an sebagi pembeda antara yang bathil dan benar, mereka takut ummat Islam bertahan di jalan yang lurus karena dengan berpegang kepada Alqur’an itulah ummat Islam bisa bertahan selama ribuan tahun melawan usaha menyimpangkan ajaran Islam.

Mengenai olok-olokan mereka yang menyatakan bahwa Alqur’an tidak ada lagi yang otentik, maka marilah kita bahas sedikit demi sedikit. Menurut salahsatu versi, data yang ada menunjukkan bahwa Alqur’an tertua yang ada hingga masa sekarang ditulis diatas kulit berjumlah 1400 lembar tersimpan di Mesir yang diperkirakan ditulis semasa Khilafa ar Rashidin (saat ini disebut Mushaf Cairo). Versi lain menyatakan bahwa Alqur’an tertua yang ada sekarang ada di Tashkent, Uzbekistan, dengan percikan darah diatasnya diperkirakan milik Utsman bin Affan. Ada pula yang menyatakan di simpan di museum London, atau yang disimpan di Topkapi. Selain itu, ada beberapa Alqur’an tua pula yang beredar di Eropa, yaitu Alqur’an yang ditulis dengan tinta emas dengan gaya tulisan khat kufi oleh Yahya bin Muhammad bin Umar tertanggal 17 Ramadhan 599 / Juni 1203. Alqur’an ini dilelang di Christie’s London seharga ₤ 1.14 juta. Merekapun meneliti bahwa dari beberapa Alqur’an yang dianggap tertua tersebut ada yang tidak sama dengan Alqur’an yang dimiliki ummat Islam masa sekarang. Bahkan mereka menyatakan bahwa jenis ornament dan gaya tulisan yang ada pada Alqur’an tersebut menunjukkan jenis yang lebih muda dari yang diperkirakan, dan masih banyak lagi alasan dan ulasan mereka untuk menjatuhkan otentisitas atas orisinalitas Alqur’an yang kita miliki pada masa sekarang.

Benarkah Alqur’an sekarang telah berbeda dengan Alqur’an pada masa Nabi?

Sebenarnya ini adalah pertanyaan orang-orang yang kurang berfikir saja, dan pertanyaan bodoh seharusnya dijawab dengan diam saja, tapi baiklah kita bahas hal ini untuk pengetahuan bersama bahwa Alqur’an tidak berubah selama perjalanan waktu lebih dari 1400 tahun ini.

Alqur’an adalah wahyu dari Allah kepada Muhammad s.a.w.. Pada masa hidup beliau, semasa wahyu masih berkelanjutan, Alqur’an sudah mulai ditulis atas perintah Nabi. Begitu wahyu turun dan diucapkan oleh Nabi kepada ummatnya, para sahabat yang bisa menulis segera menuliskannya diberbagai media yang ada, dan ini diperuntukkan bagi diri mereka sendiri. Sedangkan penulis yang secara langsung ditunjuk oleh Nabi (sekretaris Nabi) adalah Zaid bin Tsabit. Tulisan-tulisan wahyu tersebut semakin lengkap seiring dengan turunnya wahyu yang masih berkelanjutan pada masa hidup Nabi. Namun, hal terpenting yang menjaga keaslian Alqur’an bukan berada di tulisan atau bukti-bukti manuskrip tertua yang ditemukan, tetapi dalam hafalan. Mengapa demikian?

Semenjak masa Nabi masih hidup, dalam berbagai kesempatan dilantunkan ayat-ayat Alqur’an, terutama dalam sholat. Berkali-kali ayat-ayat yang telah turun dihafalkan sesuai dengan urutan yang telah ditetapkan oleh Nabi tanpa dirubah-rubah lagi hingga akhirnya lengkap. Itulah Alqur’an yang ribuan orang mampu menghafalnya lengkap persis semenjak zaman awal Islam hingga berlanjut ke generasi-generasi berikutnya. Jika ada pihak yang berusaha merubahnya, maka akan segera ketahuan bahwa itu palsu. Para pembenci Islam selalu berpijak pada konteks material manuskrip, seperti cara mereka berpikir tentang Perjanjian lama dan baru. Mengapa demikian?, karena Perjanjian lama dan baru yang ditulis dengan bahasa aslinya sudah tidak ada lagi, yang tertua adalah terjemahan dan uraian dalam bahasa Yunani yang kemudian menjadi rujukan mereka menerjemahkan Injil ke berbagai bahasa yang akhirnya semakin menciptakan kerusakan di dalamnya karena penuh dengan imbuhan dan pengurangan tulisan maupun makna, ditambah lagi subyektifitas penulisnya, dengan kata lain menjadikannya palsu. Itulah kenapa tidak ada yang bisa menghafalkannya, karena tidak ada mu’jizat di dalamnya. Berbeda dengan Alqur’an yang sama di seluruh penjuru dunia, dalam tatanan dan urutan yang telah ditetapkan semenjak masa Nabi. Semuanya otentik dan orisinal tercantum dalam hafalan ribuan orang. Alqur’an adalah benar, tidak ada keraguan di dalamnya, mu’jizat, dan tetap orisinal sama persis dengan Alqur’an pada masa Nabi Muhammad s.a.w..

Jika dipertanyakan juga mengenai text yang di makan kambing, atau text tertua dibakar, dan lain sebagainya, maka itu tidak berpengaruh pada kelengkapan Alqur’an dan keasliannya karena telah lengkap dalam hafalan ribuan hafidz. Bahkan seorang ustad mengatakan kalaupun text Alqur’an di makan dinosaurus ataudimakan ikan paus atau apapun itu, nggak bakalan mengurangi isi dan tata urutan Alqur’an. Hafalan yang lengkap dari ribuan hafidz dari generasi ke generasi adalah Alqur’an yang otentik.

Mengenai keunggulan Arab dari selain Arab:

Para pembenci Islam juga berusaha memunculkan kebencian terhadap ras Arab dengan mengatakan bahwa orang-orang Islam dari ras selain Arab adalah orang-orang bodoh yang ditindas oleh ras Arab. Pada dasarnya hal ini disebarkan oleh para pembenci Islam selain untuk mengadu domba, juga dikarenakan kebencian mereka saja atas keberhasilan ras selain ras mereka sendiri. Mereka itulah sebenarnya yang berusaha untuk mengangkat ras mereka dan merasa sebagai ras yang lebih unggul dari ras lainnya. Kebohongan mereka berdasar kepada pemutarbalikan dalil dengan kenyataan sejarah. Semua paham, bahwa dalam Islam dinyatakan bahwa tidak ada perbedaan manusia satu dengan lainnya, atau arab dengan non arab, kecuali atas dasar ketaqwaan. Artinya, persamaan hak derajat yang sama semua manusia telah diamalkan oleh Islam, tidak ada keunggulan ras Arab atas ras lainnya, semua sama terkecuali dalam tataran keimanan dan ketaqwaan saja. Jikalau dalam sejarah kita temukan adalanya penindasan dan kesewenang-wenangan dari penguasa Islam, itu adalah atas kontribusi politik atau permainan politik dan penyimpangan Islam. Bahkan pada beberapa masa, orang Arab berada di bawah Ottoman Turki, dan beberapa penguasa dari ras lainnya. Nah, begitu pula rasa permusuhan orang-orang yang mempropagandakan kebencian ras ini, mereka cemburu karena merasa ras mereka yang superioritas tidak mendapat tempat untuk disalurkan, plus mereka juga membenci Islam. Lengkap sudah setan dalam diri mereka………hahaha.

Mengenai poligami Muhammad: (related topic: Poligami Muh.)

Muhammad punya istri lebih banyak dari ummatnya tidak begitu penting, karena nabi pada waktu itu juga sebagai pemimpin setingkat raja dan kaisar dari berbagai belahan dunia lainnya. Namun, dibalik itu, Muhammad punya kewajiban dan tanggungjawab yang lebih besar dari ummatnya, sholat sunnah pun menjadi wajib baginya, menjaga norma dan akhlaq masyarakat, bertindak seadil mungkin dalam menyelesaikan berbagai persoalan, dan lain sebagainya. Istri Muhamamd yang perawan hanya satu, yaitu Aisyah, sedangkan yang lainnya adalah janda-janda yang suami mereka gugur di medan perang, dan sebagainya, sedangkan mereka dan anak-anak mereka membutuhkan perlindungan. Aisyah masih sangat muda ketika dinikahi Muhammad, bukan berarti suatu keburukan dan aib, karena dalam islam menikah bukan sekedar sex, tapi sesuatu yang suci dan berharga, lebih dari sekedar kesenangan semata.

Pembenci Islam tetap saja akan membenci Islam walaupun umpamanya kejadian ini tidak ada. Hati mereka yang tertutup kebencian menjauhkan mereka dari kebenaran, dan tetap saja akan keras membeku meskipun diberikan kebenaran seterang apapun.

Hal yang perlu diperhatikan: (related topic: Bencana diawal Islam)

Para pembenci islam sekarang semakin banyak mengupas islam dan mencari kejelekan islam dari kesalahan-kesalahan pengikut islam maupun sengaja membolak-balik makna dalil-dalil berbagai sumber islam, sehingga bagi orang yang kurang mengetahui keseluruhan islam akan melihatnya sepintas islam seperti yang di gembar-gemborkan tersebut, yaitu islam yang brutal, jelek, dan tidak beradab. Selain itu, mereka juga sengaja mengartikan dan menafsirkan dalil-dalil tersebut tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Perhatikan juga pola penafsiran dalil Islam dalam film semacam Fitna karya Gert Wilder. Mereka yang bermodus seperti ini biasanya mengaku sebagai mantan islam dan sekarang tidak beragama atau menyembunyikan identitas agama mereka, sehingga ummat islam yang mayoritas pada saat ini sedang terlelap (bodoh dan senangnya taqlid buta), termakan umpan mereka untuk berpikir menyimpang dan tergelincir, karena ummat islam ini tidak tahu dan tidak paham sepenuhnya terhadap agama mereka. Mereka yang membenci islam ini menyembunyikan identitas agama mereka karena mereka takut ulama Islam menyerang kesalahan agama yang mereka anut. Maka dari itu jika mereka tidak ketahuan dari mana, maka kita tidak bisa membalas mengupas kejelekan agama mereka, dan mereka juga tahu bahwa islam tidak boleh menghina agama lain tanpa ada sebab musababnya. Dakwah bil hikmah menjadi dasar pandangannya. Mereka ini benar-benar telah mendapatkan pendidikan dan pengalaman yang melebihi banyak kapasitas pemikiran ummat islam pada saat ini. Mereka telah benar-benar mempersiapkan diri untuk menghancurkan islam dengan berbagai cara.

Ada juga mereka yang mengaku mantan islam (ex-muslim) yang juga bersuku Arab. Penekanan ini bagi orang-orang yang rapuh imannya menambah keraguan dalam hati mereka dan dipaksa untuk berfikir: “waaah yang bersuku Arab dan mendapat pendidikan islam di daerah utama Islam saja bersedia untuk murtad…….., apa mereka benar ya…….., berarti pilihan saya salah dong untuk memeluk islam…….., dan seterusnya”.

Sebenarnya uraian dan ulasan mereka itu dibuat-buat dan direkayasa. Ingatlah, bahwa kemaksiatan dan kemungkaran ada dimanapun juga, di negara arab maupun non arab. Jika dengan pernyataan semacam itu saja ummat Islam sudah timbul rasa ragu di hati mereka berarti jelas itulah tanda-tanda orang yang bodoh dan mudah untuk dibodohi. Yakinlah bahwa orang yang teguh dalam Islam bukan orang bodoh ataupun salah langkah. Ingatlah bahwa dahulu pada masa awal Islam, sebagian besar orang Arab masih jahil dan tidak menerima Islam, kemudian bertahap berbondong-bondong memeluk islam setelah mengetahui kebenaran dalam islam. Jikalau seandainya saat ini ada lagi orang-orang yang bertindak bodoh alias jahil dan memilih keluar dari Islam, ya biasa aja kaleeee……… Hal seperti itu tidak perlu dijadikan pertimbangan akan kebenaran Islam dalam hati kita, tidak perlu dibesar-besarkan, dan ummat Islam tidak perlu menjadi ragu akan kebenaran Islam.

Maka dari itu, buat anda yang non-islam, entah kristen, buddha, hindu, yahudi, dan lain sebagainya, silahkan pelajari agama anda dengan sungguh-sungguh, semoga kebenaran yang hakiki akan mengarahkan anda kepada jalan yang seharusnya anda tempuh.

Untuk saudara seiman dalam Islam, mari teguhkan iman kita, bentengi jiwa kita dengan pengetahuan Islam yang benar. Jangan sampai terperangkap pembodohan yang dilakukan berbagai pihak yang membenci Islam. Kadangkala sejarah memang menunjukkan berbagai celah dan ketidakberesan pelaksanaan Islam, baik dalam bidang politik, agama, ekonomi, dan lain sebagainya, tapi itu semua adalah penyelewengan dan penyimpangan ajaran Islam yang dilakukan oleh orang-orang tertentu saja dalam Islam yang bukan citra asli atau pencerminan ajaran Islam yang sesungguhnya. Mari kita pahami ajaran agama kita, dan percayalah bahwa Islamlah yang terbaik.

Sekian, semoga bermanfaat.

Malaysia=Malingsia

November 28, 2007

Kata kata ini belakangan makin santer terdengar dan makin menjadi trend setelah diperkenalkan di berbagai website dan media massa. Malingsia merupakan sebuah plesetan untuk menyebut negara Malaysia. Malingsia terdiri dari kata “maling” dan “sia” untuk merubah kata-kata “malay” dan “sia”. “Maling” merupakan kata-kata dari bahasa Jawa yang artinya adalah “Pencuri”. Plesetan ini berkembang setelah adanya beberapa kali usaha dari pemerintah Malaysia untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak meyenangkan dan termasuk juga unsur pelecehan terhadap negara tetangganya yaitu Indonesia. Plesetan ini merupakan salah satu respon masyarakat Indonesia atas sikap yang tidak berbudi dari pemerintahan negara itu.

Dipihak pemerintah indoneeia sendiri seringkali terdengar kecaman atas ketidak-bijaksanaan pemerintah Malaysia tersebut yang mengaku sebagai tetangga yang baik tapi ternyata tidak punya etikat dan etika yang baik sebagai tetangga. Di samping itu, sebagai negara Asia Tenggara yang berakar budaya sebagai negeri Malay (Melayu) seharusnya menunjukkan sikap ketimuran dan norma akhlaq yang tinggi, namun pada kenyataannya banyak sikap-sikap pemerintah Malaysia yang menodai kepercayaan dan norma tersebut. Sebagai saudara serumpun dan tetangga dekat, mereka ternyata jauh dari budi luhur yang seharusnya dijunjung tinggi sebagai bangsa Melayu.

Beberapa tahun terakhir ini semakin banyak kejadian dan hal-hal yang memperlihatkan keburukan sikap pemerintah Malaysia. Banyak hal yang seharusnya menjadi milik tetangganya (Indonesia), tapi dicuri oleh negara Malingsia, diantanya:

  1. Malingsia mencuri gugusan kepulauan diperbatasan Indonesia, yaitu Sipadan dan Ligitan yang pada hakikatnya adalah pulau terluar Indonesia seperti yang telah tercantum secara jelas dan disepakati secara internasional dalam Perjanjian Djuanda tahun 1957 yang menyatakan dan menetapkan bahwa luas laut teritorial Indonesia sejauh 12 mil laaut diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik terluar dari pulau terluar Indonesia pada saat surut atau batas ketinggian air laut paling rendah. Dari kesepakatan ini kepulauan Sipadan Ligitan merupakan wilayah yang masuk wilayah teritorial Indonesia, namun dengan berbagai cara dan manipulasi maka kedua pulau tersebut diambil alih oleh Malingsia dan bahkan akibat keterlambatan Indonesia melihat pengambilalihan tersebut menjadikan Indonesia terlihat kalah dalam diplomasi dan mengakibatkan dunia internasional terbawa opini Malingsia tersebut dan memberikan pengakuan atas Sipadan dan Ligitan sebagai milik Malingsia.
  2. Malingsia berusaha mencuri landas kontinen Indonesia. Ketika beberapa waktu lalu Indonesia diguncang gempa dan tsunami besar (Aceh dan Sumatra utara), ternyata Malingsia tidak punya sense atau rasa kebaikan sebagai tetangga dan saudara serumpun, tapi disaat pemerintah Indonesia berkonsentrasi terhadap pemulihan Aceh dan Sumatra utara, mereka malah melakukan penetrasi terhadap perbatasan laut Indonesia dengan mengirimkan kapal laut dan pesawat terbang AL negara Malingsia tersebut memasuki wilayah Indonesia tanpa izin dengan maksud untuk memprovokasi dan juga mencoba untuk mengambil alih lahan minyak di laut perbatasan di dalam teritorial maupun di daerah landas kontinen Indonesia, yaitu blok Ambalat yang sangat kaya menyimpan cadangan minyak. Padahal, menurut hukum dan Ketetapan Internsional telah jelas menyatakan bahwa daerah itu merupakan wilayah yang hanya boleh dieksploitasi dan dimanfaatkan oleh Indonesia. Perjanjian landas kontinen internasional atas Indonesia pada 1969 menyatakan bahwa segala sumber mineral dan kekayaan alam lainnya yang terdapat pada dasar laut dan tanah dibawahnya diwilayah landas kontinen Indonesia yang mencakup wilayah laut sejauh 200 mil laut diluar wilayah teritorial Indonesia.
  3. Malingsia mencuri batik yang berasal dari Indonesia dan semenjak dahulu kala telah menyatu dengan kebudayaan Indonesia. Mereka menyatakan bahwa batik sebagai kebudayaan asli negara Malingsia tersebut, padahal segenap penjuru dunia telah mengetahui dan fakta juga membukti dengan jelas bahwa batik merupakan hasil kebudayaan asli Indonesia. Seharusnya mereka menganalisis dan memperhatikan kembali kenyataan bahwa sebenarnya kebudayaan Melayu berakar dari Sumatra Indonesia, bahkan yang membuka lahan dan membuat kota Kuala Lumpur serta memajukannya adalah tokoh melayu Sumatra yang makamnya ada di Indonesia (kalau tidak salah ada di Riau).
  4. Malingsia mengklaim lagu Rasa Sayange dari Maluku Indonesia sebagai karya mereka. Padahal semua warga negera tersebut tahu semenjak dahulu kala bahwa mereka dekat dengan lagu tersebut bukan karena diciptakan oleh kesenian mereka sendiri, namun karena berkualitas tinggi dan mudah dihayati yang pada hakikatnya berasal dari Indonesia. Jika mereka ditanya dari hati nurani dan diminta untuk jujur pastilah akan mengakuinya.
  5. Malingsia mengklaim kesenian Reyog Ponorogo sebagai kesenian mereka, padahal dunia sudah semenjak dahulu kala mengakui bahwa reyog adalah kesenian asli dari Ponorogo Indonesia. Ini bisa dikuatkan dengan berbagai sejarah dan melihat akar terbentuknya kesenian reyog di Ponorogo, yang bisa dilihat dari berbagai referensi sejarah di dunia ini. Apakah Malingsia tidak malu melakukan tindakan seperti itu??. Bisakah negara Malingsia membeberkan asal akar kebudayaan reyog?? Kebohongan pasti akan terungkap. Pasti mereka tidak bisa menjelaskan dan tidak mungkin bisa menjelaskan, karena Reyog bukanlah kebudayaan Malingsia tapi merupakan kebudayaan asli dari Ponorogo Indonesia.

Penjelasan-penjelasan diatas, tentang pencurian yang dilakukan Malingsia ternyata tidak cukup sedemikian. Pencurian-pencurian yang dilakukan pemerintah Malingsia ini diikuti pula dengan sikap-sikap tidak etis dan tidak senonoh lainnya, diantaranya:

  1. Dalam usaha Malingsia untuk mengambilalih teritorial laut dan juga kekayaan di blok Ambalat beberapa waktu lalu setelah Indonesia diguncang gempa dan tsunami besar (Aceh dan Sumatra utara), ternyata Malingsia juga melakukan pemukulan terhadap pekerja-pekerja Indonesia yang sedang membangun suar diperbatasan agar menghentikan pekerjaan mereka. Pembangunan suar yang dibangun Indonesia dipergunakan untuk melengkapi dan memperjelas perbatasan teritorial laut Indonesia. Malingsia takut jika suar tersebut makin banyak dan lengkap, mereka tidak akan bisa mencuri wilayah perbatasan Indonesia lagi. Maka dari itulah Indonesia tidak mau kecolongan dan kecurian lagi sehingga perbatasan laut Indonesia makin diperjelas yang salah satunya dengan pembanguanan suar di batas wilayah teritorial laut yang berbatasan dengan Malingsia.
  2. Malingsia sangat rendah memandang warga negara Indonesia, yang terbukti dengan ketidakmauan pemerintah Malingsia untuk memberikan perangkat hukum yang memadai dalam melindungi hak-hak warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di negara tersebut (TKI), dan tidak pernah seimbang atau tegas dan adil dalam menghukum warga negara mereka sendiri ketika melakukan pelecehan atau pelanggaran hukum terhadap warga negara Indonesisa. Bahkan kemudian dikembangkan istilah INDON yang berkonotasi buruk dan melecehkan untuk menyebut pekerja dari Indonesia ataupun warga negara Indonesia sebagai warga kelas bawah yang hak dan perlindungan hukumnya lebih rendah dari warga negara mereka sendiri.
  3. Malingsia beberapa kali membiarkan terjadinya kasus pelecehan dan penyiksaan warga negara Indonesia yang tidak diselesaikan secara tuntas dan adil. Banyak pekerja Indonesia yang disiksa majikannya, pulang dalam keadaan lumpuh, ataupun bahkan dalam keadaan jadi mayat yang kemudian dinyatakan sebagai bunuh diri atau sakit parah, dsb, serta banyak pula yang tidak memperoleh gaji yang seharusnya, serta minim perlindungan keselamatannya. Bahkan wasit beladiri Indonesia yang berkelas internasional pun dipukuli polisi Malingsia tanpa ada alasan yang jelas dan sangat tidak sewajarnya dilakukan penegak hukum.
  4. Dan lain sebagainya.

Nah, dengan beberapa hal ini, masih punya nuranikah warga Malaysia untuk melawan ketidakbijaksanaan pemerintah mereka, yang jelas sangat mencoreng nilai budaya dan norma budi pekerti orang melayu. Ataukah mereka juga sudah sama saja seia sekata dengan pemerintahan mereka yang sudah tidak punya nurani dan merendahkan negara lain, padahal negara yang dilecehkannya itu masih serumpun dan juga tetangga dekat?

Semenjak dahulu pemerintah negara tersebut (Malaysi) telah seringkali menghina Indonesia. Itu pula mengapa Bung Karno meneriakkan slogan “Ganyang Malaysia”. Masih perlukah para birokrat Indonesia mendiamkannya dengan berbagai alasan?

Artikel ini bukan untuk menghakimi dan menghina satu pihak, namun sekedar memberikan gambaran realita dan bukti secara objektif atas ketidakbijaksananan tetangga yang tidak menghormati tetangga. Pantaskah orang ynag tidak mau menghormati tetangga dan merendahkan tetangganya untuk dihormati??

Jawablah dengan hati nurani dan pikiran objektif. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amien.

Year Calculation

Oktober 9, 2007

  1. A solar year or called “Syamsiyah” in Arabic is a year calculation according one period time of earth to revolve around the sun or circles the sun one time. While a lunar year or called “Qamariyah” in Arabic is a year calculation by analyze the time for the moon to make 12 times circles the earth.
  2. The long of the month on solar year fixed according the exact rules except for February 28 days became 29 on long year calculation, so the problem is none. But, the months fixation on lunar year is sets through analyzes into the last month calculation (month before), it can be 29 days or sometimes became 30 days with the obligation to sets the new month in every month cycles by analyzing the end of the month before and starting again the new month by seeing the first visible crescent (in Arabic called “Hilal”).
  3. The day on the solar year calculation (A.D. and also the other same kind calculations) starts since 24.00 or 00.00 o’clock midnight, but for the lunar year calculation (Hijri and also the other same kind calculations starts the day from the sunset).
  4. On the solar year calculation found the date line called “the international date line”, sets up on 0 o line through Greenwich England and 180 o through Bering Strait between Asia and America, which separates as all countries between 0 o – 180 o faster the date than all countries between 180 o – 360 o. This international date line stay at place forever never get changed because the solar year calculation just take attention into 2 sky objects, the sun and the earth, and also as the international deal, the 180 o line sets up at Bering Strait because it is closely enough with earth’s 180 o longitude. While on lunar year calculation especially Hijri calendar there are differences date line called “the international Islamic date line” which always changes the place / moving / shifting every its new month. This condition happen because of this calendar system take attention into 3 sky objects, the earth, the moon, and the sun, make it more complex. If for a certain times the lunar date line close enough with the solar date line, there are big possibility to get a same new month in one day. But, sometimes when the solar date line and lunar date line located far away each other or located on the other side of the earth, not in the same position, that’s making some places on earth get its new moon late one day than the other side.
  5. Discussing the fixation of a new month on the lunar year especially Islamic Hijri for sure actually was fixed easily with latest astronomic technology to do some calculation (in Arabic called “hisab”) which was very good in accuracy and technically with no problem any more. What often blooming the problems is when sets the new month concerned with religion tradition (“ibadah”) of Ramadan and Syawwal, which because of many differences of thought (“khilafiyah”) between the experts and many Ulema about the way to fixing the new month and also interpretation above al-hadist which guides the followers to sets the new and the end of Ramadan by seeing the first visible crescent. Some of them use the “mathla’” theory, some use “wilayat-l-hukmy”, some use one visible crescent for all earth, and many others “khilafiyah” on it.
  6. Just like we all knew, the lunar year period is same with 12 time for the moon goes around the earth, and at the same time the earth rotating on its place point which is make day and night, and also earth goes around the sun resulting / providing dates on solar year period. Because of the moving and interaction from those 3 sky objects, sometimes moon reflecting sun’s light which made it looks as a new visible crescent and for the next became bigger until full moon and later smaller again then disappear for a few days and came back as a new visible crescent again to indicate the new month on the lunar year calendar. This term “first visible crescent” or “new moon” in Islam known as “Hilal” just like what God said in Q.S. Al Baqarah 189 which means: “They ask thee (O Muhammad), of new moon. Say: “They are fixed seasons for mankind and for the pilgrimage. …”. So, on the lunar year calendar the point is the cycles of the month sets by to analyze the new moon or “Hilal” by mankind at their own place (according to the “mathla’”) which is we can say with another word, for the place which can’t see the “Hilal” can’t get into the new month yet, but must make estimation just like al-hadist from Bukhari-Muslim which mean: “Do fasting after you see the Hilal and Eid because you see the Hilal. If the sky covered by cloud, do estimation”. The interpretation of “covered by cloud” is if at that place we can’t see the Hilal because of cloud or with the early estimation predicted impossible to see the Hilal. While “do estimation” (“faqduruu lahu”) means completing the last month into 30 days or make astronomical calculation, these are the order and choices from the prophet. Beside that, inside Q.S. Yunus 5, Allah said which mean: “… and measured for moon stages, that ye might know the number of the years, and the reckoning (time) …”. This is strengthening to sets the new month by moon stages measured or “manzilah-manzilah” which not same for every places on earth, and also sometimes make differences between one place with another places to sets up the new month in Hijri calendar.
  7. The conclusion is some location or places for sure was get into new month if from that location we can see the “Hilal” (still above the sun before sunset or just after sunset), and the location in the back which can’t see the Hilal, impossible to impose / to putting the new month system into effect following the location in front of its, but must waiting until that location seeing the Hilal came on that location for the next day (where as for the next day the Hilal was greater its wasn’t a problem because for that exact location / certain location definitely can’t see the Hilal on yesterday / invisible). This lunar date line sets up by “manzilah-manzilah” which seen from location when the moon and the sun goes down together, and this lunar date line wasn’t lay down / deployment north-south or east-west but tilt / not straight and curving following the sight toward moon’s position and moving / shifting every month.
  8. So, lets us (especially Moslems) to remain calm about the differences setting the new month on Hijri calendar positively and objectively. Don’t push another to accept our own way to do Syawwal together or blaming whose have other thoughts. I hope this article useful and we can keep our faith pure. Amiens.

Penanggalan

Oktober 9, 2007

  1. Satu tahun matahari atau disebut dalam bahasa arab tahun syamsiyah adalah perhitungan tahun berdasar satu periode yang diperlukan bumi untuk mengelilingi matahari / berevolusi. Sedangkan tahun rembulan atau qamariyah adalah waktu yang diperlukan rembulan (moon) untuk mengelilingi bumi sebanyak 12 kali putaran. (Disini dipakai kata rembulan untuk lunar/moon, untuk membedakan dengan bulan yang berarti month).
  2. Penentuan jangka waktu setiap bulan (month) pada tahun matahari telah ditetapkan sesuai ketentuan kecuali Februari yang 28 hari akan menjadi 29 hari pada tahun kabisat, sehingga tidak ada masalah. Sedangkan penetapan jangka waktu setiap bulan di tahun rembulan harus ditentukan melalui analisa terhadap bulan sebelumnya, kadang 29 dan kadang 30 hari dengan keharusan merujuk pada penutupan bulan sebelumnya yaitu ketika muncul bulan sabit dalam menentukan awal bulan setiap pergantiannya (dalam bahasa arab disebut hilal).
  3. Penentuan hari pada tahun matahari (tahun masehi maupun tahun-tahun sejenis lainnya) dimulai pada jam 24.00 atau 00.00 tengah malam. Sedangkan pada penanggalan tahun rembulan (hijriyah maupun tahun-tahun sejenis lainnya) dimulai pada saat matahari terbenam.
  4. Pada penanggalan tahun matahari dibentuk garis batas tanggal internasional yang letaknya selalu tetap yaitu garis 0o yang melewati Greenwich Inggris dan 180 o yang melewati selat Bering diantara Asia dan Amerika, sehingga semua negara diantara 0 o sampai 180 o lebih cepat sehari daripada yang berada di 180 o sampai 360 o. Garis batas ini tidak pernah berpindah-pindah atau bergeser karena penanggalan tahun matahari hanya memperhatikan 2 benda langit saja yaitu bumi dan matahari dan kesepakatan internasional meletakkannya garis batas 180 o di Bering karena berimpit dengan bujur 180 o bumi. Sedangkan pada penanggalan tahun rembulan ada garis batas tanggal juga yang letaknya selalu berubah atau bergeser setiap bulannya. Hal ini dikarenakan sistem penanggalan tahun rembulan memperhatikan 3 benda langit yaitu bumi, bulan, dan matahari, sehingga lebih kompleks. Jika kebetuan pada suatu waktu terjadi garis tanggal rembulan ini berimpit dengan garis tanggal matahari, maka kemungkinan besar akan diperoleh awal bulan pada hari yang sama. Namun, suatu ketika pula bisa jadi garis tanggal matahari dan garis tanggal rembulan terletak di belahan bumi yang berjauahn atau terletak pada sisi yang tidak sama, maka sebagian bumi mendapati awal bulan sehari lebih lambat daripada sisi bumi yang lain.
  5. Penentuan awal bulan pada penanggalan tahun rembulan ini sebenarnya telah dapat ditentukan secara gampang melalui perhitungan (hisab) mempergunakan teknologi mutakhir yang telah ada dan keakuratannya sangat bagus sehingga secara teknis sebenarnya tidak ada lagi permasalahan. Namun, yang sering memunculkan permasalahan adalah ketika menentukan awal bulan yang menyangkut ibadah (terutama islam) yaitu awal Ramadhan dan Syawwal, karena banyak terjadi perbedaan pendapat (khilafiyah) diantara para ahli yang menguasai cara-cara penentuan awal bulan pada tahun hijriyah serta perbedaan tafsiran terhadap hadist rasul yang menetapkan bahwa awal dan akhir Ramadhan ditentukan melalui penampakan hilal. Ada yang berpendapat bahwa ada pembagian wilayah sendiri-sendiri dalam mengikuti penampakan hilal, dan ada yang menyatakan bahwa seluruh bumi harus mengikuti satu penampakan hilal yang dilihat disatu daerah saja, dan banyak pula bentuk-bentuk perbedaan lainnya.
  6. Seperti diketahui, bahwa satu tahun rembulan adalah jangka waktu 12 kali rembulan mengelilingi bumi, dan pada saat yang sama bumi berputar pada sumbunya sehingga terjadi siang dan malam, serta bumi mengedari matahari menghasilkan tanggal-tanggal tahun matahari. Karena gerakan 3 benda inilah maka pada suatu waktu bulan memantulkan sinar matahari yang berbentuk sabit yang sangat tipis dan berangsur membesar menjadi purnama kemudian mengecil kembali untuk menghilang dan kemudian berulang lagi muncul sabit tipis menandakan awal bulan berikutnya pada penanggalan tahun rembulan. Istilah bulan sabit dalam islam disebut “hilal” seperti tercantum dalam Q.S. Al Baqarah 189 yang bermakna: “Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hilal. Katakanlah: “Hilal itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan berhaji; …”.” Dari sini diperoleh kesimpulan bahwa yang menjadi acuan adalah bahwa pergantian waktu (bulan dan tahun) ditentukan dengan melihat hilal oleh manusia di tempat masing-masing (mathla’) sehingga dengan kata lain, bagi daerah yang belum melihat hilal belum boleh masuk bulan baru, harus melakukan pengkadaaran, seperti dalam hadist Bukhari-Muslim: “Berpuasalah setelah melihat hilal dan berlebaranlah karena melihat hilal, dan jika langit tertutup awan lakukanlah pengkadaran”. Penafsiran “langit tertutup awan” adalah bahwa di daerah tersebut terjadi awan yang menutupi pandangan ataupun secara perhitungan (hisab) belum memungkinkan melihat penampakan hilal. Sedangkan “lakukanlah pengkadaran” (faqduruu lahu) adalah menyempurnakan hitungan menjadi 30 hari atau melakukan perhitungan (astronomi), itulah pilihan yang telah diberikan oleh rasul. Selain itu di dalam Q.S. Yunus 5 bermakna: ”… dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah bagi perjalanan rembulan, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu) …”. yang menegaskan bahwa dalam perhitungannya telah dinyatakan oleh Allah bahwa untuk menentukan awal bulan juga memperhitungkan manzilah-manzilah yang tidak sama di setiap daerah di muka bumi ini, sehingga seharusnya dianggap wajar jika terjadi ketidaksamaan dalam memulai awal bulan baru dalam tahun hijriyah.
  7. Kesimpulannya suatu lokasi atau daerah dipastikan telah memasuki bulan baru untuk penanggalan hijriyah, jika di lokasi tersebut hilal telah terlihat (masih di atas ufuk pada saat matahari terbenam), sehingga lokasi di belakangnya yang tidak melihat hilal tidak mungkin diberlakukan awal bulan mengikuti lokasi di depannya dan harus menunggu mendapati hilal dilokasinya sendiri pada hari berikutnya (kecuali jika garis batas tanggal tahun rembulan berimpit dengan garis tanggal tahun matahari). Meskipun pada hari berikutnya tersebut hilal telah membesar, namun di daerah yang tertinggal tersebut memang baru pada hari itu hilal terlihat karena pada hari sebelumnya hilal belum nampak, maka baru pada hari itulah daerah tersebut memasuki awal bulan baru. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa garis batas tahun rembulan ini ditentukan oleh manzilah-manzilah yang di suatu lokasi di muka bumi tersebut rembulan dan matahari terbenam secara bersama-sama dan bentuk garis ini tidak membujur utara-selatan atau timur-barat, namun miring dan melengkung mengikuti pandangan terhadap letak rembulan dan selalu bergeser setiap bulannya.
  8. Oleh karena itu, marilah kita sikapi perbedaan penentuan awal bulan dalam islam ini secara baik dan objektif, tidak memaksakan kehendak untuk menjalankan awal Syawwal secara bersamaan ataupun mempersalahkan yang memiliki perbedaan pendapat. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjaga keimanan kita. Amien.

New World Order, the Similarity with the Ancient

September 30, 2007

These are the similarity between Pharaoh as the Powerful Ancient World Order and America as the New World Order. Both are the bad order standing on the evil law.

Ancient Pharaoh

New World Order

Big white stone palace

The Presidential building is Whitehouse

Creates Suez canal

Creates

Panama canal

Brand their law as the most right and blaming the other law

Brand their law as the most right and blaming the other law

Using straight law to support order

Have the biggest military power

Exploit Israel people

Exploit Moslem country

Pyramid as a symbol of the luxurious of the kings life

Pyramid as the symbol of the impressive economy

The obelisk as the symbol of the law

The obelisk at the focal of government

The hawk as the symbol of power

The hawk as the symbol of authority

Built statue for their most great leader

Built statue for their most famous president

There are Ramses I and Ramses II

Generation of Bush I and Bush II

Go to east fight against Moses

Spread to east fight against Osama

Pharaoh helped by Haman

America helped by British

Always scapegoat on Moses

Always scapegoat on Osama

Support by magician expert (real mean)

Support by magician expert (technology)

The magicians use stick & carrot (real mean)

The magicians use stick & carrot (tools of the technology)

Qarun helps Pharaoh (Qarun is Moses follower who’s move into Pharaoh side)

**** help America (Many Moslem leaders)

Moses grows up inside Pharaoh palace

Osama taught by America

The army drowned in red sea

Not yet happen! (the possibility same with the prophecy in some hadist shahih Muslim which predicted the drowned of Arabian army at the jazeera when the end of the world is close enough/doom)


All of these similarities are not only co-incidents, and there are big evil affairs inside it.

These are just human interpretation, maybe right and maybe wrong, please think clearly and objectively. May God always keep our faith pure at the right side. Amiens.

Tiga Pejuang

Agustus 2, 2007

Ada baiknya bagi kita untuk sedikit refreshing ditengah kesibukan kerja atau belajar. Tapi, tidak semata-mata bermain dan melupakan otak. yang jelas mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya, termasuk dengan menyisihkan sedikit waktu untuk relax. Kita tentu ingat dengan perjuangan para pahlawan dan tentara kita dahulu kala ketika melawan kompeni belanda…!? Berbagai kisah perjuangan telah kita dengarkan dan didoktrinkan ke kepala kita. Semangat yang menggebu dari para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa haarus kita hormati dan segala hasil pengorbanan para pahlawan di masa lalu itu harus kita pergunakan dengan seoptimal mungkin untuk menuai keberhasilan hidup kita. Nah, di sini ada sebuah cerita yang terjadi di sebuah kota yang berhasil diserang oleh pejuang Indonesia. Kompeni yang merasa kewalahan berusaha menggunakan kelicikan dan menyatakan ingin melakukan perundingan damai atau gencatan senjata istilahnya. Akhirnya dari pihak pejuang dikirimlah tiga orang pejuang untuk mengadakan perundingan dengan pihak Kompeni. Walhasil, ketika berada di markas Kompeni, ternyata mereka dijebak sehingga kemudian salah seorang pejuang itu tewas ditembak.

Selanjutnya, dengan kematian seorang pejuang tersebut apakah moril dan semangat pejuang kita kendur? Tenyata tidak. Apakah jumlah mereka semakin menyusut dan terdesak? Tenyata tidak. Lho, kok bisa demikian, sebenarnya berapakah pejuang yang tersisa?

Apakah ada yang bisa menjawab persoalan ini? Jawaban anda sangat dinantikan….sambil relax dan mengisi waktu luang anda.
:)